KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
DAERAH

Bupati Samosir Apresiasi Teknologi IPAT BO Tanaman Padi di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 14-Mar-2018, 17:33:31 WIB

KabarIndonesia - Samosir, "Ini adalah Padi lokal yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi IPAT BO di salah satu sampel yang berada desa Parsaoran kec. Pangururan yang dipandu oleh salah seorang anak rantau Samosir yang juga guru besar di UNPAD Bpk Prof.Dr. Tualar Simarmata".

"Inilah cikal bakal komoditi padi lokal dengan kualitas Super yg akan kita kembangkan di kab. Samosir. Terimakasih Pak Prof. Tualar, semoga Bapak sehat selalu." tulis Bupati Samosir, Drs Rapidin Samosir, MM, menginformasikan disertai gambar tanaman padi di Pangururan, pada media dan pewarta kabarindonesia, Rabu (14/03).

Diinformasikan bahwa teknologi IPAT-BO adalah teknologi inovasi Intensifikasi berbasis Organik yanghemay air, hemat pupuk dan hemat benih.
Kendatipun hemat, tetapi produktivitas tanaman padi dapat meningkat secara signifikan.

Akun resmi Unpad, unpad.ac.id, (11/08/2017) menyampaikan bahwa di ajang acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar, hasil penelitian Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad Prof. Dr. Tualar Simarmata, Ir., M.S., dipamerkan sebagai salah satu inovasi unggulan nasional.

Inovasi yang dikembangkan Prof. Tualar terkait teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO), yang telah dikembangkannya selama lebih dari 10 tahun. Dirancang sebagai teknologi hemat air, hemat pupuk anorganik, serta hemat benih. Teknologi ini menitikberatkan pada manajemen kekuatan biologis tanah, tata air, manajemen tanaman dan pemupukan berbasis organik secara terpadu. Dengan dasar organik, teknologi IPAT-BO menggunakan berbagai produk pupuk hayati sebagai sumber nutrisi mikroba tanah yang mampu meningkatkan kualitas lahan dalam waktu singkat. Proses ini tentu berbeda jika menggunakan pupuk anorganik yang memicu percepatan degradasi tanah.

Disampaikan lebih lanjut bahwa Prof. Tualar pada even Harteknas tersebut, menjelaskan dalam mengejar capaian produk beras unggulan, segala aspek terkait proses juga harus unggul. Setidaknya, selain teknologi yang unggul, kualitas bibit, pendampingan, kemitraan, tingkat kesejahteraan petani, serta proses pengolahan yang juga harus unggul.

"Dalam rangka menghasilkan beras unggul, maka teknologinya juga harus unggul,” ujar Prof. Tualar saat ditemui di sela pameran Hakteknas 2017, Kamis (10/08).

Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa Teknologi IPAT-BO ini telah banyak diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di provinsi Sumatera Utara, bahkan di Sulawesi Selatan sendiri, teknologi IPAT-BO telah diterapkan di 23 Kabupaten. Teknologi IPAT-BO ini diterapkan pada benih padi unggul yang dikembangkan Kemenristekdikti.

Sementara itu dikabarkan untuk kabupaten Samosir, tekonologi ini sudah diprkenalkan pada tahun 2016, namun responnya sangat lambat hingga terealisasi baru di tahun 2018 hasil penanaman tahun 2017.

Selain apresiasi yang disampaikan oleh Bupati Samosir, beberapa warga Samosir yang tinggal merantau di Jakarta, Bandung juga memberi ucapan selamat dan terimakasih pada Prof.Tualar dan pemkab Samosir atas ditampungnya program ini di APBD 2017.

Tumpal Simanjorang, putra Samosir yang tinggal di Bandung dan juga seorang jurnalis mengatakan, "Tekhnologi Prof Tualar, diharapkan bisa merubah mind set kita terhadap pertanian atau budidaya tanaman di Samosir." sehutnya di akun medsosnya.

"Terus terang, Prof Tualar pernah mengeluh ttg lambatnya penerapan tekhnologi ini di Samosir. Tahun 2016 sudah dimulai, tapi baru terealisasi 2018 dengan program P.APBD 2017." ujarnya seraya berkomentar kritis terhadap respon warga. "Kita mengagumi teknologi budidaya tanaman (Israel), tapi begitu ada putra Samosir punya kemapuan utk hal yg sama, seperitinya kita memandang sebelah mata," sebutnya ber-autokiritik.

Diakuinya bahwa teknologi IPAT BO ini sangat cocok untuk Samosir dan diharapkan dikembangkan lebih luas lagi setiap tahunnya. Tentu hal ini akan terealisasi bila masyarakat petani mau melakukannya dan memang cocok untuk kondisi iklim, topografis Samosir.(*)Bupati Samosir Apresiasi Teknologi IPAT BO Tanaman Padi di Samosir
KabarIndonesia - Samosir, "Ini adalah Padi lokal yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi IPAT BO di salah satu sampel yang berada desa Parsaoran kec. Pangururan yang dipandu oleh salah seorang anak rantau Samosir yang juga guru besar di UNPAD Bpk Prof.Dr. Tualar Simarmata".

"Inilah cikal bakal komoditi padi lokal dengan kualitas Super yg akan kita kembangkan di kab. Samosir. Terimakasih Pak Prof. Tualar, semoga Bapak sehat selalu." tulis Bupati Samosir, Drs Rapidin Samosir, MM, menginformasikan disertai gambar pada media dan pewarta kabarindonesia, Rabu (14/03).

Diinformasikan bahwa teknologi IPAT-BO adalah teknologi inovasi Intensifikasi berbasis Organik yanghemay air, hemat pupuk dan hemat benih.
Kendatipun hemat, tetapi produktivitas tanaman padi dapat meningkat secara signifikan.

Akun resmi Unpad, unpad.ac.id, (11/08/2017) menyampaikan bahwa di ajang acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar, hasil penelitian Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad Prof. Dr. Tualar Simarmata, Ir., M.S., dipamerkan sebagai salah satu inovasi unggulan nasional.

Inovasi yang dikembangkan Prof. Tualar terkait teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO), yang telah dikembangkannya selama lebih dari 10 tahun. Dirancang sebagai teknologi hemat air, hemat pupuk anorganik, serta hemat benih. Teknologi ini menitikberatkan pada manajemen kekuatan biologis tanah, tata air, manajemen tanaman dan pemupukan berbasis organik secara terpadu. Dengan dasar organik, teknologi IPAT-BO menggunakan berbagai produk pupuk hayati sebagai sumber nutrisi mikroba tanah yang mampu meningkatkan kualitas lahan dalam waktu singkat. Proses ini tentu berbeda jika menggunakan pupuk anorganik yang memicu percepatan degradasi tanah.

Disampaikan lebih lanjut bahwa Prof. Tualar pada even Harteknas tersebut, menjelaskan dalam mengejar capaian produk beras unggulan, segala aspek terkait proses juga harus unggul. Setidaknya, selain teknologi yang unggul, kualitas bibit, pendampingan, kemitraan, tingkat kesejahteraan petani, serta proses pengolahan yang juga harus unggul.

"Dalam rangka menghasilkan beras unggul, maka teknologinya juga harus unggul,” ujar Prof. Tualar saat ditemui di sela pameran Hakteknas 2017, Kamis (10/08).

Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa Teknologi IPAT-BO ini telah banyak diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di provinsi Sumatera Utara, bahkan di Sulawesi Selatan sendiri, teknologi IPAT-BO telah diterapkan di 23 Kabupaten. Teknologi IPAT-BO ini diterapkan pada benih padi unggul yang dikembangkan Kemenristekdikti.

Sementara itu dikabarkan untuk kabupaten Samosir, tekonologi ini sudah diprkenalkan pada tahun 2016, namun responnya sangat lambat hingga terealisasi baru di tahun 2018 hasil penanaman tahun 2017.

Selain apresiasi yang disampaikan oleh Bupati Samosir, beberapa warga Samosir yang tinggal merantau di Jakarta, Bandung juga memberi ucapan selamat dan terimakasih pada Prof.Tualar dan pemkab Samosir atas ditampungnya program ini di APBD 2017.

Tumpal Simanjorang, putra Samosir yang tinggal di Bandung dan juga seorang jurnalis mengatakan, "Tekhnologi Prof Tualar, diharapkan bisa merubah mind set kita terhadap pertanian atau budidaya tanaman di Samosir." sehutnya di akun medsosnya.

"Terus terang, Prof Tualar pernah mengeluh ttg lambatnya penerapan tekhnologi ini di Samosir. Tahun 2016 sudah dimulai, tapi baru terealisasi 2018 dengan program P.APBD 2017." ujarnya seraya berkomentar kritis terhadap respon warga. "Kita mengagumi teknologi budidaya tanaman (Israel), tapi begitu ada putra Samosir punya kemapuan utk hal yg sama, seperitinya kita memandang sebelah mata," sebutnya ber-autokiritik.

Diakuinya bahwa teknologi IPAT BO ini sangat cocok untuk Samosir dan diharapkan dikembangkan lebih luas lagi setiap tahunnya. Tentu hal ini akan terealisasi bila masyarakat petani mau melakukannya dan memang cocok untuk kondisi iklim, topografis Samosir.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buat Bit Untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia