KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiInternational Press Card HOKI Bukan Sekedar Kartu Pers oleh : Kabarindonesia
30-Nov-2020, 14:05 WIB


 
  KabarIndonesia - Berikut beberapa alasan mengapa International Press Card HOKI bukan sekedar Press Card biasa:

- Jumlah penulis Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) terus bertambah, hingga sudah mencapai lebih dari 15.000 orang banyaknya; 
- HOKI telah mendapat penghargaan MURI sebagai media yang
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
TOUR KE BELANDA GRATIS JIKA.... 04 Des 2020 15:05 WIB

 

Ketua Fraksi Golkar Halsel Angkat Bicara Terkait Ilegal Logging di Obi Utara

 
DAERAH

Ketua Fraksi Golkar Halsel Angkat Bicara Terkait Ilegal Logging di Obi Utara
Oleh : Zul/budi | 10-Jun-2020, 14:58:01 WIB

KabarIndonesia - Maluku Utara, Pembalakan liar Ilegal Loging serta konflik lahan area hutan kayu semakin marak terjadi di Obi Utara, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) provinsi Maluku Utara (Malut) sudah lama terjadi, tapi sengaja ditutupi hingga kembali terjadi untuk sekian kalinya.

Sebagaimana diketahui, pembalakan liar atau disebut illegal logging merupakan bentuk kejahatan lingkungan yang terorganisir. Kejahatan lingkungan diatur dalam Undang-undang No 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan hukuman terberat pidana 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 Milyar. 

Selain itu, kejahatan terhadap hutan diatur diatur dalam Undang-undang RI No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberatasan Pengrusakan Hutan dan Undang-undang RI No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dengan saksi pidana minimum 5 (lima) tahun dan denda paling sedikit Rp 1,5 Milyar.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Halsel Dapil Obi, yang juga Ketua Fraksi Golkar Rustam Ode Nuru pun angkat bicara, bahwa pembalakan liar (ilegal logging) dan konflik batas wilayah lahan hutan sudah lama terjadi di Obi Utara serta bahkan sebagian besar Pulau Obi, namun kasus itu tidak pernah ditangani sampai tuntas.

"Pembalakan ini so lama, konflik lahan masyarakat juga so lama setidaknya harus ada konsensus/kesepakatan para kades di Obi utara dan masyarakat, Camat, Kapolsek segera fasilitasi tidak boleh ada pembiaran. Nanti ada konflik," kata Utam Ode kepada awak media melalui via handphone, (09/06/2020)

Utam Ode menyampaikan, ada 13 air kali (Sungai) yang mengalir di Pulau Bisa Obi Utara.  "Sekarang yang aktif tinggal 1 yaitu sungai Kokotu yang sisanya itu tidak mengalir lagi, tunggu hujan turun baru air mengalir, ini masalah serius. Jangan lagi ada penebangan baru. Kalau mau bakobong (berkebun) masyarakat boleh manfaatkan hutan yang sudah di rumbah/jurame jang tebang hutan lagi," imbuh Utam Ode.

Selain itu, ia menjelaskan, Pulau Bisa itu kecil, tanaman tahunan masyarakat lebih banyak dari pada hutan yang tersisa. Itu artinya kalau hutan ketika masyarakat menebang, maka sumber air akan hilang.

"Jadi dampaknya bukan cuman tanaman yang mati, tapi masyarakat juga ikut sengsara," katanya.

Meski begitu, Rustan Ode Nuru menambahkan, bahwa ia sebagai wakil Ketua Bamperda Perda RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) dan zonasi itu sudah di buat.

"Tinggal diundangkan oleh Pemerintah, jadi saran saya seluruh Camat di Obi segera berkoordinasi deng Pemda untuk mengatur zonasi dan tata ruang di masing-masing kecamatan termasuk tapal batas, karna itu rawan konflik," tegas Utam Ode.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia