KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 
 
DAERAH

Museum Dharma Wiratama Yogyakarta, Cikal Bakal TNI AD
Oleh : Iin Suwandi | 10-Sep-2019, 21:43:28 WIB

KabarIndonesia - Mungkin sebagian masyarakat belum mengetahui, jika Museum TNI-AD Dharma Wiratama yang ada di Yogyakarta merupakan bagian dari peninggalan sejarah terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan Markas Tertinggi Tentara Keamanan Rakyat. Hal tersebut dikatakan Kepala Balakmusmonpus Disjarahad, Kolonel Arm Hery Purwanto, saat dihubungi melalui telepon seluler di Jogyakarta, Selasa (03/9/2019). 

Hery menuturkan, Museum TNI AD Dharma Wiratama yang dibangun masa pemerintahan Kolonial Belanda tahun 1904 tersebut, berdiri di atas tanah seluas 5.881 m². Pada awalnya digunakan sebagai Kantor administratur perkebunan Belanda.   
"Paska perpindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Yogyakarta, periode 1945-1948, museum ini merupakan Markas Tertinggi TKR dan saat itu secara aklamasi melalui konferensi TKR (12 November 1945) berhasil memilih Kolonel Sudirman yang saat itu sebagai Komandan Divisi V Kedu/Banyumas menjadi Panglima Tertinggi Tentara Keamanan Rakyat. Tahun 1942 sampai 1945 saat Jepang berkuasa, bangunan ini digunakan sebagai markas militer Jepang, dan di bagian belakang dibangun bunker (tempat berlindung di dalam tanah) yang sampai saat ini dirawat dengan baik,' ujar Hery.   

"Selain itu, bangunan tersebut juga merupakan saksi sejarah peristiwa G30S/PKI, dimana pada tahun 1961-1980 saat dijadikan Markas Korem 072/Pmk, terjadi penculikan Danrem dan Kasrem oleh PKI yang kemudian dibunuh oleh oknum Batalyon L saat itu,' terangnya lagi.  

Lebih lanjut dikatakan, setelah dijadikan Museum TNI AD, sampai saat ini stigma masyarakat Jogyakarta masih beranggapan bahwa bagunan tersebut masih merupakan kantor Korem 072/Pmk, sehingga keberadaannya tidak diketahui masyarakat luas.   

"Melihat kondisi itu, saat ini kita berupaya mempromosikan kembali museum ini, dengan menggelar berbagai kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, antara lain "diffable goes to museum", sarasehan nilai-nilai kepahlawanan, lomba menggambar, ngopi di museum, "historical bike", sampai acara Ojo Lali Sarapan,' tuturnya.   

"Melalui kegiatan tersebut, kita berharap dapat menumbuhkan minat dan wisata sejarah, sebagai tempat pembelajaran ilmu sejarah, menggelorakan semangat cinta tanah air, kegiatan sosial serta menghilangkan stigma di masyarakat yang masih beranggapan bangunan ini sebagai kantor Korem,' tandasnya. (*)  
  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia