KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Menteri PUPR: Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Samosir Akan Tuntas Tahun 2020
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Aug-2019, 16:06:29 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Sebagaimana diketahui bersama, Pulau Samosir di kabupaten Samosir terletak di tengah Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, akhir-akhir ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama bagi turis domestik maupun mancanegara.

Hal ini cukup dimaklumi karena disana terdapat sejumlah obyek wisata unggulan antara lain Makam Raja Sidabutar dan Museum Batak di Tomok, Danau diatas danau, Hutabolon Simanindo, Batukursi Siallagan, terusan Tano Ponggol, wisata Tele dan pusat Geopark Sigulati, juga kampung tenun dan puluhan pantai pantai pasir putih, kawasan situs budaya Sianjurmulamula dan pemandian air panas.

Persoalan utama yang dihadapi masyarakat dan wisatawan selama ini adalah menyangkut kwalitas dan kapasitas akses-koneksi jalan utama antar kecamatan (lokasi objek wisata). Hal ini ternyata mendapat perhatian pemerintah pusat dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi ke Samosir pada tahun 2017 sehingga jalan lingkar pulau Samosir beralih status menjadi jalan nasional.

Dengan demikian tahun 2018 -2019, untuk meningkatkan konektivitas antar destinasi wisata di pulau tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan preservasi dan pelebaran jalan lingkar Pulau Samosir sepanjang 145,9 Km.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pekerjaan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Samosir dilakukan dengan meningkatkan kualitas jalan beraspal dan melebarkannya sesuai standar jalan nasional yaitu 7 meter ditambah 2 meter untuk masing-masing bahu jalan di sisi kanan dan kiri.

"Semua sudah disambungkan, dengan kondisi beraspal. Dari Tomok ke Pangururan, juga dari Tomok ke Nainggolan sudah oke, tinggal dari Nainggolan - Onan Runggu ke Pangururan masih ada 21 km yang perlu kita tingkatkan dan akan kita lanjutkan pada tahun 2020," kata Menteri Basuki saat meninjau Jalan Lingkar Samosir, Rabu (31/7/2019)

Menteri Basuki bersama rombongan menyusuri kalan lingkar Samosir dari daerah Tomok hingga kawasan Jembatan Tano Ponggol dan dolanjutkan hingga ke kawasan wisata Tele, situs Geopark Kaldera Toba di daratan Sumatera (kecamatan Harian).

Menurutnya pekerjaan preservasi dan pelebaran jalan tersebut sudah berjalan dengan baik dengan hasil kondisi jalan yang mulus. "Pulau Samosir merupakan salah satu destinasi dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba yang diprioritaskan saat ini. Keinginan kuat dan program daerah untuk menyejahterakan rakyat melalui kegiatan pariwisata harus didukung penuh oleh Pemerintah Pusat karena ini untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Menteri Menteri Basuki yang juga ikut bersama dalam kunjungan Presiden RI Jokowi di Samosir pada tgl. 29-31 Juli 2019.

Diketahui selama ini, akses utama menuju ke Danau Toba dan Pulau Samosir dari arah Medan adalah melalui Parapat dan menyeberang dengan menggunakan ferry. Namun dengan dibukanya Bandara Silangit sebagai bandara internasional, alternatif akses menuju Danau Toba dan Samosir semakin banyak tidak hanya melalui penyeberangan danau (Parapat, Ajibata ke Tomok, Ambarita; Tigaras - Simanindo; Muara-Nainggolan) tapi bisa pula melalui darat via Sidikalang dan Dolok Sanggul - Tele - Pangururan.

Untuk itu Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan melakukan preservasi dan pelebaran jalan termasuk penanganan tebing sehingga mengurangi risiko longsor baik pada jalan akses menuju ke Pulau Samosir dari Simpang Tele menuju ke Pangururan maupun jaringan jalan lingkar di dalam Pulau Samosir.

Menurut Menteri Basuki, peningkatan jaringan jalan berupa preservasi dan pelebaran jalan dibagi dalam dua paket pekerjaan sudah dimulai sejak Desember 2017 dengan kontrak tahun jamak. Paket I adalah preservasi dan pelebaran jalan Pangururan – Ambarita – Tomok – Onan Runggu sepanjang 75,9 Km berupa pekerjaan pelebaran jalan dengan nilai kontrak sebesar Rp367,21 miliar dan akhir kontrak Desember 2019.

Pelaksana pekerjaan paket I ini adalah konsorsium antara PT. Pembangunan Perumahan dan PT. Seneca.Sementara itu, paket II adalah pekerjaan preservasi dan pelebaran jalan Tele – Pangururan – Nainggolan – Onan Runggu sepanjang 68,43 Km yang terdiri dari kegiatan pelebaran sepanjang 47,1 Km dan pemeliharaan sepanjang 21,33 Km.

Alokasi anggaran untuk Paket II ini adalah sebesar Rp159,24 miliar dan akan selesai di Desember 2019. Pekerjaan ini dilakukan secara KSO antara PT. Gunakarya, Tunas, dan Kurnia.

Lebih lanjut disampaikan, untuk menyelesaikan preservasi dan pelebaran jalan dari Nainggolan ke Pangururan sepanjang 18 km dan dari Onanrunggu - Nainggolan sepanjang 3 km, kementerian PUPR telah mengalokasikan angggaran sebesar Rp 164,99 miliar pada tahun 2020. Dengan tersedianya infrastruktur jalan dalam kondisi mantap maka koneksivitas dan kemudahan wisatawan mencapai lokasi-lokasi wisata di Pulau Samosir semakin baik.

Dengan adanya proyek preservasi dan pelebaran Jalan lingkar Pulau Samosir tersebut para pengguna jalan rutin (pengendara sepeda motor, mobil penumpang) sudah merasakan manfaatnya ketika melintas jalur tersebut. Bahkan mereka yang berprofesi sebagai supir mobil sewa mengatakan kepada media, bahwa dengan adanya jalan mulus tersebut kini mereka lebih cepat dan lancar membawa wisatawan dari hotel menuju tempat-tempat wisata di Pulau Samosir.

"Contohnya, dari kawasan Tuktuk ressort menuju kota/objek wisata Pangururan saat ini cukup satu jam. Jalurnya sudah menjadi lebih aman dan nyaman dibanding sebelumnya, Cuma kita tetap berharap para pengendara agar tetap berdisiplin dan mematuhi aturan lalulintas" sebut seorang warga yang sehari-harinya melintasi jalan dari rumahnya di Tomok menuju tempat kerja di Pangururan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia