KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiPernyataan "Orang Tua yang Terlalu Over-Protektif Hasilkan Anak Pandai Berbohong" oleh : Felita Budiman
18-Jan-2017, 15:23 WIB


 
 
Pernyataan
KabarIndonesia - Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Maka, wajar saja bila orangtua memberikan perlindungan yang maksimal kepada anaknya. Untuk memberikan perlindungan kepada anak adalah hal yang sah- sah saja, mengingat banyaknya pelaku kejahatan di luar sana. 
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Yang Maha Mendengar 17 Jan 2017 15:26 WIB

Senyuman Sedu Dibalik Hujan 16 Jan 2017 19:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Resep Bakso Ikan Tenggiri 27 Des 2016 13:53 WIB

 

Diduga Bantuan Raskin Diselewengkan di Deliserdang

 
DAERAH

Diduga Bantuan Raskin Diselewengkan di Deliserdang
Oleh : Rudi Irawan | 27-Des-2013, 19:23:57 WIB

KabarIndonesia - Deliserdang, Bantuan Beras Miskin (Raskin) yang diberikan oleh pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang, diduga banyak diselewengkan aparat pemerintahan desa di Deliserdang, Sumatera Utara. Pasalnya, pada tahun 2013 ini saja, pemerintah Kabupaten Deliserdang melalui dinas sosial menyalurkan Raskin sebanyak 15 kali penyaluran dalam setahun.

Namun kenyataannya, banyak warga yang tidak mengetahui tentang jumlah penyaluran tersebut, sehingga masyarakat yang menerima tidak pernah mengetahui berapa jumlah yang telah diterimanya dalam setahun.

Penelusuran ke beberapa warga desa yang dikonfirmasi terkait pembagian beras raskin tersebut, fakta yang mengejutkan terjadi di lapangan. Di pasar 6 dan pasar 7 desa Kotasan, Kecamatan Galang, Deliserdang, Sumatera Utara misalnya, warga yang menerima bantuan beras miskin tidak pernah mengetahui berapa kali jumlah beras yang disalurkan kepadanya. Saat ditanya perihal kartu tanda terima beras yang diberikan pemerintah, warga mengakui tidak memegangnya karena telah diambil dan dipegang oleh kepala dusun setempat. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah dusun di desa jaharun B, Kecamatan Galang, Deliserdang, Sumatera Utara.

“Kalau dalam setahun ini kami rasa tak sampai 15 kali yang disalurkan ke warga, dari bulan 10 sampai sekarang ini kami sudah tidak ada terima beras lagi. Kalau kartu tanda terima memang dulunya kami yang pegang. Tapi sekarang sudah dipegang sama Kepala Dusun (Kadus),“ ungkap salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Selain jumlah penyaluran yang diduga kurang dari 15 kali yang sampai kepada warga dalam setahun, harga beras yang dinaikkan Rp 2000 dari harga semula Rp. 24.000 per 15kg menjadi Rp 26.000 per 15 kg menjadi keluhan warga. Menurut warga sejak beberapa bulan lalu, pihak kepala dusun setempat menaikkan harga beras tersebut dengan alasan untuk biaya trasnportasi mengangkut beras tersebut.

“Dapatnya 15 kg, itupun takarannya tak pas. Kalau dulu harganya Rp 24.000 namun sekarang menjadi Rp 26.000,” ujar warga lainnya.

Selain itu, Didesa Talun Kenas, Kecamatan STM Hilir, Deliserdang, Sumatera Utara misalnya, banyak warga mendapatkan beras raskin namun kurang dari jumlah yang diberikan oleh pemerintah. Tidak ratanya pembagian menjadi keluhan warga setempat. Bahkan menurut warga banyak warga miskin yang ada di talun kenas yang gak mendapatkan beras raskin. Bahkan yang paling mengejutkan, beras miskin yang harusnya diterima warga miskin banyak beredar diperjual belikan oleh salah seorang pedagang berinisial ET di desa mereka dengan harga Rp. 5000/kg.

“Banyak warga miskin yang gak dapat beras di sini, kalau pun ada yang dapat jumlahnya hanya 5 kg. Kami juga heran, di sini ada Grosir yang menjual beras raskin dengan harga Rp 5000, kami juga gak tahu dari mana dapatnya,“ ungkap warga yang minta namanya dirahasiakan.

Sementara itu pantauan di lapangan, ada banyak warga yang mengaku mendapatkan beras kurang dari 15 kali penyaluraan. Padahal pemerintah Kabupaten Deliserdang melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Perekonomian Ngadili Ginting membenarkan bahwa, untuk penyaluran beras Raskin ditahun 2013 ini pemerintah menyalurkan beras raskin sebanyak 15 kali kepada masyarakat, karena pemerintah telah melebihkan sebanyak 3 kali penyaluran sebagai konfensasi dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Selain itu Ngadili Ginting juga mengatkan, kurangnya sosialisasi dalam kelebihan penyaluran di tahun ini mengakibatkan banyak masyarakat yang tidak mengetahu terkait kelebihan penyaluran beras raskin tersebut. Sehingga sangat diperlukan pengawasan yang lebih oleh pemerintah kecamatan terhadap pembagian yang dilakukan oleh aparat pemerintah desa ke masyarakat.

“Memang pada tahun ini bantuan beras raskin ada kelebihan 3 kali penyaluran dalam setahun sebagai konfensasi pemerintah terhadap dampak kenaikan BBM. Memang karena kurangnya sosialisasi, banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya," terang Ngadili, Senin ( 23/12).

Ngadili juga menegaskan akan menindak oknum aparat pemerintahan desa mau kecamatan yang terbukti menyelewengkan dalam penyaluran beras kepada masyarakat miskin. Ngadili juga mengatakan bahwa tidak akan mengampuni bilamana ada didapatkan beras raskin diperjual belikan kepada masyarakat.

Pemerintah jelas ngadili, menyalurkan beras kepada masyarakat yang telah terdaftar di pemerintah pusat. Harga dalam perkilo gram sebesar Rp 1.600, sehingga dalam jumlah 15 kg yang dibagikan kemasyarakat sebesar Rp 24.000 / 15 kg. Sehingga kenaikan harga yang diberikan pemerintahan desa menurutnya adalah sesuatun yang salah. Namun jika masyarakat tersebut telah bersepakat oleh aparat pemerintah desa, maka hal tersebut tidak mengapa.

“Kalau harga perkilo itu Rp 1.600, jadi kalau 15 kg harganya Rp 24.000. kalau ada yang jual lebih dari itu, jelas salah. Tapi jika sudah ada kesepakatan dari kedua belah pihak tidak mengapa. Saya paling gak suka ada laporan bahwa beras bantuan masyarakat miskin itu diperjualbelikan di grosir. Kalau itu tidak saya ampuni. Kenapa ada beras raskin di grosir, ada apa kok bisa beras raskin di grosir. Kalau memang terbukti tidak akan saya ampuni," tegas Ngadili Ginting.


Teks foto: Salah seorang warga miskin di Desa Kotasan, Kecamatan Galang, Deliserdang, Sumatera Utara sedang memasak nasi dari beras Raskin yang disalurkan pemerintah. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016oleh : Eliyah Acantha Manapa
08-Jan-2017, 13:46 WIB


 
  Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016 Seekor Kerbau yang badannya dilukis pada Toraja National Art Festival 2016. Kegiatan Toraja National Art Festival ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Tantangan Persatuan dan Kesatuan 18 Jan 2017 16:14 WIB


 

 

 

 

 

 

 
 

 
 
 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia