KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Februari 2017 oleh : Redaksi HOKI
23-Feb-2017, 15:23 WIB


 
 
Top Reporter HOKI Februari 2017
KabarIndonesia - Emanuel Bamulki atau sering dipanggil Mapianus Manu, berasal dari Tabakapa, Desa Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua, Indonesia. Ia lahir pada 1Oktober 1996 di Yegokoutu yang berada di Distrik dan Kabuten yang sama tempat dia berasal. Usai
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Ayah 11 Feb 2017 17:13 WIB

Kisah Februari 11 Feb 2017 17:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Yakoeb Soelistyo - Pendeta yang berani (History Maker)

 
PROFIL

Yakoeb Soelistyo - Pendeta yang berani (History Maker)
Oleh : Yohanes | 18-Jan-2016, 13:57:03 WIB

KabarIndonesia - Ambarawa Sebagai seorang mantan pengusaha Toko Alat Listrik dan Elektronik di Kota Comal (Kab. Pemalang-Jawa Tengah), tidak terbersit sedikitpun bakalan bisa dikenal sebagai tokoh "pengacau" kenyamanan hidup bagi para pemimpin rohani Nasrani di Indonesia.

Diawali panggilan Tuhan sebagai Wakil Gembala Sidang di Gereja Bethel Indonesia Ambarawa, Jakoeb Soelistyo yang saat bersamaan juga menerima tawaran untuk menggembalakan sebagai Gembala Sidang Gereja Bethel Indonesia di jalan Nias Semarang dan di Kota Rembang, melalui pergumulan doa, telah membawanya ke Ambarawa dan meninggalkan Toko Alat Listrik dan Elektronik nya yang telah membawanya menjadi OKB (Orang Kaya Baru), karena saat itu Pemerintah Indonesia baru mencanangkan Program Listrik Masuk Desa.

Dengan bekal pengetahuan theologia yang diperolehnya, Jakoeb Soelistyo melayani jemaat Gereja Bethel Indonesia Ambarawa sebagai Wakil gembala Sidang dengan tekad menyampaikan kebenaran Firman berdasarkan Kitab Suci yang diyakininya. Setelah Gembala Sidang berpulang kepada Tuhan, maka Jakoeb Soelistyo dilantik sebagai Gembala Sidang untuk menggantikan gembala sidang yang sudah "Mangkat" terlebih dahulu.

Ketika ada seseorang memberitakan mengenai Nama Tuhan yang disembah oleh Bapa Abraham, Ishak dan Yakub serta sesembahannya para nabi, yaitu YAHWEH, Jakoeb Soelistyo MENOLAK mentah-mentah karena yang menyampaikan bukan orang theologia dan berita tersebut dianggap hanya sebagai SEBUTAN saja dan tidak punya pengaruh apapun terhadap iman seseorang, bahkan diusirnya orang tersebut.

Namun sepulangnya orang tersebut, Jakoeb berdoa mohon petunjuk Tuhan karena selama ini memang belum pernah mengkaji Firman khusus mengenai NAMA TUHAN walaupun sekolah theologia, maka dengan satu tekad, jika yang dimaksud orang tersebut benar, baik dari segi arkeologis, historis, theologis, spiritual dan sebagainya, maka Jakoeb berjanji kepada Tuhan untuk meluruskan masalah itu ke seluruh bumi ini.

Hasil pergumulan doa menyimpulkan bahwa berita mengenai NAMA TUHAN yang ditolaknya tersebut ternyata benar, maka mulailah Jakoeb Soelistyo bereaksi dengan menyampaikan ke seluruh jemaat yang Tuhan percayakan kepadanya. Memang untung ruginya sudah diperhitungkannya sebelumnya, rupanya ketakutan terhadap Tuhan dan ketaatannya terhadap Firman Tuhan jauh lebih dominan dari pada keuntungan-keuntungan secara jasmani jika TIDAK disampaikannya kebenaran mengenai NAMA TUHAN tersebut.

Sebenarnya 97% jemaat menerima penjelasan yang disampaikannya, namun ada seorang keturunan Chinese yang berwibawa karena kaya, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Wanita, TIDAK SETUJU. Maka dia berkolaborasi dengan beberapa tokoh gereja orang-orang kaya di gereja tersebut, yang terasa sakit hati karena beberapa tahun sebelumnya pernah mau memaksa Jakoeb untuk menjadi Gembala Sidang.

Padahal saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gembala ditolaknya, karena Jakoeb berpendapat bahwa itu merupakan cara kudeta halus terhadap gembala yang sudah dalam keadaan lemah karena sakit gula darah berat, maka masalah nama Tuhan itu menjadi landasan bagi mereka untuk "naik" ke Majelis Daerah dan ke Majelis Pusat Sinode untuk menyingkirkannya.

Saat itulah terjadi badai topan di gereja tersebut. Jemaat yang sudah dinaikkannya secara kuantitas dari 100 jiwa menjadi sekitar 600 jiwa, jadi berantakan dan diakhiri dengan pengusiran Jakoeb Soelistyo di suatu malam untuk keluar dari pastori, dengan sebuah kalimat "mau tidak mau bisa tidak bisa (lewat telepon) dengan alasan pendeta baru akan masuk", namun ternyata 3 tahun kemudian, baru masuk ke pastori tersebut.

Alasan pengusiran tersebut mengingat secara organisasi, walaupun Jakoeb Soelistyo sudah menggembalakan 8 tahun, namun tanggal 17 Agustus 2001 sudah resmi dipecat sebagai gembala sidang oleh Sinode.

Dengan dijaga 2 orang Polisi, malam itu juga Jakoeb Soelistyo mengangkut barang yang dimilikinya seperti ranjang pengantin plus perabotan yang dibawanya dari Comal dengan uang Rp.20.000,- di tangan ke rumah tante Sam Siek, jemaat seorang janda tua yang bersedia menampungnya, yang saat itu sedang berada di Samarinda di rumah anaknya, namun kunci rumah ada di rumah tetangganya, diserahkannya kepadanya setelah ditelepon dari Samarinda.

Saat menutup pintu rumah tante Sam Siek itu Jakoeb melihat arloji di tangannya menunjukkan Pukul 01.30 dini hari. Uang ditangan Jakoeb hanya Rp. 20.000,- karena selama skorsing  3 bulan hak-haknya tidak diberikan, dan uang tabungannya sudah dibawa anaknya yang pertama, untuk kuliah di Florida USA di Pensacola Christian College jurusan Nursing.

Namun YAHWEH yang ditegakkannya nama-Nya sesuai Firman Tuhan, telah membelanya. Dua bulan berikutnya ada orang yang memberinya rumah yang sekarang ditempatinya di Bawen Bukit Permai Blok D - 21 Bawen yang berjarak sekitar 5 km dari Ambarawa ke arah Semarang. Bukan hanya itu, Tuhan pun memberkati dengan berkat-berkat lain untuk modal pelayanan mendirikan gereja baru.
 
Penderitaan tidak berakhir dengan pengusiran dari pastori, melainkan juga harus berurusan dengan Polisi karena diadukan oleh seseorang yang tidak jelas, dan berurusan dengan  kelompok Islam dari Wonosobo dengan tuduhan penghinaan terhadap agama Islam karena "membuang"Allah. Beberapa hari berikutnya setelah pengusiran tersebut, Jakoeb menerima surat panggilan dari Departemen Agama Kab. Semarang, Linmas dan berurusan dengan instansi-instansi terkait karena dituduh korupsi juga. Padahal sejak menjabat sebagai Wakil Gembala, Jakoeb tidak pernah pegang uang Kas gereja karena ada bagian keuangan tersendiri.

Kejahatan umat Nasrani yang merasa terusik kenyamanan hidupnya, tidak mampu membawanya ke penjara karena Jakoeb berhasil meyakinkan ajarannya, bahkan mereka semua yang awalnya diperkirakan mampu melindasnya, justru mendukung untuk membuat gereja baru sebagai basis ajarannya untuk meluruskan ajaran Nasrani yang sudah SALAH akibat kesalahan terjemahan yang dilakukan oleh Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi, saat menerjemahkan Kitab Suci ke bahasa Melayu, sehingga nama Allah masuk dalam Kitabnya Nasrani.

Setelah sekian lama Jakoeb bertekad meluruskan KEBENARAN sesuai Firman Tuhan tersebut, maka Jakoeb telah berhasil meyakinkan jemaat dari seluruh penjuru dunia dengan memberikan seminar, DVD sanggahan sebagai HAK Jawab, menyebarkan traktat kebenaran tersebut dan sebagainya, sehingga telah membawanya ke USA untuk komunitas orang Indonesia di manca negara melalui seminar sebanyak 3 kali, ke Aussy 1 kali, ke Malaysia 1 kali, ke berbagai  pulau, dan desa di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Ambon dsb.

Sehingga saat ini di Indonesia NAMA TUHAN sudah banyak yang menerima, karena pada dasarnya Jakoeb tidak mengajarkan aliran tertentu, sebab Nama Tuhan itu justru DASAR KEKRISTENAN segala aliran kekristenan apapun, karena mengarah ke Tuhan yang di sembah oleh para nabi dari Yahudi bukan dari Arab atau Yunani.

Benar kata orang jika bukan dari Tuhan, maka akan lenyap ajaran tersebut, namun jika ternyata memang dari Tuhan, jangan-jangan justru yang menolak itu melawan Tuhan sendiri, maka belajarlah dari Nasehat Gamaliel seperti yang tertulis di Kitab Kisah Rasul 5: 34-39.

Inti ajaran yang disampaikan Jakoeb sebenarnya cuma satu, yaitu membedakan antara NAMA DIRI yang tidak bisa / tidak boleh diterjemahkan, SEBUTAN dan BAHASA, bukan berdasarkan Firman terjemahan. Kenapa Jakoeb Soelistyo BERANI menjadi Histori Maker, karena mottonya jika sebagai kacungnya Tuhan TIDAK BERANI menyampaikan KEBENARAN, sebaiknya minta pensiun saja dan beralih jadi pengusaha atau kaum professional yang lain saja. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini. Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016oleh : Eliyah A M S
08-Jan-2017, 13:46 WIB


 
  Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016 Seekor Kerbau yang badannya dilukis pada Toraja National Art Festival 2016. Kegiatan Toraja National Art Festival ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 
 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia