KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

YOSEFINA OENG: Mengomunikasikan Beban Hidup kepada Tuhan

 
PROFIL

YOSEFINA OENG: Mengomunikasikan Beban Hidup kepada Tuhan
Oleh : Balawala Mansetus | 28-Mar-2016, 08:26:00 WIB

Sejak ayahnya jatuh sakit ia sebagai tulang punggung keluarga. Padahal ia masih duduk di bangku kelas satu SMK. Beban ini terkadang membuatnya kalut dan berpikir untuk bunuh diri. Meski demikian ia kembali merasakan kelegaan ketika semua dikomunikasikan kepada Tuhan lewat doa.

Ia sempat terpukul saat mendengar ayahnya divonis dokter menderita sakit dan harus istirahat total. Betapa tidak, saat itu Yosefina tinggal terpisah dengan keluarganya karena sedang menempuh pendidikan di SMK Sadar Wisata Ruteng. Sementara kedua orang tuanya serta dua orang adiknya tinggal di Maumere-Kabupaten Sikka. Yosefina yang saat itu baru berusia 17 tahun mulai berpikir untuk bekerja membantu keluarganya. Pasalnya, dokter menyarankan ayahnya harus istirahat total dari pekerjaan yang selama ini dilakoninya.

Berbekal sedikit ilmu tentang perhotelan yang sedang dipelajarinya di SMK Sadar Wisata, ia memutuskan untuk bekerja di sebuah hotel di Kota Ruteng. Kebetulan hotel itu milik warga keturunan Tionghoa dan mempercayakan pengelolaanya kepada Stefanus Tepa yang nota bene om kandungnya sendiri.

Ketika ia mulai bekerja, konsentrasinya terbagi. Ibu yang kini sudah memiliki seorang putri ini tidak lagi fokus untuk belajar tapi bekerja. Karena itu tidak heran bila prestasinya di sekolah menurun.

Ia mengisahkan bahwa suatu ketika  dirinya dimarahi guru karena nilai salah satu bidang studi anjlok. Padahal guru bidang studinya mengandalkan dirinya. Guru itu heran dan bertanya kenapa nilai Yosefina anjlok? Tapi sang guru itu tidak tahu kalau Yosefina bersekolah sambil bekerja sehingga waktu belajar Yosefina berkurang. Oleh  karena itu, tidak heran kalau Yosefina remaja mampu mendukung kebutuhan orang tua dan adik-adiknya dari hasil kerja kerasnya sebagai karyawan hotel. Padahal penghasilannya tidak seberapa. Ini yang membuat Yosefina terkadang berpikir keras bagaimana dia harus mencukupi semua kebutuhan itu.

Ia mengaku, meski memiliki seorang kakak perempuan, tapi tidak bisa banyak membantu orang tua karena dia sudah berkeluarga. Apalagi kakaknya hanya seorang ibu rumah tangga biasa dan suaminya pegawai honorer di sebuah rumah sakit.

“Hal yang membuat saya tidak bisa tenang dan terus berpikir ketika mama saya menelpon minta uang. Sementara uang di tangan saya tidak ada. Suatu ketika saya merasakan bahwa saya tidak sanggup lagi menghidupi diri saya dan orang tua serta adik-adik. Saya sempat berpikir untuk bunuh diri. Namun hal itu tidak sampai saya lakukan berkat komunikasi saya dengan Tuhan dalam doa. Apa pun persaoalan yang kita hadapi akan ada jalan keluar kalau semua itu dikomunikasi kepada Tuhan. Saya sungguh percaya bahwa Tuhan tidak mungkin meninggalkan umat-Nya,” kisahnya.

Dijelaskannya, bahwa apa pun yang diinginkan-nya selalu disampaikan kepada Tuhan dalam doa. Namun semuanya itu tetap ia serahkan kepada keputusan Tuhan. Bila Tuhan tidak menghendaki ia meminta agar Tuhan menutup jalan untuk mencapai apa yang dicita-citakan lebih awal agar dia memilih jalan lain yang dikehendaki Tuhan. Semua itu terbukti. Setiap kali ia berdoa meminta sesuatu dari Tuhan pasti terkabulkan. Sebaliknya, bila saja permohonan itu tidak dikabulkan, selalu saja ada tanda untuknya sehingga tidak mengambil jalan yang diinginkannya.

Kini perempuan 31 tahun ini mengaku lega karena bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Sebelum menikah pada Septemeber 2006 lalu, ia telah membuatkan rumah sederhana tapi layak untuk kedua orang tuanya. “Puji Tuhan, semua itu merupakan bukti nyata jawaban Tuhan terhadap doa-doa saya dan doa orang tua saya,” tukasnya.

Meski demikian ia merasa kebahagiannya itu belum lengkap karena baru tiga bulan menikah, ayah-nya dipanggil Tuhan. “Ini mungkin jalan Tuhan. Bapak menunggu sampai saya menikah baru dia pergi sebelum saya memberikan cucu kepadanya,” ujar Yosefina dan menambahkan bahwa kesaksian hidupnya ini pernah ia sharing kepada dua orang ibu pada waktu yang berbeda, namun kedua ibu itu merasakan sesuatu yang berbeda bahkan bulu kuduk mereka merinding saat ia sedang menuturkan pengalaman hidupnya.

“Saya punya banyak permintaan yang dikabulkan Tuhan. Salah satunya adalah ketika saya minta kepada Tuhan untuk menikah di usia yang ke-25 tahun dengan pria yang berasal dari daerah asal Bapak saya, Lembata. Tuhan mengabulkan itu," ujarnya bersaksi.***
Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini..!!!.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//
 



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia