KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA










 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

Selamat Malam Kehidupan 25 Apr 2020 14:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Rizal Bawazier, Piawai Mengajak Orang Rela Membayar Pajak

 
PROFIL

Rizal Bawazier, Piawai Mengajak Orang Rela Membayar Pajak
Oleh : Wahyu Ari Wicaksono | 13-Des-2019, 00:16:40 WIB

KabarIndonesia - Rizal Bawazier merupakan anak dari seorang pengusaha funiture di Jakarta. Entah kenapa, sang ayah seperti memiliki trauma atas penampilan dan gaya petugas pajak zaman dahulu kala yang bergaya seperti debt collector, yang kerap menyambangi tempat usaha untuk menagih pembayaran pajak secara langsung dan kurang santun. Dus ayah Rizal pun kurang menyukai petugas pajak dan hal-hal yang berkaitan dengan pajak.

Namun hidup selalu memberikan kejutannya yang terkadang terasa lucu dan sangat tidak terduga. Ternyata sang anak dari pengusaha yang tidak menyukai petugas pajak tersbut, sekarang justru sukses dan moncer dalam membangun karirnya di bidang pajak.

Tidak tanggung-tanggung, saat ini, Rizal Bawazer yang lahir di Jakarta, 7 September 1971 tersebut, telah mencecap 24 tahun pengalaman panjang sebagai konsultan maupun praktisi perpajakan. Lebih dari sekitar 10 tahun pengalaman kerjanya, ditempa di kantor konsultan pajak yang menempat ranking 4 (empat) besar di Indonesia. Terakhir Rizal bekerja di Konsultan Internasional Ernst & Young dan Price Waterhouse Coopers (PWC) pada kurun waktu September 1996 – Januari 1998.

Mulanya masih sepemahaman dengan sang ayah, Rizal bercita-cita ingin menjadi seorang arsitek. Tak pernah sedikitpun dalam benaknya terlintas keinginan untuk menjadi advisor pajak. Apalagi kakek dan seluruh anggota silsilah keluarganya ternyata memang tidak suka dan tak ada sedikitpun ketertarikan pada dunia perpajakan. Bahkan, pajak seolah-olah dianggap menjadi momok bagi mereka pada saat itu sehingga patut untuk dihindari.

Lucunya, entah ada apa, setamatnya Rizal dari SMA, meski tidak memiliki minat dan ketertarikan yang tinggi, namun ia mencoba untuk tes masuk ke jurusan pajak selain fakultas lain yang memang diminatinya.

“Dulu, mau masuk pajak diomelin ortu. Saya memang tidak berminat ke pajak namun malah lulus saat penerimaan mahasiswa baru. Saya keterima di Universitas Sriwijaya, Teknik Sipil, Palembang. Namun saya juga ikut tes di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN), sekolah bergengsi dan favorite yang banyak orang ingin masuk di sana. Pada saat beli formulir, saya pinjem duit dari teman sebesar Rp.25.000,– . Alhasil tidak lulus,” ceritanya seperti ynang dikutip JakartaSatu.com

Mungkin memang itulah suratan takdir, tidak hanya mendaftar di STAN, namun ternyata Rizal juga mencoba mendaftar perpajakan di Universitas Indonesia. Saat pergi ke Palembang untuk mendaftar ulang fakultas Teknik Sipil di Universitas Sriwijaya dengan diantar oleh pamannya, tiba-tiba ada pengumuman dari Universitas Indonesia kalau dirinya diterima di jurusan perpajakan fakultas FISIP Universitas Indonesia. Akibatnya Rizal pun galau untuk menentukan pilihan.

“Waktu itu ada 3 loket pendaftaran, satu loket jurusan bank yang banyak diminati para laki dan perempuan. Kemudian ada loket untuk jurusan sekretaris dan berderet perempuan-perempuan cantik, dan yang terakhir ada loket Perpajakan yang tampak lengang dan kurang peminat bahkan nyaris kosong. Dengan begitu, ada dua universitas yang harus di pilih antara Universitas Sriwijaya, Palembang, ataukah Universitas Indonesia, Jakarta. Karena ayah dan ibu ingin anaknya dekat dengan ortu, akhirnya aku memulai kuliahnya di UI,” bebernya mengenang masa awal kuliah.

Meski buta pada awalnya, lambat laun ketika mulai menjalani perkuliahannya, ternyata Rizal sangat menyukai dunia perpajakan tersebut. Betul seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Menurut Rizal, ilmu perpajakan itu berkembang sesuai dengan era dan sikonnya, apalagi tak bisa dipungkiri semua industri apa pun pasti membutuhkannya.

Akhirnya Rizal berhasil menyelesaikan kuliah pajaknya dengan baik, dan terus mengembangkan karirnya di bidang perpajakan. Jika ada slogan terkenal “orang bijak taat pajak”, maka dengan sepenuh cinta Rizal sebagai konsultan pajak membantu agar kliennya, orang bijak tersebut makin taat pajak. Menyelesaikan segala permasalah pajak mereka dengan baik dan bersih.

Kini Rizal sudah memiliki Izin Praktek Konsultan Pajak dan Sertifikat Konsultan Pajak Brevet ‘C’. Dan saat ini dirinya telah memiliki lebih dari 90 (sembilan puluh) klien dari perusahaan-perusahaan multinasional maupun lokal. Itu semua dibangun dan dikelolanya hingga berkembang pesat dibawah sebuah grup perusahaan yang diberi bendera dengan nama usaha “RB Group”. RB Group yang dirintis dan dibangunnya di Gedung Wirausaha Kuningan Jakarta Selatan tersebut saat ini telah memperkerjaan kurang lebih 30 (tiga puluh) orang karyawan.

Brand yang berupa inisial “RB” itu sendiri tidak bukan merupakan kepanjangan dari Rizal Bawazier. Berkat keuletan, ketekunan dan jiwa pantang menyerah yang dimilikinya, bahkan Rizal mulai mengepakkan sayapnya lebih lebar lagi dengan merambah ke bisnis-bisnis lainnya.

Tentu saja, jasa konsultan pajak sebagai layanan utama terus dijaga dan dikembangkan di bawah naungan PT RB Prima Konsultan. Di luar bisnis utama inilah Rizal mulai merintis dan membangun beberapa usaha lainnya yang ternyata juga berkembang seperti; PT RB Sistem Komputerindo (bergerak di bidang IT), PT Prima Tiga Satu, PT RB Propertindo dan Investama, PT RBA Media Prima dan yang paling baru yaitu perusahan yang bergerak di bidang Tour & Travel. Keseluruhan bisnisnya di atas, dirangkum dalam sebuah web yang diberi nama tigasatu.com.

Tentu saja setiap usaha tidak selalu berjalan mulus dan lancar-lancar saja. Jatuh bangun adalah hal yang biasa dirasakan oleh Rizal. Karena itulah ia menekankan perlu adanya jiwa besar, konsistensi, dan juga perhitungan yang matang dalam membangun suatu bisnis.

Rizal juga percaya, membangun itu memang bukanlah sebuah hal yang mudah, namun ia juga percaya bahwa mempertahankan apa yang sudah dibangun juga memiliki ekstra kerja keras apalagi untuk mengembangkannya lagi ke arah yang lebih maju dan besar.

Yang jelas, meskipun perkembangan usahanya sudah semakin mapan, ia tetaplah seorang yang patut untuk diteladani, yaitu jiwanya yang suka menolong, rendah hati, dekat pada semua karyawan dan kilennya sehingga mereka sangat nyaman bekerja bersamanya.

Diakhir pertemuan kami, Rizal pun sempat menitipkan pesan yang bermakna mendalam. “Cintailah pekerjaanmu sepenuh hati dan bekerjalah sesuai dengan bidang dan minat yang kamu miliki,” tandasnya.
Pesan Rizal ini seperti mengingatkan kita pada Peter Betts, seorang Bhiksu Budha kelahiran Inggris yang mengganti namanya menjadi Ajahn Brahn. Ia mengatakan, ”Love is loving things That sometimes you don’t like —Cinta adalah mencintai hal-hal yang kadang-kadang kamu tidak suka.”

Terkadang kita suka dihadapkan pada persoalan yang tidak kita sukai tapi kita malah berkecimpung dalam lingkaran itu. Bisa dibilang sudah ‘kadung nyemplung’ dan mau tak mau harus dijalani.
Ya itulah yang disebut proses. Belajar adalah proses. Termasuk belajar mencintai pekerjaan kita sendiri, sampai bisa kita raih kesuksesan yang kita ciota-citakan seperti yang dicapai oleh Rizal Bawazier bersama RB Group-nya. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
BACA ALKITAB ITU MENYEHATKAN 23 Mei 2020 12:40 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia