KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Indahnya Obyek Wisata Tahura Sultan Adam
Oleh : Muji Setiawan | 07-Jan-2014, 01:32:51 WIB

KabarIndonesia – Banjarmasin, Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, nama Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, bukanlah nama asing lagi ditelinga mereka. Kawasan hutan lindung yang memiliki potensi wisata alam itu, sangat dikenal sebagai tempat tujuan wisata alam yang banyak dikunjungi para wisatawan lokal dan asing, seperti saat liburan sekolah maupun saat menjelang pergantian ahun baru.

Secara administratif, kawasan Tahura Sultan Adam, berada dalam dua wilayah, yaitu Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah laut dengan luas areal sekitar 164 hektar, yang terdiri dari 80 persen luasan berada di Kabupaten Banjar dan 20 persennya berada dalam wilayah Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Dengan luasan areal mencapai 164 hektar itu, menjadikan Tahura Sultan Adam, terluas di Indonesia dari 16 Tahura yang ada.

Untuk bisa mencapai lokasi Tahura Sultan Adam, tidaklah sulit, karena bisa di jangkau oleh semua jenis angkutan umum , baik kendaraan roda 2 maupun roda 4. Demikian juga, jarak tempuhnya hanya sekitar 20 Kilometer dari ibukota Kabupaten Banjar, Martapura atau 50 kilometer dari Kota Banjarmasin.
Selain menyimpan obyek wisata alam yang masih asri, Tahura Sultan Adam juga menyimpan ratusan flora – fauna, sehingga menjadikan kawasan ini ramai didatangi para pengunjung setiap tahunnya.

Di antara obyek wisata alam yang banyak didatangi pengunjung, di lokasai Tahura Sultan Adam adalah, obyek wisata buatan Waduk PLTA Pangeran Muhammad Noor. Waduk yang mirip danau ini, memiliki luas 8000 hektar dengan fungsi utamanya sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Selatan, selain berfungsi sebagai penyanggah erosi dan banjir, serta untuk kegiatan olahraga air. Yang asyiknya lagi, di tengah waduk terdapat pulau pohon Pinus Merkussi, dan bentangan bukit batas, yang menjadikan obyek wisata ini berbeda dengan obyek wisata buatan lainnya.

Obyek wisata alam lainnya yang banyak di datangi para pengunjung, adalah Air Terjun Surian, Air Terjun Batu Kumbang, dan Air Terjun Mandin Sawa. Ketiga air terjun ini, dapat dijangkau dengan cara menyusuri aliran Sungai Hanaru, dengan memakan waktu lebih kurang 3 jam. Sedangkan Air Terjun Bagugur, terletak dibagian hulu Sungai Tabatan, dengan jarak tempuh sekitar 2 jam.
Mereka yang pernah datang ke sini, sudah pasti tidak akan lupa dengan Tahura Sultan Adam, dengan suguhan panorama alamnya yang indah, namun juga diberikan pendidikan, bahwa betapa pentingnya menjaga kelestarian alam itu, bagi kelangsungan hidup semua makhluk di permukaan bumi ini.

Selain obyek wisata alamnya, di Tahura Sultan Adam sendiri, tercatat ada ratusan species flora yang tumbuh, dan menjadi bagian dari Taman Hutan Raya Sultan Adam, yaitu Pohon Meranti (Shorea spp), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Kahingai (Santiria tomentosa), Damar (Dipterocarpus spp), Pampahi (Ilexsimosa spp), Kuminjah Laki (Memecylon leavigatum), Keruing (Dipterocarpus Grandiflorus), Mawai (Caethocarpus grandiflorus), Jambukan (Mesia sp.) dan Kasai (Arthocarpus Kemando).
Kawasan Tahura Sultan Adam, juga merupakan habitat bagi binatang langka khas Kalimantan, seperti Bekantan (Nasalis larvatus), Owa-owa (Hylobates Muelleri), Lutung Merah (Presbytis rubicunda), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), rusa (Cervus Unicolor), Kijang Merah (Muntiacus Muntjak), Kijang Mas (Muntiacus Atherodes), Pelanduk (Tragulus Javanicus), Landak (Hystrix brachyura), Musang Air (Cynogale Benetti), Macan Dahan (Neofelis Nebulosa), Kuau/Harui (Argusianus Argus), Rangkong Badak (Buceros Rhinoceros), Enggang (Berenicornis Comatus), Elang Hitam (Ictinaetus Malayensis), Elang Bondol (Haliastur Indus), Raja Udang Sungai (Alcedo Atthis), Raja Udang Hutan dan (Halycon Chloris).

Menjadi Incaran Oknum Tidak Bertanggung Jawab

Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, dengan segala potensi Sumber Daya Alam yang dikandungnya, tidaklah heran menjadi obyek incaran bagi oknum yang tidak bertanggungjawab, untuk dikuasai dan ekploitasi sehingga mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda.

Saat ini, Tahura Sultan Adam, tidak hanya dikenal dengan sejumlah obyek wisata alamnya yang indah, serta flora dan faunanya yang memikat hati, namun juga memiliki kandungan alam seperti batu mulia (Intan ) dan Logam Mulia (Emas) serta batu bara.

Menurut Kepala Balai Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Achmad Redani, Tahura Sultan Adam, memiliki sejumlah kawasan dengan kandungan emas, intan dan batu bara.

“Berdasarkan penelitian, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, mengandung emas, intan dan batu bara serta galian lainnya. Inilah alasan kenapa, Tahura Sultan Adam, menjadi incaran oknum tertentu yang ingin menarik keuntungan perambahan Tahura,” ungkap Achmad Redani.

Ditambahkannya, kualitas intan yang di kandung bumi Tahura Sultan Adam, merupakan kualitas nomor satu di dunia, sehingga, berbagai cara pun dilakukan oknum tertentu, agar dapat menguasai sebagian atau keseluruhan dari kawasan Tahura Sultan Adam.

Salah satu, kasus yang berkaitan dengan Tahura Sultan Adam, adalah kasus perambahan hutan yang dilakukan terdakwa HD, warga Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar tersebut, tertangkap petugas gabungan Polri dan petugas Kantor Balai Tahura Sultan Adam, saat melakukan kegiatan perambahan di areal Tahura.
Tak hanya merambah kawasan Tahura, HD juga dituduh melakukan penanaman pohon karet di areal Tahura seluas 30 hektar, hingga akhirnya di jebloskan ke penjara oleh polisi dan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Martapura, Kalimantan Selatan.

Dari fakta ini, timbul pertanyaan? Mungkinkah HD, yang notabene hanya warga biasa, mampu melakukan investasi penanaman karet seluas 30 hektar, apalagi di kawasan hutan lindung? Benarkah ada aktor lain yang ingin menguasai sebagian atau keseluruhan kawasan Tahura dengan menggunakan tangan HD, dengan cara menanam pohon karet?

Inilah tugas aparat penegak hukum, untuk mengungkap kasus perambahan Tahura Sultan Adam, apakah murni tindakan kriminil atau atau unsur muatan lain di balik kasus ini? Kita berharap, sidang putusan kasus ini, yang rencananya akan digelar pada tanggal 9 Januari 2014 di Pengadilan Negeri Martapura, dapat memberi efek jera bagi pelaku, dan memberi rasa takut bagi oknum yang ingin melakukan perambahan, sehingga Tahura Sultan Adam, tetap terjaga kelestariannya sebagai kawasan hutan wisata dan hutan pendidikan. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia