KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (2): Menemukan Resonansi Ilahi oleh : Tonny Djayalaksana
10-Des-2018, 15:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pada tulisan "Dualitas Ghaib-Nyata Bagian 1" telah dipaparkan tentang adanya fenomena manusia yang bisa berbicara dengan flora dan fauna. Temuan kenyataan tersebut serupa dengan yang diceritakan dalam Al Quran tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang diberi keutamaan
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA










 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tonny Djayalaksana Muallaf Zaman Now, Sang Penulis Buku “Aku Bersaksi Allah Maha Nyata”

 
PROFIL

Tonny Djayalaksana Muallaf Zaman Now, Sang Penulis Buku “Aku Bersaksi Allah Maha Nyata”
Oleh : Kabarindonesia | 03-Des-2018, 01:53:17 WIB

KabarIndonesia - Tonny Djayalaksana, sosok pria yang dilahirkan di Bandung pada 69 tahun yang silam tepatnya 27 September tahun 1949. Beliau dikenal sebagai pebisnis di sektor energi dan sedang bergerak sebagai developer property. Saat ini Tonny sedang membangun lapangan golf di Manyaran Semarang. 

Pria yang akrab dipanggil Tonny ini mengaku telah menjadi Mualaf (masuk Islam) saat berusia 30 tahun. "Saya jadi Muallaf tahun 1979, saya tergerak belajar agama Islam dikarenakan, sahabat-sahabat saya keluarga Nasution, ada bang Rayendra (alm), Keenan, Odink, Debby (alm) pentolan genk Penggangsaan yang lumayan badung bisa pada insaf,  menjadi alim dan aktif dipengajian" katanya kepada Kabarindonesia yang mewawancarainya.

 "Debby (alm) sempat jadi mubalig, ditambah keluarga istri saya, kakak dan adik-adik ipar semuanya ikut belajar di pegangsaan, karena itu saya merasa terpanggil untuk belajar agama Islam dengan pedoman Al Quran dan Hadist." tambahnya mengenang masa-masa awal menjadi Muallaf.

Pengakuan Tonny, bahwa selama hampir 40 tahun masa hidupnya, ia mencari dan menggumuli terus-menerus berbagai macam pertanyaan spiritual yang berkecamuk dalam batinnya selama ini. 

Selain merenungkan pertanyaan-pertanyaan klasik seperti, "Kenapa saya dilahirkan, apa tujuan hidup saya dan kemana tujuannya?",  Tonny juga mengajukan beberapa pertanyaan mendasar terhadap dirinya sendiri, antara lain: 
1. Sebelum alam semesta ini diciptakan, seperti apa keadaannya?
2. Untuk apa Tuhan menciptakan alam semesta ini?
3. Siapa diri sejati saya?
4. Untuk apa saya dihadirkan di alam semesta ini?
5. Dari mana asal sejati saya, kemana saya harus kembali nanti?

Melalui perenungan diri, dia berharap akan bisa lebih menghayati agamanya dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-harinya. Tonny memastikan diri bahwa menjadi Muallaf merupakan suratan dari jalan hidupnya. 

"Tentu sudah pasti, kenapa saya katakan pasti?, Bukankah hal itu memang sudah terjadi? Yang namanya takdir atau qodar=suratan jalan hidup, dalam agama Islam itu sesuatu peristiwa yang sudah terjadi." sahutnya penuh yakin.

Dalam perbincangan dengan Kabarindonesia selanjutnya,  Tonny Djayalaksana yang sibuk dengan bisnisnya mengungkapkan bahwa setelah menjadi Muallaf dia merasakan perubahan dalam dirinya.

"Setelah saya belajar , saya merasakan diri saya berubah 180 derajat, yang tadinya hidup dengan penuh kebebasan, tiba-tiba seperti ada rem 'disc break', kehidupan saya jauh lebih teratur, dan takut melanggar aturan-aturan dan hal-hal yang dilarang oleh agama, serta rajin mengerjakan apa yang diperintahkan oleh agama," akunya.

Bagi Tonny,  kelak di masa yang akan datang kehidupannya sebagai seorang Muallaf akan lebih mengutamakan kepada pelayanan, berusaha untuk terus berbuat baik untuk kepentingan semesta ini. Dia sungguh sangat SADAR bahwa kehadiran dirinya di alam semesta ini hanya untuk saling menebar kasih sayang bagi penghuni semesta ini. "Saya dihadirkan dengan satu tujuan mewujudkan eksistensinya Sang Maha Segala Maha."

Ketika kabarindonesia meminta untuk menceritakan tentang dirinya sebagai penulis dari buku: "Aku bersaksi Allah Maha Nyata", Tonny dengan jujur dan lugas menuturkan pengalaman dan kesaksian nyata apa yang telah dia alami, hingga tergerak untuk menulis buku tersebut.

Dituturkan, Tonny menulis buku tersebut dalam kurun waktu 11 hari setelah mendapatkan pengalaman yang sungguh menakjubkan. Pada awalnya ketika menjalankan aktivitasnya sehari-hari Tonny merasakan sesuatu di dalam tubuh dan jiwanya. Dia menyebutnya sebagai  getaran-getaran Illahi dan seumur hidup perasaan seperti itu belum pernah dirasakannya.

Dituturkannya bahwa pada 15 hari terakhir bulan Ramadhan tahun 2018, menjelang waktu Shalat Subuh sekitar puku 3.00 dini hari setelah selesai Shalat Tahajud, antara tidur dan setengah tidur tiba2 Tonny mendapatkan suara sangat halus seperti ada orang yang mengajaknya dialog. 

Selesai mendapatkan pengalaman tersebut, Tonny hanya bisa duduk termenung, badannya lemas dan air mata hangat mengalir terus.  "Saat itu, saya punya niat dan ingin menulis, tapi rasanya tangan saya tidak mampu untuk digerakan hingga sampai waktu Shalat Subuh tiba." tutur Tonny.  

Setelah mendapatkan pengalaman pada malam itu, dia lebih bisa merasakan kehadiran Sang Maha Hidup dan kesadarannya lebih meningkat. Hingga pada beberapa hari berikutnya setelah mendapatkan pengalaman spritualnya, Tonny tergerak hati memanfaatkan waktu untuk menuliskan semua kejadian yang dirasakannya, baik itu pandangan mata mapun dialognya.

Buku: "Aku bersaksi Allah Maha Nyata" karya Tonny Djayalaksana sudah berada ditangan pembaca juga tersebar di pasaran. Dirinya tidak punya target apa-apa dari penulisan bukunya itu, hanya berharap buku itu bisa membawa manfaat dan berkah bagi insan semesta alam. 

"Saya tidak punya target atas buku itu, saya murni ingin menceritakan apa yang saya alami, lalu saya ingin berbagi pemahaman spritual setelah saya mengalami kejadian tersebut," sebutnya. 

Tonny sangat meyakini bahwa ia telah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenaknya.  Hasil perenungan dari pengalaman spiritualnya serta bukti-bukti yang didapatnya dari pengalaman hidupnya sendiri telah dijadikan testimoni atas eksistensi Allah yang Maha Besar, sekaligus Allah juga Maha Kecil, karena sesuatu yang Besar itu, pasti diawali oleh yang Kecil, tidak mungkin ada yang Besar kalau tidak ada yang Kecil.

Tonny Djayalaksana telah berhasil menerbitkan buku spektakulernya "Aku Bersaksi Allah Maha Nyata". Buku yang bercerita secara runtut dan sederhana, amat mudah dimengerti, entah oleh siapa saja dan oleh penganut agama manapun, sehingga buku ini bersifat universal.

Buku ini amat penting bagi setiap orang,  tidak hanya sebagai penambah wawasan dan pengetahuan tentang kehidupan manusia dan alam semesta, tetapi  juga untuk memperkaya batin dan potensi spiritual masing-masing.

Tonny Djayalaksana, Muallaf zaman Now, sang penulis buku,  amat menyarankan untuk dimiliki dan dibaca setiap orang dalam pengembangan jiwa dan hakekat insani, terutama pula bagi mereka yang saat ini dalam tahap pencarian untuk menemukan jati diri. (*)

             

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia