KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kapolres Jember Pelopori Seminar Mencegah Persekusi Pertama di Indonesia

 
DAERAH

Kapolres Jember Pelopori Seminar Mencegah Persekusi Pertama di Indonesia
Oleh : Rohmah Sugiarti | 09-Jun-2017, 06:25:53 WIB

KabarIndonesia - Penanganan dan pencegahan aksi persekusi sekarang ini tengah menjadi atensi besar dari pemerintah, namun sayangnya hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang belum mengetahui secara tepat apa itu persekusi yang sesungguhnya. Dilandasi akan alasan itulah maka Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo  SH, SIk, MH berinisiatif untuk segera menggelar seminar Anti Persekusi yang pertama di Indonesia.

Bertajuk “Mencegah Persekusi dalam rangka Memelihara Keamanan dan Ketertiban di Kabupaten Jember” seminar ini akhirnya terselenggara dengan baik dan memuaskan di New Sari Utama, Jember (8/6/2017).

Hadir dalam seminar tersebut: Bupati Jember dr. Faida, MMR, Pasiintel Kodim 0824 Jember, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jember, Kasipidum Kejaksaan Negeri Jember, Rektor Universitas Jember., Rektor Unversitas Muhammadiyah Jember, Rektor IAIN Jember, Ketua MUI Kabupaten Jember, Ketua FK UB Jember, Ketua MAG Jember, Pengurus Organisasi Keagamaan, Pengurus Organisasi Kepemudaan, Pengurus Organisasi Kemahasiswaan, Pengurus Perguruan Pencak Silat, Kapolsek Jajaran Polres Jember dan Nitizen Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo  SH, SIk, MH menjelaskan, “Persekusi merupakan pemburuan sewenang wenang terhadap individu atau sejumlah warga untuk disakiti, atau dipersusah yang dilakukan oleh sekelompok orang.”

“Persekusi saat ini menjadi hot isue. Apabila persekusi dibiarkan secara terus menerus maka masyarakat nantinya akan main hakim sendiri dan hal ini harus dicegah. Bila terjadi, maka pelaku persekusi harus segera ditindak tegas sesuai dengan UU yang berlaku,” lanjut beliau menjelaskan.    

Jangan Terpengaruh HOAX
Kapolres Jember yang muda dan dikenal pintar menjalin komunikasi dengan masyarakat ini mengingatkan bahwa pada beberapa kasus aksi persekusi bermula dari berita hoax yang sengaja dibuat viral (disebarkan) di media social, atau dengan kata lain persekusi muncul akibat makin maraknya hoax atau kabar bohong.

“Persekusi tidak akan muncul dengan sendirinya tanpa adanya faktor yang mempengaruhi. Faktor pemicu yang biasa terjadi yaitu salah seorang memposting yang berisi gunjaran kebencian atau berita bohong sehingga seseorang yang membaca terpengaruh,” ungkapnya.

“Makanya jangan mudah terpengaruh berita yang belum jelas kebenarannya. Mengapa masih banyak yang terpengaruh? Karena kurangnya pemahaman yang dimiliki oleh orang tersebut. Maka dari itu bijaklah dalam bermedsos’ tambah beliau mewanti-wanti.

Sebagai komitmen atas tugasnya dalam menegakkan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jember, Kusworo mengecam keras aksi persekusi yang terjadi dan berjanji akan benar-benar memberikan sanksi tegas jika terjadi di wilayah hukum Kabupaten Jember yang menjadi tanggung jawabnya.

“Persekusi merupakan tindak pidana dan melanggar Hak Asasi Manusia, terlebih yng bertujuan menyakiti baik secara fisik maupun psikis, “Persekusi terdapat dalam rumusan KUHP dan UU Perlindungan Anak,’ tegasnya sekali lagi menandaskan.  

Kesepakatan Ormas

Langkah antisipasi yang harus dilakukan dalam penindakan pencegahan persekusi diungkapkan Kusworo meliputi beberapa hal dasar.

Pertama yaitu mengurungkan niat calon pelaku persekusi dengan mensosialisasikan ancaman hukuman pidananya dan tindak tegas terhadap pelaku persekusi agar menjadi pembelajaran.

Kedua Polres dan Polsek harus semakin peka terhadap berita di medsos. Shingga bila sudah mulai ada pemburuan target persekusi, mereka bisa segera bertindak dengan cepat bahkan bisa melakukan pencegahan dini. Ketiga, terhadap pembuat berita bohong/hoax dan hate speech agar benar-benar segera dijerat oleh UU ITE yang ada.

Terakhir, berharap bahwa seminar anti persekusi yang pertama di gelar di Indonesia ini mampu memberikan andil nyata yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat, sebagai tindakan nyata seusai seminar langsung dilakukan penandatanganan kesepakatan dengan seluruh ormas, sebagai antisipasi terjadinya aksi persekusi.

Kebetulan yang seminar ini merupakan, tokoh-tokoh dan tetua masyarakat,  Ketua Ormas atau yang dituakan dari organisasi masing-masing. Dengan penandatanganan kota kesepakatan ini, diharapkan dapat menjadi solusi preventif atau upaya pencegahan terjadinya nya persekusi di organisasi mereka masing-masing. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia