KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kapolres Jember Pelopori Seminar Mencegah Persekusi Pertama di Indonesia

 
DAERAH

Kapolres Jember Pelopori Seminar Mencegah Persekusi Pertama di Indonesia
Oleh : Rohmah Sugiarti | 09-Jun-2017, 06:25:53 WIB

KabarIndonesia - Penanganan dan pencegahan aksi persekusi sekarang ini tengah menjadi atensi besar dari pemerintah, namun sayangnya hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang belum mengetahui secara tepat apa itu persekusi yang sesungguhnya. Dilandasi akan alasan itulah maka Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo  SH, SIk, MH berinisiatif untuk segera menggelar seminar Anti Persekusi yang pertama di Indonesia.

Bertajuk “Mencegah Persekusi dalam rangka Memelihara Keamanan dan Ketertiban di Kabupaten Jember” seminar ini akhirnya terselenggara dengan baik dan memuaskan di New Sari Utama, Jember (8/6/2017).

Hadir dalam seminar tersebut: Bupati Jember dr. Faida, MMR, Pasiintel Kodim 0824 Jember, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jember, Kasipidum Kejaksaan Negeri Jember, Rektor Universitas Jember., Rektor Unversitas Muhammadiyah Jember, Rektor IAIN Jember, Ketua MUI Kabupaten Jember, Ketua FK UB Jember, Ketua MAG Jember, Pengurus Organisasi Keagamaan, Pengurus Organisasi Kepemudaan, Pengurus Organisasi Kemahasiswaan, Pengurus Perguruan Pencak Silat, Kapolsek Jajaran Polres Jember dan Nitizen Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo  SH, SIk, MH menjelaskan, “Persekusi merupakan pemburuan sewenang wenang terhadap individu atau sejumlah warga untuk disakiti, atau dipersusah yang dilakukan oleh sekelompok orang.”

“Persekusi saat ini menjadi hot isue. Apabila persekusi dibiarkan secara terus menerus maka masyarakat nantinya akan main hakim sendiri dan hal ini harus dicegah. Bila terjadi, maka pelaku persekusi harus segera ditindak tegas sesuai dengan UU yang berlaku,” lanjut beliau menjelaskan.    

Jangan Terpengaruh HOAX
Kapolres Jember yang muda dan dikenal pintar menjalin komunikasi dengan masyarakat ini mengingatkan bahwa pada beberapa kasus aksi persekusi bermula dari berita hoax yang sengaja dibuat viral (disebarkan) di media social, atau dengan kata lain persekusi muncul akibat makin maraknya hoax atau kabar bohong.

“Persekusi tidak akan muncul dengan sendirinya tanpa adanya faktor yang mempengaruhi. Faktor pemicu yang biasa terjadi yaitu salah seorang memposting yang berisi gunjaran kebencian atau berita bohong sehingga seseorang yang membaca terpengaruh,” ungkapnya.

“Makanya jangan mudah terpengaruh berita yang belum jelas kebenarannya. Mengapa masih banyak yang terpengaruh? Karena kurangnya pemahaman yang dimiliki oleh orang tersebut. Maka dari itu bijaklah dalam bermedsos’ tambah beliau mewanti-wanti.

Sebagai komitmen atas tugasnya dalam menegakkan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jember, Kusworo mengecam keras aksi persekusi yang terjadi dan berjanji akan benar-benar memberikan sanksi tegas jika terjadi di wilayah hukum Kabupaten Jember yang menjadi tanggung jawabnya.

“Persekusi merupakan tindak pidana dan melanggar Hak Asasi Manusia, terlebih yng bertujuan menyakiti baik secara fisik maupun psikis, “Persekusi terdapat dalam rumusan KUHP dan UU Perlindungan Anak,’ tegasnya sekali lagi menandaskan.  

Kesepakatan Ormas

Langkah antisipasi yang harus dilakukan dalam penindakan pencegahan persekusi diungkapkan Kusworo meliputi beberapa hal dasar.

Pertama yaitu mengurungkan niat calon pelaku persekusi dengan mensosialisasikan ancaman hukuman pidananya dan tindak tegas terhadap pelaku persekusi agar menjadi pembelajaran.

Kedua Polres dan Polsek harus semakin peka terhadap berita di medsos. Shingga bila sudah mulai ada pemburuan target persekusi, mereka bisa segera bertindak dengan cepat bahkan bisa melakukan pencegahan dini. Ketiga, terhadap pembuat berita bohong/hoax dan hate speech agar benar-benar segera dijerat oleh UU ITE yang ada.

Terakhir, berharap bahwa seminar anti persekusi yang pertama di gelar di Indonesia ini mampu memberikan andil nyata yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat, sebagai tindakan nyata seusai seminar langsung dilakukan penandatanganan kesepakatan dengan seluruh ormas, sebagai antisipasi terjadinya aksi persekusi.

Kebetulan yang seminar ini merupakan, tokoh-tokoh dan tetua masyarakat,  Ketua Ormas atau yang dituakan dari organisasi masing-masing. Dengan penandatanganan kota kesepakatan ini, diharapkan dapat menjadi solusi preventif atau upaya pencegahan terjadinya nya persekusi di organisasi mereka masing-masing. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017oleh : Rohmah Sugiarti
10-Des-2017, 23:02 WIB


 
  Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017 Kota Bandung sempat diguyur hujan deras sejak siang, rupanya animo kaum muda dan pecinta musik tidak ikut surut sesudah hujan. Sesuai jadwal, tepat pukul 16.00, panggung “JOOX Live Festival Hura Ceria”, yang diadakan pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Lapangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia