KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
DAERAH

800 Pebalap Sepeda Adu Cepat di GFNY Indonesia Samosir Series 2018
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 04-Sep-2018, 17:58:55 WIB

KabarIndonesia - Ambarita, Sebanyak 800 pembalap sepeda jalan raya (roadbike) dari 24 negara yang telah hadir di Samosir pada Sabtu (1/9), beradu kecepatan di ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia Samosir Series 2018, yang digelar di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Sesuai dengan waktu yang ditetapkan panitia, maka pada Minggu (2/9/2018) sekitar pukul 05.00 seluruh pembalap dan penyelenggara sudah berada di lokasi start gapura "selamat datang kabupaten Samosir " di Bukit Beta simpang Tuktuk Siadong, Simanindo Samosir.

Bupati Samosir, Drs.Rapidin Simbolon MM sebelum melepas peserta mengharapkan agar seluruh peserta GFNY 2018 dapat menyelesaikan seluruh rute dan sampai ke garis finish dalam keadaan sehat, gembira, serta dapat menikmati keindahan panorama Samosir yang instagramable di sepanjang rute yang dilintasi.

Pada kesempatan ini, Bupati Samosir menyampaikan terimakasih kepada seluruh panitia, pihak Polres Samosir, dan seluruh pihak yang mendukung event ini, khususnya terhadap pihak GFNY yang khusus datang dari Amerka Serikat. Dia berharap agar seluruh peserta berkenan menjadi duta-duta promosi pariwisata Samosir-Danau Toba.

Tepat pada pukul 06.30 WIB para peserta dilepas (diberangkatkan).
"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Selamat berlomba sambil menikmati indahnya negeri kami," sebut Bupati Samosir Rapidin Simbolon sembari melepas para pembalap.

Rapidin mengangkat bendera start bersama-sama Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller, Wabup Samosir Ir. Juang Sinaga, Kapolres Samosir AKBP. Agus Darojat, S.iK, Sekda Drs. Jabiat Sagala, M.Hum serta beberapa pejabat lainnya. Juga ikut hadir melepas peserta, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang kebetulan tengah berada di Samosir.

Saat peserta berangkat dari titik start, musik gondang pun ditabuh bertalutalu oleh orang-orang muda dari Sanggar seni budaya Samosir, mengiringi seluruh peserta jelajah. Para seniman menyemangati seraya berharap kehadiran peserta dari 24 negara ini akan menjadi tenaga baru mendongkrak kebangkitan industri pariwisata Samosir-Danau Toba.

Dalam hitungan menit, para pembalap telah meninggalkan garis start, beradu cepat melintasi jalan jalur lingkar luar pulau Samosir (inner ringroad Danau Toba) dan lingkar Pusuk Buhit. Dari Bukit Beta menuju ibukota kecamatan yaitu Ambarita-Simanindo, Pangururan, Pusuk Buhit, Mogang-Palipi, Nainggolan, Onan Runggu hingga garis finish di Tuktuk Siadong (lokasi start).

Menurut panitia penyelenggara, GNFY Indonesia Samosir merupakan tuan rumah ajang internasional GNFY Championship Asia 2018. Ada dua kelas/kategori yang diperlombakan pada GFNY Indonesia Samosir Series 2018 ini, ditandai dengan jarak tempuh yang berbeda. Pertama kelas Medium Fondo dengan jarak 108 km, dan kelas Grand Fondo dengan jarak tempuh 142 kilometer.

Sepanjang perjalanan, para pembalap akan disuguhi pemandangan indah dan sambutan masyarakat dengan seni budaya khas kawasan Danau Toba. Itu terjadi karena seluruh jalur yang dilintasi, berada tepat di sisi kaldera terbesar di dunia itu. Tak hanya memberikan keindahan alam yang menakjubkan, jalur yang disiapkan juga penuh tantangan sehingga para pembalap tetap harus fokus untuk memenangkan pertandingan.

Jarak yang cukup panjang/jauh, medan yang dilalui juga sangat berat. Para pembalap tak hanya melewati jalur datar yang panjang mengitari jalur di tepian Danau Toba, tapi juga jalur menanjak yang menguras stamina serta turunan terjal yang memacu adrenalin dan bisa mengancam keselamatan pembalap. Berpacu dengan waktu tetapi juga harus lebih berhati-hati karena sebagian besar jalan yang dilintasi sedang dikerjakan untuk menjadi jalan Nasional sehingga disana-sini bahan material dan alat berat masih ada di daerah milik jalan.

"Untuk persiapan dan pelaksanaan semuanya lancar. Kendalanya hanya hujan tadi malam, jadi jalanan sempat berdebu, tapi langsung dibersihkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten. Mereka sangat mendukung even ini. Kita akan evaluasi untuk kembali melaksanakan event ini kembali tahun depan," ujar Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller melalui Tene Permatasari, Organizer GFNY Indonesia.

Tere mengaku, dari 800 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, sekira 40 persennya berasal dari luar (pembalap asing), mulai dari Malaysia, Singapura, hingga pembalap dari Eropa. Sementara pembalap dari Indonesia juga datang dari Jakarta, Bandung, Riau, hingga Papua. Menurut Tere, kondisi ini sangat baik untuk mendukung kepariwisataan di Danau Toba, khususnya di kabupaten Samosir yang memang tengah digiatkan pemerintah.
"Nantinya, pemenang GNFY Samosir Series ini akan kita berangkatkan untuk mengikuti GNFY di New York nanti," pungkas Tene.

Sementara itu, Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo mengatakan, badan otorita memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan GFNY Indonesia Samosir Series 2018. Kompetisi 'roadbike' jarak jauh bertaraf internasional ini, menurut Arie, penting untuk pengembangan wisata di kawasan Danau Toba, karena sangat berpeluang untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apalagi kawasan Danau Toba kini tengah didaftarkan sebagai situs Geopark Internasional (red: Anggota Unesco Global Geopark).

Arie Prasetyo merasa bangga dan mengapresiasi seluruh panitia yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan GFNY Indonesia Samosir Series 2018 sebagai 'event tourism sport'. Apalagi setelah melihat bahwa event ini dikemas dengan baik, dan pasti menjadi ajang promosi yang sangat baik untuk Samosir dan Danau Toba.

"Perlu kita tingkatkan lagi. Kalau akan diadakan lagi, akan kita gelar lebih baik. Tapi overall (secara keseluruhan) persiapannya sudah bagus. Semoga teman-teman dari kabupaten lain termotivasi juga untuk mengkreasi event lain yang bertaraf internasional di kawasan danau toba”, pungkasnya.

Dilaporkan bahwa pada pukul 15.00 wib, seluruh peserta telah sampai di garis finis setelah menyelesaikan lintasan sejauh 152 km untuk Rute Grand Fondo dan 108 km untuk Rute Medio Fondo.

Saat mengikuti acara Farewell Dinner Party, panitia mengumumkan para pemenang GNFY Championship Asia 2018 yakni: Atlet Roadbike Nasional asal Jakarta yang baru saja mengikuti Asian Games 2018, Aiman Cahyadi, keluar sebagai juara pertama. Dia berhasil finish pertama dalam kategori Grand Fondo berjarak 142 kilometer dalam waktu tempuh sekitar 5 jam.

Sementara untuk kategori Medium Fondo, juara pertama diraih oleh Ebben Siregar. Pembalap asal Singapura yang berusia hampir 51 tahun itu, sukses menjajal jalur sejauh 103 kilometer dalam waktu sekitar 4 jam 30 menit.

"Puas sekali. Jalur disini komplit. Yang paling luar biasa itu viewnya (pemandangan). Saya pikir semua pesepeda, khususnya dari dalam negeri harus mencoba jalur ini sebelum berpikir untuk bersepeda ke luar negeri," tandas Aiman Cahyadi yang gagal mendapat medali di ajang Asian Gsmes 2018. (*)800 Pebalap Sepeda Adu Cepat di GFNY Indonesia Samosir Series 2018

KabarIndonesia - Ambarita, Sebanyak 800 pembalap sepeda jalan raya (roadbike) dari 24 negara yang telah hadir di Samosir pada Sabtu (1/9), beradu kecepatan di ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia Samosir Series 2018, yang digelar di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Sesuai dengan waktu yang ditetapkan panitia, maka pada Minggu (2/9/2018) sekitar pukul 05.00 seluruh pembalap dan penyelenggara sudah berada di lokasi start gapura "selamat datang kabupaten Samosir " di Bukit Beta simpang Tuktuk Siadong, Simanindo Samosir.

Bupati Samosir, Drs.Rapidin Simbolon MM sebelum melepas peserta mengharapkan agar seluruh peserta GFNY 2018 dapat menyelesaikan seluruh rute dan sampai ke garis finish dalam keadaan sehat, gembira, serta dapat menikmati keindahan panorama Samosir yang instagramable di sepanjang rute yang dilintasi.

Pada kesempatan ini, Bupati Samosir menyampaikan terimakasih kepada seluruh panitia, pihak Polres Samosir, dan seluruh pihak yang mendukung event ini, khususnya terhadap pihak GFNY yang khusus datang dari Amerka Serikat. Dia berharap agar seluruh peserta berkenan menjadi duta-duta promosi pariwisata Samosir-Danau Toba.

Tepat pada pukul 06.30 WIB para peserta dilepas (diberangkatkan).
"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Selamat berlomba sambil menikmati indahnya negeri kami," sebut Bupati Samosir Rapidin Simbolon sembari melepas para pembalap.

Rapidin mengangkat bendera start bersama-sama Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller, Wabup Samosir Ir. Juang Sinaga, Kapolres Samosir AKBP. Agus Darojat, S.iK, Sekda Drs. Jabiat Sagala, M.Hum serta beberapa pejabat lainnya. Juga ikut hadir melepas peserta, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang kebetulan tengah berada di Samosir.

Saat peserta berangkat dari titik start, musik gondang pun ditabuh bertalutalu oleh orang-orang muda dari Sanggar seni budaya Samosir, mengiringi seluruh peserta jelajah. Para seniman menyemangati seraya berharap kehadiran peserta dari 24 negara ini akan menjadi tenaga baru mendongkrak kebangkitan industri pariwisata Samosir-Danau Toba.

Dalam hitungan menit, para pembalap telah meninggalkan garis start, beradu cepat melintasi jalan jalur lingkar luar pulau Samosir (inner ringroad Danau Toba) dan lingkar Pusuk Buhit. Dari Bukit Beta menuju ibukota kecamatan yaitu Ambarita-Simanindo, Pangururan, Pusuk Buhit, Mogang-Palipi, Nainggolan, Onan Runggu hingga garis finish di Tuktuk Siadong (lokasi start).

Menurut panitia penyelenggara, GNFY Indonesia Samosir merupakan tuan rumah ajang internasional GNFY Championship Asia 2018. Ada dua kelas/kategori yang diperlombakan pada GFNY Indonesia Samosir Series 2018 ini, ditandai dengan jarak tempuh yang berbeda. Pertama kelas Medium Fondo dengan jarak 108 km, dan kelas Grand Fondo dengan jarak tempuh 142 kilometer.

Sepanjang perjalanan, para pembalap akan disuguhi pemandangan indah dan sambutan masyarakat dengan seni budaya khas kawasan Danau Toba. Itu terjadi karena seluruh jalur yang dilintasi, berada tepat di sisi kaldera terbesar di dunia itu. Tak hanya memberikan keindahan alam yang menakjubkan, jalur yang disiapkan juga penuh tantangan sehingga para pembalap tetap harus fokus untuk memenangkan pertandingan.

Jarak yang cukup panjang/jauh, medan yang dilalui juga sangat berat. Para pembalap tak hanya melewati jalur datar yang panjang mengitari jalur di tepian Danau Toba, tapi juga jalur menanjak yang menguras stamina serta turunan terjal yang memacu adrenalin dan bisa mengancam keselamatan pembalap. Berpacu dengan waktu tetapi juga harus lebih berhati-hati karena sebagian besar jalan yang dilintasi sedang dikerjakan untuk menjadi jalan Nasional sehingga disana-sini bahan material dan alat berat masih ada di daerah milik jalan.

"Untuk persiapan dan pelaksanaan semuanya lancar. Kendalanya hanya hujan tadi malam, jadi jalanan sempat berdebu, tapi langsung dibersihkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten. Mereka sangat mendukung even ini. Kita akan evaluasi untuk kembali melaksanakan event ini kembali tahun depan," ujar Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller melalui Tene Permatasari, Organizer GFNY Indonesia.

Tere mengaku, dari 800 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, sekira 40 persennya berasal dari luar (pembalap asing), mulai dari Malaysia, Singapura, hingga pembalap dari Eropa. Sementara pembalap dari Indonesia juga datang dari Jakarta, Bandung, Riau, hingga Papua. Menurut Tere, kondisi ini sangat baik untuk mendukung kepariwisataan di Danau Toba, khususnya di kabupaten Samosir yang memang tengah digiatkan pemerintah.
"Nantinya, pemenang GNFY Samosir Series ini akan kita berangkatkan untuk mengikuti GNFY di New York nanti," pungkas Tene.

Sementara itu, Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo mengatakan, badan otorita memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan GFNY Indonesia Samosir Series 2018. Kompetisi 'roadbike' jarak jauh bertaraf internasional ini, menurut Arie, penting untuk pengembangan wisata di kawasan Danau Toba, karena sangat berpeluang untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apalagi kawasan Danau Toba kini tengah didaftarkan sebagai situs Geopark Internasional (red: Anggota Unesco Global Geopark).

Arie Prasetyo merasa bangga dan mengapresiasi seluruh panitia yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan GFNY Indonesia Samosir Series 2018 sebagai 'event tourism sport'. Apalagi setelah melihat bahwa event ini dikemas dengan baik, dan pasti menjadi ajang promosi yang sangat baik untuk Samosir dan Danau Toba.

"Perlu kita tingkatkan lagi. Kalau akan diadakan lagi, akan kita gelar lebih baik. Tapi overall (secara keseluruhan) persiapannya sudah bagus. Semoga teman-teman dari kabupaten lain termotivasi juga untuk mengkreasi event lain yang bertaraf internasional di kawasan danau toba”, pungkasnya.

Dilaporkan bahwa pada pukul 15.00 wib, seluruh peserta telah sampai di garis finis setelah menyelesaikan lintasan sejauh 152 km untuk Rute Grand Fondo dan 108 km untuk Rute Medio Fondo.

Saat mengikuti acara Farewell Dinner Party, panitia mengumumkan para pemenang GNFY Championship Asia 2018 yakni: Atlet Roadbike Nasional asal Jakarta yang baru saja mengikuti Asian Games 2018, Aiman Cahyadi, keluar sebagai juara pertama. Dia berhasil finish pertama dalam kategori Grand Fondo berjarak 142 kilometer dalam waktu tempuh sekitar 5 jam.

Sementara untuk kategori Medium Fondo, juara pertama diraih oleh Ebben Siregar. Pembalap asal Singapura yang berusia hampir 51 tahun itu, sukses menjajal jalur sejauh 103 kilometer dalam waktu sekitar 4 jam 30 menit.

"Puas sekali. Jalur disini komplit. Yang paling luar biasa itu viewnya (pemandangan). Saya pikir semua pesepeda, khususnya dari dalam negeri harus mencoba jalur ini sebelum berpikir untuk bersepeda ke luar negeri," tandas Aiman Cahyadi yang gagal mendapat medali di ajang Asian Gsmes 2018. (*)800 Pebalap Sepeda Adu Cepat di GFNY Indonesia Samosir Series 2018

KabarIndonesia - Ambarita, Sebanyak 800 pembalap sepeda jalan raya (roadbike) dari 24 negara yang telah hadir di Samosir pada Sabtu (1/9), beradu kecepatan di ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia Samosir Series 2018, yang digelar di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Sesuai dengan waktu yang ditetapkan panitia, maka pada Minggu (2/9/2018) sekitar pukul 05.00 seluruh pembalap dan penyelenggara sudah berada di lokasi start gapura "selamat datang kabupaten Samosir " di Bukit Beta simpang Tuktuk Siadong, Simanindo Samosir.

Bupati Samosir, Drs.Rapidin Simbolon MM sebelum melepas peserta mengharapkan agar seluruh peserta GFNY 2018 dapat menyelesaikan seluruh rute dan sampai ke garis finish dalam keadaan sehat, gembira, serta dapat menikmati keindahan panorama Samosir yang instagramable di sepanjang rute yang dilintasi.

Pada kesempatan ini, Bupati Samosir menyampaikan terimakasih kepada seluruh panitia, pihak Polres Samosir, dan seluruh pihak yang mendukung event ini, khususnya terhadap pihak GFNY yang khusus datang dari Amerka Serikat. Dia berharap agar seluruh peserta berkenan menjadi duta-duta promosi pariwisata Samosir-Danau Toba.

Tepat pada pukul 06.30 WIB para peserta dilepas (diberangkatkan).
"Selamat datang di Samosir, negeri indah kepingan surga. Selamat berlomba sambil menikmati indahnya negeri kami," sebut Bupati Samosir Rapidin Simbolon sembari melepas para pembalap.

Rapidin mengangkat bendera start bersama-sama Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller, Wabup Samosir Ir. Juang Sinaga, Kapolres Samosir AKBP. Agus Darojat, S.iK, Sekda Drs. Jabiat Sagala, M.Hum serta beberapa pejabat lainnya. Juga ikut hadir melepas peserta, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang kebetulan tengah berada di Samosir.

Saat peserta berangkat dari titik start, musik gondang pun ditabuh bertalutalu oleh orang-orang muda dari Sanggar seni budaya Samosir, mengiringi seluruh peserta jelajah. Para seniman menyemangati seraya berharap kehadiran peserta dari 24 negara ini akan menjadi tenaga baru mendongkrak kebangkitan industri pariwisata Samosir-Danau Toba.

Dalam hitungan menit, para pembalap telah meninggalkan garis start, beradu cepat melintasi jalan jalur lingkar luar pulau Samosir (inner ringroad Danau Toba) dan lingkar Pusuk Buhit. Dari Bukit Beta menuju ibukota kecamatan yaitu Ambarita-Simanindo, Pangururan, Pusuk Buhit, Mogang-Palipi, Nainggolan, Onan Runggu hingga garis finish di Tuktuk Siadong (lokasi start).

Menurut panitia penyelenggara, GNFY Indonesia Samosir merupakan tuan rumah ajang internasional GNFY Championship Asia 2018. Ada dua kelas/kategori yang diperlombakan pada GFNY Indonesia Samosir Series 2018 ini, ditandai dengan jarak tempuh yang berbeda. Pertama kelas Medium Fondo dengan jarak 108 km, dan kelas Grand Fondo dengan jarak tempuh 142 kilometer.

Sepanjang perjalanan, para pembalap akan disuguhi pemandangan indah dan sambutan masyarakat dengan seni budaya khas kawasan Danau Toba. Itu terjadi karena seluruh jalur yang dilintasi, berada tepat di sisi kaldera terbesar di dunia itu. Tak hanya memberikan keindahan alam yang menakjubkan, jalur yang disiapkan juga penuh tantangan sehingga para pembalap tetap harus fokus untuk memenangkan pertandingan.

Jarak yang cukup panjang/jauh, medan yang dilalui juga sangat berat. Para pembalap tak hanya melewati jalur datar yang panjang mengitari jalur di tepian Danau Toba, tapi juga jalur menanjak yang menguras stamina serta turunan terjal yang memacu adrenalin dan bisa mengancam keselamatan pembalap. Berpacu dengan waktu tetapi juga harus lebih berhati-hati karena sebagian besar jalan yang dilintasi sedang dikerjakan untuk menjadi jalan Nasional sehingga disana-sini bahan material dan alat berat masih ada di daerah milik jalan.

"Untuk persiapan dan pelaksanaan semuanya lancar. Kendalanya hanya hujan tadi malam, jadi jalanan sempat berdebu, tapi langsung dibersihkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten. Mereka sangat mendukung even ini. Kita akan evaluasi untuk kembali melaksanakan event ini kembali tahun depan," ujar Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller melalui Tene Permatasari, Organizer GFNY Indonesia.

Tere mengaku, dari 800 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, sekira 40 persennya berasal dari luar (pembalap asing), mulai dari Malaysia, Singapura, hingga pembalap dari Eropa. Sementara pembalap dari Indonesia juga datang dari Jakarta, Bandung, Riau, hingga Papua. Menurut Tere, kondisi ini sangat baik untuk mendukung kepariwisataan di Danau Toba, khususnya di kabupaten Samosir yang memang tengah digiatkan pemerintah.
"Nantinya, pemenang GNFY Samosir Series ini akan kita berangkatkan untuk mengikuti GNFY di New York nanti," pungkas Tene.

Sementara itu, Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo mengatakan, badan otorita memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan GFNY Indonesia Samosir Series 2018. Kompetisi 'roadbike' jarak jauh bertaraf internasional ini, menurut Arie, penting untuk pengembangan wisata di kawasan Danau Toba, karena sangat berpeluang untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apalagi kawasan Danau Toba kini tengah didaftarkan sebagai situs Geopark Internasional (red: Anggota Unesco Global Geopark).

Arie Prasetyo merasa bangga dan mengapresiasi seluruh panitia yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan GFNY Indonesia Samosir Series 2018 sebagai 'event tourism sport'. Apalagi setelah melihat bahwa event ini dikemas dengan baik, dan pasti menjadi ajang promosi yang sangat baik untuk Samosir dan Danau Toba.

"Perlu kita tingkatkan lagi. Kalau akan diadakan lagi, akan kita gelar lebih baik. Tapi overall (secara keseluruhan) persiapannya sudah bagus. Semoga teman-teman dari kabupaten lain termotivasi juga untuk mengkreasi event lain yang bertaraf internasional di kawasan danau toba”, pungkasnya.

Dilaporkan bahwa pada pukul 15.00 wib, seluruh peserta telah sampai di garis finis setelah menyelesaikan lintasan sejauh 152 km untuk Rute Grand Fondo dan 108 km untuk Rute Medio Fondo.

Saat mengikuti acara Farewell Dinner Party, panitia mengumumkan para pemenang GNFY Championship Asia 2018 yakni: Atlet Roadbike Nasional asal Jakarta yang baru saja mengikuti Asian Games 2018, Aiman Cahyadi, keluar sebagai juara pertama. Dia berhasil finish pertama dalam kategori Grand Fondo berjarak 142 kilometer dalam waktu tempuh sekitar 5 jam.

Sementara untuk kategori Medium Fondo, juara pertama diraih oleh Ebben Siregar. Pembalap asal Singapura yang berusia hampir 51 tahun itu, sukses menjajal jalur sejauh 103 kilometer dalam waktu sekitar 4 jam 30 menit.

"Puas sekali. Jalur disini komplit. Yang paling luar biasa itu viewnya (pemandangan). Saya pikir semua pesepeda, khususnya dari dalam negeri harus mencoba jalur ini sebelum berpikir untuk bersepeda ke luar negeri," tandas Aiman Cahyadi yang gagal mendapat medali di ajang Asian Gsmes 2018. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buat Bit Untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia