KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
DAERAH

Festival Tenun Ulos Akan Digelar Pertengahan Oktober 2018 di Tapanuli Utara
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 03-Sep-2018, 23:37:26 WIB

KabarIndonesia - Tarutung, Dikabarkan bahwa pada 13-17 Oktober 2018 mendatang Festival Tenun Nusantara (FTN) 2018 akan digelar di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penyebaran pesona budaya Batak khususnya dalam dunia tenun kain ulos kepada dunia.

Menurut Ketua Tim Kerja Festival Tenun Nusantara 2018, Despin Butarbutar didampingi tim teknis Yanes Sidabutar kepada wartawan, bahwa kegiatan ini merupakan festival kali pertama, yang akan digelar di dua lokasi yakni di Muara dan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

"Festival mengambil tema 'Ahu Partonun' (Saya Penenun), FTN akan diisi berbagai pagelaran antara lain Pameran Tenun Nusantara, festival Permainan Tradisional Anak pada 14 Oktober 2018, Opening Ceremony & Symposium Internasional Ulos pada 15 Oktober 2018 di Gedung Kesenian Tapanuli Utara di Tarutung )," jelas Despin Butarbutar.

Ditambahkannya ada juga Boot Camp Partonun pada 15-16 Oktober 2018 di Pulau Sibandang, Tapanuli Utara, serta Pesta Budaya Rakyat Festival Matumona pada 16-17 Oktober 2018 di Muara, Tapanuli Utara.

"FTN 2018 didukung sepenuhnya Ditjen Kebudayaan Kemdikbud RI dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam platform kebudayaan bernama Indonesiana," jelasnya.

Despin mengatakan, platform kebudayaan Indonesiana ini merupakan inisiatif baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendorong dan sekaligus memperkuat upaya pemajuan kebudayaan sesuai UU No 5 Tahun 2017. Harapan tersebut diwujudkan melalui gotong-royong penguatan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai azas, tujuan, dan obyek pemajuan kebudayaan.

Selanjutnya, ia menjelaskan pada tahun 2018 Indonesiana berfokus pada konsolidasi untuk peningkatan standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya.

Peningkatan dilakukan melalui dukungan atas penyelenggaraan festival-festival di daerah, baik penguatan terhadap festival yang sudah ada sebelumnya maupun mendukung penyelenggaraan festival yang baru yang relevan dengan potensi dan karakter budaya di kawasan masing-masing.

“Di kawasan Danau Toba, secara khusus di Kabupaten Tapanuli Utara, tenun adalah tema besar yang mewakili potensi serta karakter budayanya,” katanya.

Despin menyebutkan, kabupaten Tapanuli Utara yang berada di kawasan Danau Toba bersedia menjadi tuan rumah yang mengampu festival. Ini diperkuat oleh fakta bahwa di kabupaten ini memiliki sekitar 3.000 orang penenun.

Persiapan festival, telah dimulai sejak September 2017 yakni dengan pembentukan Tim Kerja Indonesiana Toba yang menjadi tim untuk pelaksanaan FTN 2018. Tim ini terdiri dari unsur pemerintah serta unsur komunitas seni budaya dan industri kreatif kawasan Danau Toba.

Setelah terbentuk tim ini, selanjutnya dilakukan konsolidasi terhadap para tetua adat dan komunitas seni budaya di 8 kabupaten yang mewakili 6 puak Batak di kawasan Danau Toba.

"Konsolidasi dilakukan dengan melaksanakan berbagai pelaksanaan diskusi kebudayaan bertajuk Kumpul Komunitas serta acara-acara lainnya yang melibatkan berbagai pihak khususnya para penenun se-kawasan Danau Toba." pungkas Despin.Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Satika Simamora mengatakan, konsep Festival Tenun Nusantara yang dipusatkan di Kabupaten Tapanuli Utara pada 14-17 Oktober 2018, harus matang.

“Saya ingin nantinya semua proses hingga ke acara matang, jangan asal-asalan karena saya ingin ini sukses, dan jangan stop sampai disini tapi harus berkelanjutan," kata Satika saat menerima kedatangan tim dari Sekretariat Indonesiana Pusat Kemendikbud RI, pada Jumat (31/8/2018).

Untuk itu, Satika akan terus berkoordinasi ke semua instrumen yang terlibat karena Festival Tenun Nusantara (FTN) disebutkannya sebagai momen dan kesempatan buat pengrajin Taput untuk menunjukkan ke mata dunia bahwa motif dan nilai tenunan Taput sangat tinggi serta indah. Sudah saatnya petenun itu dapat hasil dari karya mereka bukan seperti selama ini lebih besar didapat pengusaha maupun designer.

“Diajang itu nantinya petenunnya yang akan kita angkat, nantinya disana akan hadir petenun dari berbagai daerah di Nusantara dengan motif dan ciri khasnya. Dan ini sudah saya lakukan saat pembuatan film produksi Tapanuli Utara, artis lokalnya yang kita berdayakan dan naikkan," ujar Satika, isteri Nikson Nababan, Bupati Taput.

"Nantinya di ajang itu, tenunan Taput yang akan ditonjolkan sebagai tuan rumah disamping tenunan dari berbagai nusantara. Kita ada gorga, gondang, Tenun dengan pewarna alam dan juga berbagai jenis ulos. Cukup kaya dan beragam, itulah yang saya mintakan ke panitia agar diangkat," lanjutnya.

Ketua PKK tersebut optimis festival tenun yang baru pertama kali dilakukan di Tapanuli Utara akan sukses berkat dukungan dan harus kerja keras semua elemen. “Saya akan turun tangan langsung dan bekerjasama dengan panitia agar festival ini sukses," sebutnya.

Sementara itu, sebelumnya Tim teknis daerah untuk Festival Tenun Nusantara, Yanes David Sidabutar dan Roynaldo Purba melaksanakan rapat kordinasi ketiga kali dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tapanuli Utara, ibu Satika Simamora.

“Kedatangan kami agar festival nantinya di Taput dapat berjalan lancar dan sesuai yang direncanakan. Dalam waktu dekat, tim dari Sekretariat Indonesiana Pusat Kemendikbud RI akan turun kordinasi langsung dengan perwakilan semua elemen yang terlibat. Kami, dan Ibu Satika memohon mendukung penuh," kata Yanes, Jumat (31/8/2018).

Intinya, mereka berkeinginan semua pihak punya visi dan pemahaman yang sama dalam pelaksanaan Festival berskala nasional sesuai dengan platform Kebudayaan Indonesiana. (*)


Festival Tenun Ulos Akan Digelar Pertengahan Oktober 2018 di Tapanuli Utara

KabarIndonesia - Tarutung, Dikabarkan bahwa pada 13-17 Oktober 2018 mendatang Festival Tenun Nusantara (FTN) 2018 akan digelar di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penyebaran pesona budaya Batak khususnya dalam dunia tenun kain ulos kepada dunia.

Menurut Ketua Tim Kerja Festival Tenun Nusantara 2018, Despin Butarbutar didampingi tim teknis Yanes Sidabutar kepada wartawan, bahwa kegiatan ini merupakan festival kali pertama, yang akan digelar di dua lokasi yakni di Muara dan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

"Festival mengambil tema 'Ahu Partonun' (Saya Penenun), FTN akan diisi berbagai pagelaran antara lain Pameran Tenun Nusantara, festival Permainan Tradisional Anak pada 14 Oktober 2018, Opening Ceremony & Symposium Internasional Ulos pada 15 Oktober 2018 di Gedung Kesenian Tapanuli Utara di Tarutung )," jelas Despin Butarbutar.

Ditambahkannya ada juga Boot Camp Partonun pada 15-16 Oktober 2018 di Pulau Sibandang, Tapanuli Utara, serta Pesta Budaya Rakyat Festival Matumona pada 16-17 Oktober 2018 di Muara, Tapanuli Utara.

"FTN 2018 didukung sepenuhnya Ditjen Kebudayaan Kemdikbud RI dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam platform kebudayaan bernama Indonesiana," jelasnya.

Despin mengatakan, platform kebudayaan Indonesiana ini merupakan inisiatif baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendorong dan sekaligus memperkuat upaya pemajuan kebudayaan sesuai UU No 5 Tahun 2017. Harapan tersebut diwujudkan melalui gotong-royong penguatan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai azas, tujuan, dan obyek pemajuan kebudayaan.

Selanjutnya, ia menjelaskan pada tahun 2018 Indonesiana berfokus pada konsolidasi untuk peningkatan standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya.

Peningkatan dilakukan melalui dukungan atas penyelenggaraan festival-festival di daerah, baik penguatan terhadap festival yang sudah ada sebelumnya maupun mendukung penyelenggaraan festival yang baru yang relevan dengan potensi dan karakter budaya di kawasan masing-masing.

“Di kawasan Danau Toba, secara khusus di Kabupaten Tapanuli Utara, tenun adalah tema besar yang mewakili potensi serta karakter budayanya,” katanya.

Despin menyebutkan, kabupaten Tapanuli Utara yang berada di kawasan Danau Toba bersedia menjadi tuan rumah yang mengampu festival. Ini diperkuat oleh fakta bahwa di kabupaten ini memiliki sekitar 3.000 orang penenun.

Persiapan festival, telah dimulai sejak September 2017 yakni dengan pembentukan Tim Kerja Indonesiana Toba yang menjadi tim untuk pelaksanaan FTN 2018. Tim ini terdiri dari unsur pemerintah serta unsur komunitas seni budaya dan industri kreatif kawasan Danau Toba.

Setelah terbentuk tim ini, selanjutnya dilakukan konsolidasi terhadap para tetua adat dan komunitas seni budaya di 8 kabupaten yang mewakili 6 puak Batak di kawasan Danau Toba.

"Konsolidasi dilakukan dengan melaksanakan berbagai pelaksanaan diskusi kebudayaan bertajuk Kumpul Komunitas serta acara-acara lainnya yang melibatkan berbagai pihak khususnya para penenun se-kawasan Danau Toba." pungkas Despin.Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Satika Simamora mengatakan, konsep Festival Tenun Nusantara yang dipusatkan di Kabupaten Tapanuli Utara pada 14-17 Oktober 2018, harus matang.

“Saya ingin nantinya semua proses hingga ke acara matang, jangan asal-asalan karena saya ingin ini sukses, dan jangan stop sampai disini tapi harus berkelanjutan," kata Satika saat menerima kedatangan tim dari Sekretariat Indonesiana Pusat Kemendikbud RI, pada Jumat (31/8/2018).

Untuk itu, Satika akan terus berkoordinasi ke semua instrumen yang terlibat karena Festival Tenun Nusantara (FTN) disebutkannya sebagai momen dan kesempatan buat pengrajin Taput untuk menunjukkan ke mata dunia bahwa motif dan nilai tenunan Taput sangat tinggi serta indah. Sudah saatnya petenun itu dapat hasil dari karya mereka bukan seperti selama ini lebih besar didapat pengusaha maupun designer.

“Diajang itu nantinya petenunnya yang akan kita angkat, nantinya disana akan hadir petenun dari berbagai daerah di Nusantara dengan motif dan ciri khasnya. Dan ini sudah saya lakukan saat pembuatan film produksi Tapanuli Utara, artis lokalnya yang kita berdayakan dan naikkan," ujar Satika, isteri Nikson Nababan, Bupati Taput.

"Nantinya di ajang itu, tenunan Taput yang akan ditonjolkan sebagai tuan rumah disamping tenunan dari berbagai nusantara. Kita ada gorga, gondang, Tenun dengan pewarna alam dan juga berbagai jenis ulos. Cukup kaya dan beragam, itulah yang saya mintakan ke panitia agar diangkat," lanjutnya.

Ketua PKK tersebut optimis festival tenun yang baru pertama kali dilakukan di Tapanuli Utara akan sukses berkat dukungan dan harus kerja keras semua elemen. “Saya akan turun tangan langsung dan bekerjasama dengan panitia agar festival ini sukses," sebutnya.

Sementara itu, sebelumnya Tim teknis daerah untuk Festival Tenun Nusantara, Yanes David Sidabutar dan Roynaldo Purba melaksanakan rapat kordinasi ketiga kali dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tapanuli Utara, ibu Satika Simamora.

“Kedatangan kami agar festival nantinya di Taput dapat berjalan lancar dan sesuai yang direncanakan. Dalam waktu dekat, tim dari Sekretariat Indonesiana Pusat Kemendikbud RI akan turun kordinasi langsung dengan perwakilan semua elemen yang terlibat. Kami, dan Ibu Satika memohon mendukung penuh," kata Yanes, Jumat (31/8/2018).

Intinya, mereka berkeinginan semua pihak punya visi dan pemahaman yang sama dalam pelaksanaan Festival berskala nasional sesuai dengan platform Kebudayaan Indonesiana. (*)


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia