KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Importir Ilegal Bahan Kimia Berbahaya di Tambang Rakyat Maluku Semakin Marak

 
DAERAH

Importir Ilegal Bahan Kimia Berbahaya di Tambang Rakyat Maluku Semakin Marak
Oleh : Zulkifli Budi. S | 01-Jul-2019, 14:06:39 WIB

KabarIndonesia - Maluku Utara, Ratas Presiden 9 Maret 2017 di istana Negara, membahas tentang larangan penggunaan bahan kimia merkuri dan bahan kimia lain di tambang skala kecil seperti tambang rakyat. Pada waktu itu, Presiden mengungkapkan harus dilarang dan harus dihentikan. Apalagi Indonesia adalah salah satu Negara yang ikut menandatangani konvensi Minamata di China 2016 lalu.

Pada saat kunjungan Jokowi ke pulau buruh, gunung botak 2017 lalu, Presiden telah memerintahkan Kapolri agar tambang rakyat mengunakan bahan kimia merkuri dan bahan kimia berbahaya lainnya segera dihentikan. Juga mengawasi distribusi dan importir illegal di tambang-tambang rakyat. Larangan itu bukan hanya di tambang rakyat saja melainkan di tambang skala menengah dan besar juga.

Kini, walau sudah dihentikan, masih banyak distribusi dan importir illegal di tambang rakyat Desa Anggai Kec. Obi Kabupaten Halmahera Selatan. Kenyataan di lapangan masih banyak beredar, ini dibuktikan saat tertangkap tangan bongkar muat bahan kimia berbahaya di atas dermaga Laiwui Desa Jikotamo. Bahan kimia berbahaya langsung di amankan oleh petugas Polisi dan Syahbandar kemudian dibawah ke kantor Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan Obi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Namun ke esokan harinya barang tersebut tidak ditahan melainkan dibawa menuju desa Sambiki untuk ditampung, Peristiwa ini terjadi pada bulan Maret 2019 yang lalu.

Saat kunjungan Sekretaris jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (Sekjen DPP APRI) Imran S. Malla ke pulau Obi,  30 Mei 2019, dia mendapat laporan dari warga bahwa ada terjadi bongkar muat di dermaga, diangkut dengan kapal penumpang KM. Obi Permai rute Ternate tujuan Obi, April 2019 lalu. “Pa baru-baru saya lihat ada bahan kimia CN (Cea Nida) mereka bongkar di pelabuhan, tapi untungnya ada anggota polisi langsung tahan barangnya dan di bawa ke kantor. Cuman tiba-tiba besok barangnya dibawa lagi ke desa Sambiki oleh yang punya barang," tutur salah satu warga melapor pada Imran S.Malla. Sesaat setelah mendapat laporan dari warga, Sekjend DPP APRI langsung berkunjung ke rumah tempat penampungan barang di desa Sambiki untuk melakukan investigasi.

Dalam investigasinya, Sekjend DPP APRI mendapat banyak keterangan-keterangan dari orang tempat penampungan barang, dan Sekjen menduga ada oknum-oknum sengaja melakukan kong kalikong dengan pengusaha. “Saya sudah lakukan investigasi ke tempat penampungan yang ada di desa Sambiki, orangnya berinisial “AA” langsung dimintai keterangan, kesimpulannya saya sudah tau siapa yang backup mereka, suda tau pemilik barangnya, dan distributor di Obi siapa, itu saya sudah tau semua, serta saya sudah ambil dokumentasi bongkar muat, laporan saya sudah buat ke POLHUKAM, jadi tinggal menunggu proses saja," kata Sekjen DPP APRI Imran S. Malla kepada pewarta melalui jaringan telepon selular.(*) 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia