KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Molen Tewaskan Seorang Pemuda di Jalan Nasional Lingkar Samosir

 
DAERAH

Molen Tewaskan Seorang Pemuda di Jalan Nasional Lingkar Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 05-Jul-2019, 01:58:09 WIB

KabarIndonesia - Untuk kesekian kalinya, kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya lingkar Samosir (yang dalam tahap pembangunan). Kali ini, terjadi di km4 jalan lintas utama Tomok - Ambarita, tepatnya di dusun Sitobu desa Garoga kecamatan Simanindo, pada dini hari sekitar pkl. 00.30 malam (Rabu 03/07). "Akibat kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan 2 orang lainnya menderita luka berat langsung dilarikan ke Puskesmas Ambarita" tulis pewarta kabarindonesia di akun WAnya mengabarkan kepada rekan media sekitar pkl. 01.30 dari puskesmas Ambarita ( jarak 1 km dari lokasi kejadian) Subuh itu sekitar pkl 01.00 WIB, mendengar kejadian tersebut langsung ke ruang IGD puskesmas Ambarita dan menyaksikan korban tewas telah ditutup kain putih, sementara 2 orang korban luka sedang ditangani dokter dan pegawai medis. Informasi yang dihimpun malam itu, sepeda motor yang dikenderai Rudianto Situmorang berboncengan dengan Mindo Lumbantungkup meluncur dari arah Tomok menuju Ambarita dan tepatnya di jalan raya dusun Sitobu, keduanya melintas diatas kerikil yang ditumpuk lalu menabrak peralatan molen (mesin aduk semen). Menurut warga, material pasir dan kerikil serta molen digunakan rekanan pembangun parit, dan diletakkan sembarang begitu saja di badan jalan, tanpa tanda yang mudah dilihat. Warga sekitar segera terbangun untuk melihat kejadian dan memberi pertolongan, ternyata diketahui satu orang ditemukan tewas didekat molen dan satu orang pingsan dengan luka parah. Warga melapor ke Polsek dan langsung mengevakuasi korban dengan ambulance ke puskesmas. Setengah jam kemudian, dalam kegelapan tengah malam itu juga, dengan sepeda motornta seorang pemuda juga mengalami kecelakaan di tempat yang sama. Dia juga mengaku tidak melihat adanya tumpukan material di jalan, hingga dia tercampak jauh ke arah kanan hingga mengalami luka parah di kepala, tangan dan kaki. Pewarta mendapat informasi di puskesmas bahwa korban Rudianto Situmorang (38) tewas ditempat, adalah penduduk Kerasaan Simalungun, karyawan di PT Aquafarm. Sementara rekannya yang luka parah Mindo Lumbantungkup (37) adalah penduduk desa Sipira kecamatan Onanrunggu Samosir. Sekira pkl. 03.00 korban tewas dibawa pulang keluarganya ke Parapat. Akan halnya korban kecelakaan kedua malam itu, Carlos Sijabat (28) penduduk dusun Langge desa Garoga kec Simanindo yang mengalami luka parah setelah mendapat pengobatan di puskesmas langsung dibawa pulang ke rumah. Untuk mengetahui kebenaran peristiwa kecelakaan ini, pada pagi hari Rabu (3/7), pewarta kabarindonesia bersama Soritua M, jurnalis online hetanews.com yang juga kontributor tv swasta, menyambangi lokasi kejadian di dusun Sitobu. Beberapa orang warga membenarkan bahwa malam itu terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban tewas dan luka parah, seraya menunjuk lokasi jalan lintas dan alat-material kerikil proyek yang sudah dikumpulkan (bekasnya masih kelihatan di badan jalan). "Kita terbangun karena mendengar suara keras dan jeritan, ternyata sepeda motor menabrak alat pengaduk semen. Satu orang tergeletak tewas dan satu orang pingsan dgn luka parah" sebut warga setempat bermarga Siallagan. Siallagan dan beberapa rekannya mengaku penyebabnya karena bahan material pembangunan parit jalan lintas tersebut di letakkan dibahu jalan, tanpa memikirkan keselamatan bagi Pengguna jalan yang melintas. Material memakai lebih setengah badan jalan hotmix lingkar Samosir. "Sebetulnya kecelakaan kerap terjadi di sepanjang jalan ini, tadi malam 2 kali dan malam sebelumnya juga ada yang menabrak drum tempat air, namun tak dilaporkan," tanbahnya. Pantauan media di lokasi, didapati adanya tumpukan bahan material seperti, kerikil, pasir, karung semen ukuran 500kg, mesin molen (pengaduk semen) yang diletakkan hingga ketengah jalan raya (melewati garis tengah). Dengan demikian mengganggu bagi pengguna jalan yang melintas, baik roda empat maupun roda dua, apalagi jalan ini merupakan lintas utama (ring road) pulau Samosir. Jalan Utama ini juga minim lampu penerangan, karena tidak adanya tiang yang dipasangi lampu listrik dari PLN, guna membantu menerangi Jalan Raya bagi orang yang melintas dilokasi kecelakaan tunggal dini hari itu. Informasi yang dihimpun oleh media, bahwa pembangunan parit jalan raya ini dikerjakan oleh sub rekanan CV. Ambarita yang disubkan oleh PT. PP. Pihak rekanan CV. Ambarita berkantor di Pematang Siantar. Lukman Saragih, Pengawas kerja CV Ambarita mengaku jika mereka melakukan kesalahan atau keteledoran meletakkan material bangunan. Lukman Saragih, sempat mengelak ketika awak media meminta penjelasan atas standar operasional prosedur proyek dan siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian laka lantas. Dia beralasan, jika material digeser atau diletakkan dibahu jalan, mereka akan mengalami kerugian karena masuk ke dalam galian parit. "Kami mengakui kesalahan ini akibat adanya material kami yang diletakkan ditengah badan Jalan Raya. Kejadian tewasnya satu orang warga pada dini hari tadi kami serahkan kepada pihak PT. PP. Insiden ini akan kami laporkan ke pimpinan. Kami hanya Pekerja disini," ujar Lukman, pengawas lapangan CV. Ambarita yang mitra kerja dari PT. PP. Ketika ditanya lagi oleh awak media perihal alamat kantor CV. Ambarita, awalnya Lukman mengaku tidak karena dia baru satu bulan bekerja sebagai pengawas lapangan. "Maaf pak, saya tidak mengetahui alamat kantornya di Siantar, karena saya baru satu bulan disini bekerja." jawab Lukman. Menurutnya, jumlah pekerja yang diawasinya sebanyak 16 orang. "Semua pekerja kita rekrut dari Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Kisaran, dan kami tidak melibatkan pekerja lokal dari Samosir. Pemilik CV. Ambarita ini berada di Siantar bang, namanya Hilman," jelas Lukman dan rekannya petugas K3 dari PT PP kepada awak media. Ketika pihak Satlantas Polres Samosir melakukan Olah TKP di lokasi kejadian (tidak dipasang garis polisi), disekitar molen ditemukan barang milik korban (tewas) seperti, sandal, jaket warna biru, pecahan body dan pegangan boncengan belakang sepeda motor. Kasat Lantas AKP. Maju Harahap, ketika diwawancara awak media, Rabu 3/7/2019, pukul 10. 00 Wib di lokasi kejadian mengatakan, "Saat ini kita lagi melakukan rekon (red: Olah TKP) terjadiya laka tunggal pengendara sepedamotor yang mengakibatkan tewasnya 1 orang pada dini hari tadi. Anggota kita sekarang sudah bekerja untuk mengambil keterangan dari Penanggung jawab pekerja proyek Ini." Maju Harahap menambahkan, "Dari lokasi kita sudah amankan satu unit sepeda motor, satu unit mesin Molen, dan kita bawa ke Mapolsek Ambarita untuk penyelidikan selanjutnya." Menurut Kasat Lantas Polres Samosir, bahwa sebenarnya jauh-jauh hari mereka sudah menyurati pihak perusahaan PT. PP agar tidak meletakkan bahan material maupun peralatan di bahu (badan) jalan, khususnya diimalam hari, agar jangan menghambat pengguna jalan atau lalu lintas. "Jika imbauan kita tidak diindahkan, maka kami akan menindak tegas dan akan memanggil pihak perusahaan atau penanggung jawab pengerjaan jalan ini. Kita akan meminta keterangan, bilamana ada unsur kelalaian dalam pekerjaan ini maka, ini akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku sampai ke pengadilan." jelas AKP Maju. Dikabarkan, saat berita ini diturunkan, semua material dan peralatan kerja terutama mesin pengaduk semen (molen) tidak ada lagi di lokasi kejadian. Dan akhirnya pekerjaan pembangunan parit itupun terhenti, Akan halnya kondisi Carlos Sijabat selaku korban laka tunggal yang selamat. Ketika disambangi di rumah orangtuanya di dusun Langge, Rabu 3/7/2019 pkl. 13.00 WIB, kepada awak media dijelaskan bahwa kecelakaan yang dialamiya. "Saat itu, pukul 00.30 dini hari, saya menabrak gundukan material kerikil yang berada ditengah Jalan lintas utama kabupaten Samosir. Karena letak material tidak pas atau sembarangan (berserak) sampai ketengah aspal," ujarnya. "Saat itu saya mau ke Ambarita, di lokasi itu saya melintas diatas batu kerikil yang berserak diatas aspal. Kereta saya meluncur oleh ke arah kanan dan terjatuh, saya masih sadar dan luka-luka terasa perih. Saya langsung ditolong oleh masyarakat sekitar dusun itu ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Rupanya sebelum saya sudah ada korban kecelakaan di ruang puskesmas" cerita Carlos sambil rebah ditempat tidur. Ditambahkannya, bahwa saat melintasi jalan itu, dia tidak melihat tanda peringatan atau pemberitahuan. "Tidak ada rambu jalan saya lihat di tempat itu, juga kondisi sekitar gelap, nggak ada lampu penerangan jalan. Saya berharap kepada pihak perusahaan agar membuat rambu jalan yang jelas bisa dilihat pengguna jalan" ujarnya. Sementara itu, warga lokal mencermati seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan ring road Samosir. Ditengarai, faktor penyebabnya adalah kelalaian pihak rekanan-sub kontraktor dan pekerja proyek Nasional. Kelihatannya pekerja lebih mengutamakan target penyelesaian pekerjaan, tetapi tidak konsisten terhadap standar operasional, dan mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Padahal pihak pemerintah daerah setempat dan aparat ketertiban masyarakat selalu mengingatkan dan menghimbau perusahaan. "Terlepas dari siapa yang benar atau salah, yang pasti pemberi kerja (proyek) Nasional, pemerintah daerah, aparat kamtibmas, dan terutama pihak rekanan harus bertanggungjawab atas kejadian seperti ini. Sejak proyek ini dikerjakan, sudah banyak warga yang jadi korban" sebut pak Lambok, seorang warga di desa Ambarita. "Kita berharap, sebagai wujud tanggung jawab, perusahaan dan pemda harus memberi bantuan kepada korban atau keluarganya, untuk meringankan beban. Kepada pemerintah atau aparat diharap juga untuk menegakkan aturan keselamatan pekerja (K3) dan warga masyarakat" sebutnya kepada media.(*) Foto: Illustrasi laka lantas

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia