KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiBerkat di Balik Wabah Corona oleh : Fida Abbott
09-Apr-2020, 01:17 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tahun 2020 ini merupakan tahun bersejarah bagi dunia. Siapa yang tak kenal Covid-19? Makhluk kasat mata ini menjadi populer di mana-mana saat ini. Dia bukan pahlawan dunia yang umumnya dikenang sepanjang masa melainkan sebuah musuh yang dikenal oleh masyarakat
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemunafik 05 Apr 2020 16:00 WIB

Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Konferensi Studi Lokal GMKI Tanjungpinang Gandeng KPK, GAMKI, dan IAAC

 
DAERAH

Konferensi Studi Lokal GMKI Tanjungpinang Gandeng KPK, GAMKI, dan IAAC
Oleh : Antha | 10-Mar-2020, 01:24:26 WIB

KabarIndonesia - Tanjung Pinang, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tanjungpinang menggelar Konferensi Studi Lokal (KSL) di Aula Kampus STISIPOL Raja Haji, Jumat (06/03/2020). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Konperensi Cabang (Konpercab) VII GMKI Cabang Tanjungpinang yang mengangkat tema “Penggerak Anti Korupsi".

Tema tersebut diangkat dengan tujuan membuka pandangan pemuda dalam mencegah dan melakukan aksi terhadap maraknya tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat daerah, khususnya di Kepulauan Riau.

Selain GMKI, KSL tersebut dihadiri ratusan mahasiswa STISIPOL Raja Haji, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), perwakilan Organisasi Internal kampus di Tanjungpinang-Bintan, GMNI, HMI, serta Organisasi Kedaerahan. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan KPK RI, Rektor STISIPOL Raja Haji, dan DPP GAMKI yang juga mewakili Institute for Action Against Corruption (IAAC).

Menurut Endri Sanopaka, S.Sos., MPM., yang adalah Rektor STISIPOL Raja Aji, sejak dibentuk, KPK justru belum berhasil menyelesaikan persoalan korupsi. Korupsi malah semakin menjamur.

“Sebaiknya nama KPK diganti saja dengan Komisi Pencegahan Korupsi, sehingga KPK tidak lagi hanya menangkap orang yang sengaja berbuat pidana korupsi, namun diperkuat pada sisi pencegahannya,” ujarnya.

Benydictus Siumlala M.S., selaku Koordinator Program Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI, membenarkan bahwa sedikit banyak fungsi dan kewenangan KPK sudah berubah sejak dikeluarkannya UU KPK nomor 19 tahun 2019 yang menurutnya sangat melemahkan KPK.

"Fungsi pencegahan diperkuat sehingga fungsi penindakan melemah, buktinya pasca revisi UU KPK belum ada lagi kasus OTT KPK. Selain itu, sifat KPK yang yang bebas independen terhadap kekuasaan manapun sudah dimasukkan dalam rumpun kekuasaan eksekutif, yang pegawainya wajib menjadi aparatur sipil negara," sambung Benydictus.

Alan Christian Singkali, sebagai panelis dari DPP GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), mengungkapkan bahwa pencegahan korupsi dapat dilakukan sejak dini, misalnya mahasiswa. Dengan menciptakan kader anti-korupsi, kita masih punya harapan akan lahir pemimpin-pemimpin berintegritas di masa depan.

"Banyak budaya korupsi yang harus kita hindari sejak masa mahasiswa, contohnya budaya titip absen, budaya melanggar lalu lintas, budaya mark-up uang SKS, bahkan budaya terlambat (korupsi waktu). Hal-hal ini harus diberantas agar semangat anti-korupsi mendarah-daging dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Alan yang juga adalah Direktur Pendidikan dan Sosialisasi IAAC.

Diskusi Publik ini akan dilanjutkan pada keesokan harinya (Sabtu, 07/03/20) dengan masuk pada sesi pelatihan penggerak anti-korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

IAAC berkomitmen akan terus mendukung KPK RI dalam upaya pemberantasan korupsi, khususnya terkait pendidikan anti-korupsi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia