KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
KAMI MASIH PUNYA RASA MALU 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
DESAINER SANG PEMUJA SETAN! 29 Mei 2020 13:08 WIB


 

Diskusi Virtual: Kondisi Mahasiswa Sumba di Jawa Pada Masa Pandemi Covid-19

 
DAERAH

Diskusi Virtual: Kondisi Mahasiswa Sumba di Jawa Pada Masa Pandemi Covid-19
Oleh : Antha | 19-Mei-2020, 14:14:00 WIB

KabarIndonesia - Sumba, Kamis 14 Mei 2020, mahasiswa asal Sumba di Pulau Jawa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Sumba di Jawa (Forum KMSJ) mengadakan diskusi virtual dengan tema “Kondisi Mahasiswa Sumba Di Jawa Pada Masa Pandemi Covid-19”. Forum ini diinisiasi oleh Eliaser Wolla Wunga mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Forum ini diadakan karena melihat realitas bahwa kurangnya diskusi kritis para mahasiswa Sumba di Jawa dalam masa pandemi covid-19.

Diskusi virtual ini mengundang enam orang pembicara yakni Ratu N.B. Wulla, ST (Anggota DPR RI Asal NTT), Kresna Umbu Haingu, S.Ip (Pembina Mahasiswa IKS Semarang), Bene Dalupe S.IP, M.IP (Dosen Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta), Masen Umbu L. Sobang (Ketua Umum Perwasus, Salatiga), Umbu Yogi Pratama (Ketua Umum IMSJ), Jerivan R. Njukambani (Ketua Umum IKS Solo). Diskusi ini dimoderatori oleh inisiator Forum KMSJ Eliaser Wolla Wunga.

Dalam kesempatan ini salah satu pembicara Ratu N.B Wulla tidak sempat hadir dan mengikuti diskusi virtual karena susah login. Walaupun tanpa kehadiran salah satu pembicara peserta diskusi tetap bersemangat mengikuti diskusi. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan peserta yang mencapai 48 orang dan mampu bertahan sampai akhir diskusi.

Para pembicara dalam kesempatan ini memaparkan kondisi mahasiswa di kota masing-masing. Pada tempat pertama Umbu Yogi menyampaikan bahwa mahasiswa di jakarta saat ini berjumlah 300 yang terdata di organisasi IMSJ. Kendala utama mahasiswa menurutnya belum melakukan pembayaran SPP karena ketiadaan dana, ketiadaan kuota internet untuk mengikuti kelas online, beberapa mahasiswa kuliah sambil bekerja namun karena covid-19 para mahasiswa di PHK dan menyebabkan mereka tidak bisa bekerja dan melanjutkan kuliah.

Pada tempat yang kedua Jerivan mengatakan bahwa saat ini mahasiswa di Solo dari segi kesehatan cukup baik dan relatif aman, masalah pendidikan juga aman, namun masalah keuangan yang menipis. Berikutnya dia menyampaikan bahwa sudah bertanya dan bersurat kepada pemerintah daerah dengan menjelaskan kondisi namun belum ada respon sejauh ini.

Pada tempat yang ketiga Kresna Umbu menyampaikan bahwa Semarang saat ini masih aman dan stabil. Selain itu menurutnya kondisi covid-19 penting sekali untuk manage diri untuk IKS sudah menyiapkan data-data mahasiswa Sumba yang ada di Semarang. Selanjutnya dia mengatakan bahwa mahasiswa Semarang tidak memikirkan mengenai sembako dan sebagainya karena mendapat bantuan dari pemerintah Kota Semarang namun yang jadi persoalan adalah tingkat kebosanan mahasiswa yang berada di kos-kosan dengan aktivitas yang terbatas.

Pada tempat keempat Masen Sobang menyampaikan kondisi mahasiswa Sumba di Salatiga tidak jauh berbeda dari Semarang. Apalagi terdapat bantuan rutin dari kampus seperti sembako yang saat ini sudah dibagikan dalam empat gelombang. Selain bantuan dari kampus, juga mendapat bantuan dari Kesbangpol Semarang dan Gubernur Jawa Tengah. Persoalannya hanya rasa jenuh berkepanjangan karena tidak dapat berkumpul dan bebas seperti biasanya.

Pada tempat kelima Bene Dalupe menyampaikan bahwa kondisi saat ini memang tingkat kebosanan bertambah namun perlu untuk tetap berpikir aktif dan kritis. Menurutnya yang paling terdampak adalah para mahasiswa yang orang tuanya adalah petani, nelayan, peternak dan sebagainya yang saat ini tidak bisa bekerja.

Selanjutnya walaupun dia mengapresiasi langkah yang sudah di ambil pemerintah Sumba Barat Daya yang mendata mahasiswa yang lagi di perantauan untuk mendapatkan bantuan sosial, namun dia mengkritik waktu yang dipakai untuk pendaftaran sampai pengiriman berkas yang sangat singkat.

Ketakutan utamanya adalah mahasiswa tidak mampu mengurus ini lebih cepat karena kondisi pembatasan sosial yang ada. Selain itu dia berharap bahwa penyaluran bantuan sosial tidak menyimpang, dan mengingatkan anak Sumba di tanah rantau untuk saling memperhatikan.

Diskusi yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini berlangsung dengan aman dan efektif dengan banyak perspektif yang disampaikan peserta diskusi. Hasil akhir dari diskusi ini menelurkan beberapa gagasan yakni perlu adanya kerjasama organisasi daerah Sumba untuk bersama-sama menyurati pemerintah daerah, menyampaikan kondisi mahasiswa di Jawa, perlu berkolaborasi untuk saling tolong menolong dan berkoordinasi. Selain itu walaupun dalam waktu dekat akan ada pelonggaran PSBB diharapkan kita mampu menahan diri dengan tidak keluar-keluar kecuali ada sesuatu yang penting dan juga mari jangan pulang kampung dulu di masa-masa ini.(*) 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
Agama Nano Nato 30 Mei 2020 00:58 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia