KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sayur untuk Hidup

 
PROFIL

Sayur untuk Hidup
Oleh : | 13-Jun-2016, 09:27:25 WIB

KabarIndonesia - Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, arus globalisasi semakin menipiskan masa tradisional. Seperti pasar tradisional yang harus bersaing dengan pasar-pasar modern yang dikuasai oleh para kapitalis. Apalagi bagi orang-orang yang tak pernah duduk di bangku pendidikan, semakin sulit untuk bersaing untuk mempeorleh pekerjaan.

Namun, hal ini berbeda dengan pria berkepala empat yang bekerja sebagai pedagang sayur di pasar tradisional. Ya, setiap pagi ia sudah berada di Pasar Timbul, Tegal Alur. Ia sudah bersiap menjajakan sayurannya untuk pelanggannya meski mata masih sayup-sayup mengantuk.

Rahman, demikianlah panggilan serta nama pria ini yang berdagang sayur di Pasar Timbul. Ia mempunyai dua orang anak, keduanya sudah bersekolah. Anak pertama sudah memasuki pendidikan tingkat menengah (SMP), dan yang kedua masih di tingkat sekolah dasar (SD).

Inilah skenario hidup dari Tuhan yang harus ia hadapi untuk membiayai sekolah dan kehidupan sehari harinya, Pak Rahman harus banting tulang menjual sayuran dari subuh hingga matahari berada tepat di atas kepalanya. Demi menghidupi keluarganya, ia pantang menyerah dan tak mengenal letih. Itu semua demi anak-anaknya juga agar kelak tidak seperti ia yang tidak merasakan pendidikan yang tinggi.

Ia tinggal bersama keluarganya di gang sempit, Jalan Sukatani, Tegal Alur. Setiap hari ia berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Giatnya bekerja, agar anak-anaknya melihat bahwa kerja kerasnya demi cita-citanya untuk menyekolahkan anaknya hingga di tingkat teratas, menjadi mahasiswa.

Karena ia berkata, "Tidak ada yang lebih berharga selain pendidikan, karena itu akan menaikkan strata sosial kami." ucapnya. Kata-kata ini membuat anak-anaknya semakin bersemangat untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Ia tidak ingin seperti dirinya yang tidak sempat merasakan pendidikan perkuliahan.

Dari penjualan sayur, per hari ia bisa menabungnya dan cukup untuk makan sehari-hari. Kalau tidak habis, penghasilannya hanya cukup untuk makan saja. Maka dari itu ia harus pantang menyerah berjualan sayur, demi cita-citanya serta hidup keluarganya yang menunggunya di rumah.

Menjadi seorang tukang sayur memang bukan cita-citanya sejak ia kecil. Ia sebenarnya ingin menjadi seorang guru. Hanya saja pada saat itu faktor ekonomi menjadi penghalang sehingga ia tidak bisa melanjutkan untuk menggapai cita-citanya. Menjadi tukang sayur menurutnya sudah cukup, karena apa yang diberikan oleh Tuhan selalu ia syukuri dan nikmati.

Menurutnya, segala sesuatu jika dikerjakan dengan ikhlas, semua akan terasa nikmat. Menjadi seorang tukang sayur merupakan sebuah anugerah baginya. Hidup dalam kesederhanaan membuatnya menjadi lebih bersemangat untuk menjalani hari-harinya bersama keluarga di dalam ketenangan. (*)

 


Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini..!!!.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia