KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAstra Terus Salurkan Bantuan Korban Banjir Garut oleh : Wahyu Ari Wicaksono
27-Sep-2016, 11:45 WIB


 
 
Astra Terus Salurkan Bantuan Korban Banjir Garut
KabarIndonesia-Garut, Merespon bencana banjir bandang yang melanda Garut, sejak tanggal 23 September lalu, Tim Search and Rescue (SAR) Astra telah diberangkatkan ke wilayah yang terkena banjir bandang bersama Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI dan relawan lainnya untuk membantu proses evakuasi
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Sebelum Semua Berlalu 23 Sep 2016 09:49 WIB

Pena Siang 30 Aug 2016 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Fan Elvis Sejak Balita 16 Sep 2016 05:59 WIB


 

 
 
DAERAH

Dana Proyek Belum Cair, 27 Kontraktor Pasaman Barat Kecewa
Oleh : Rudhy Tanjung | 06-Nov-2008, 14:18:10 WIB

KabarIndonesia -- Sebanyak 27 orang kontraktor yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, kecewa dengan sikap pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang menunda-nunda pencairan dana sejumlah proyek yang dikerjakan.

Para rekanan itu tidak menerima keterlambatan pembayaran yang seharusnya sudah diterima sebelum lebaran kemarin. Padahal, pekerjaan sejumlah proyek sudah di tahap penyelesaian bahkan ada yang mencapai 85 persen.
Kekecewaan para rekanan itu diungkapkan saat menggelar jumpa pers di Simpang IV Pasaman Barat, Selasa (4/11) lalu. Bahkan, mereka mengancam akan menempuh jalur hukum apabila sampai Jumat (7/11) belum juga terealisasi pembayaran pekerjaan sejumlah proyek yang dikerjakan oleh rekanan.

Menurut beberapa rekanan, Pihak Pemerintah Daerah Pasaman Barat melalui bagian keuangan sengaja menunda-nunda pembayaran atas pekerjaan mereka."Selama ini kami sudah bersabar dengan ditunda-tundanya pembayaran proyek ini. Setiap ditanyakan kepada bagian keuangan, mereka menjawab pembayaran akan dilakukan setelah APBD perubahan disahkan Propinsi. Padahal kontrak dibuat jauh sebelum anggaran perubahan dilakukan sudah ada dan isi dari kontrak tidak ada menyatakan pembayaran dilakukan menunggu perubahan anggaran," kata Ketua I Gapeksindo Pasaman Barat J Harahap didampingi staf Gapeksindo S Sihaan.
Sikap keras dari sejumlah kontraktor di Pasaman Barat ini, kata Harahap, disebabkan ada puluhan tenaga kerja dari kontraktor tersebut terlantar dan belum menerima gaji.
Dijelaskannya, dalam perjanjian yang dibuat berupa kontrak bahwa setiap kemajuan pengerjaan proyek, rekanan atau kontraktor berhak meminta pembayaran sesuai dengan kemajuan yang dicapai. Dalam administrasi pembayaran, para kontraktor sudah mengikuti prosedur bahkan berita acara sudah diterima dan Dinas PU sudah pula keluarkan Surat Perintah Pencairan dan diserahkan kepada bagian keuangan Setda Pasaman Barat.
"Setiap ditanyakan kepada bagian keuangan Setda Pasaman Barat, mereka selalu menyatakan menunggu perubahan anggaran bahkan ada yang mengatakan blangko Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) belum dicetak. Rata-rata setiap kontrak itu bernilai Rp300 juta, bayangkan berapa uang yang belum dibayar. Jadi dimana kendalanya," kata Harahap mempertanyakan.
Saat dikonfirmasi kepada Dinas PU Pasaman Barat  melalui Kasubag Keuangan Dinas PU, Wildan dan Bagian Program, Anusirwan menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat penyediaan dana kepada bagian keuangan Setda Pasaman Barat.
"Urusan para rekanan dengan Dinas PU sudah selesai dan kami sudah menyerahkan semua berkas pencairan dana kepada bagian keuangan Setda Pasaman Barat," kata Wildan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pasaman Barat (DPKD), Evita Murni membantah menunda-nunda pembayaran proyek kepada para kontraktor. Menurutnya, karena ada perubahan Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Pasaman Barat yang sebelumnya bagian keuangan berubah menjadi DPKD, maka anggaran berubah dan pembayaran dilakukan setelah perubahan anggaran disahkan propinsi.
"Kami tidak menunda-nunda pembayaran, tapi kondisi keuangan memang sedang kosong dan kami menunggu perubahan anggaran disahkan. Karena perubahan SOTK, maka nomor rekening dari masing-masing SKPD tentu ikut berubah. Jadi saat ini kami sedang melengkapi persyaratan yang diinginkan propinsi. Kami berharap para rekanan dapat bersabar, dan perlu digarisbawahi Pemda Pasaman Barat tidak pernah menunda-nunda pembayaran para rekanan," jelas Evita Murni. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Orasi Warga Desa Kuyunoleh : Muhammad Zakaria
03-Sep-2016, 21:44 WIB


 
  Orasi Warga Desa Kuyun Sejumlah warga Desa Kuyun, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah berorasi di halaman gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRK) setempat. Warga meminta agar anggota dewan mengusut Kepala Desa beserta perangkatnya yang diduga telah melakukakan korupsi terhadap dana desa ratusan juta rupiah
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pancasila, Ideologi Terbuka 23 Sep 2016 09:52 WIB

 

 
 
GIIAS Hadirkan Kemewahan Otomotif 12 Aug 2016 11:56 WIB


 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 
Sungai Citarum Sakit Keras 07 Aug 2016 10:09 WIB


 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia