KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahPemprov Jateng Keliru Tafsirkan UU Kebudayaan oleh : Gunoto Saparie
16-Jan-2018, 22:54 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai keliru dalam menafsirkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang tersebut mengamanatkan pembentukan Lembaga Wali Amanat (LWA), namun pemprov justru memfasilitasi pendirian Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN).  
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
Sekeping hati 06 Jan 2018 16:05 WIB

 

 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Kisah Sukses Djasarmen Purba Si Anak Holang Bangkei

 
PROFIL

Kisah Sukses Djasarmen Purba Si Anak Holang Bangkei
Oleh : Argopandoyo Tri Hanggono | 09-Nov-2017, 05:27:34 WIB

KabarIndonesia - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) Majelis Umat Kristiani Indonesia (MUKI), Djasarmen Purba, S.H., meluncurkan buku otobiografi berjudul; "Hidup Adalah Ibadah: Anak Holang Bangkei" di Hotel Bunga-bunga, jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (01/11/2017) malam. 

Buku otobiografi yang diluncurkan bersamaan dengan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) MUKI tersebut ditulis oleh Jannerson Girsang, penulis banyak buku otobiografi tokoh yang bermukim di Medan, Sumatera Utara.
Dalam buku setebal 530 halaman tersebut berkisah tentang masa kelahiran dan kanak-kanak Djasarmen yang memilukan hingga ia dijuluki "Anak Holang Bangkei" (abang dan 2 adiknya meninggal saat balita), yang membuat ia menjadi anak sulung dan berpaut usia jauh dengan adik-adiknya yang hidup hingga dewasa, masa jatuh bangun kehidupannya hingga meraih sukses justru di saat berusia senja.

"Hidupnya penuh dengan rintangan namun mampu ia lewati. Djasarmen meraih sukses kejayaan di saat usia senja hingga saat ini sebagai pengusaha dan anggota DPD RI mewakili masyarakat kepulauan Riau yang notabene mayoritas muslim," kata Jannrrson dalam kata pengantarnya sebelum peluncuran buku secara resmi.

Jannerson mengaku mau menulis buku otobiografi ini karena mengenal Djasarmen sebagai sosok yang baik dan bisa menginspirasi orang lain. "Beliau (Djasarmen) sangat dikenal di Batam, oleh seorang Kyai di sana ia dijuluki Kyai-nya orang Kristen. Bayangkan di daerah yang mayoritas muslim, Djasarmen yang Kristen bisa menjadi perwakilan Kepri sebagai DPD RI dengan perolehan suara 83 ribu," jelasnya.

Lagi diceritakan Jannerson, Djasarmen pernah menjadi seorang manager perusahaan BUMN di Medan, lalu jatuh miskin hingga tidur beralas koran di emperan toko di Jakarta, namun Djasarmen tidak putus asa, terus berjuang hingga meraih sukses di Batam menjadi seorang developer tanpa modal di saat krisis moneter tahun 1998-1999. "Pernah menjadi supir taksi di bandara Soekarno Hatta, lalu hijrah ke Batam diajak kerja sebagai pegawai perusahaan saudaranya yang pernah dia tolong, lalu sukses menjadi seorang pengusaha pengembang perumahan." jelas Jannerson.

'Sarmen Raya' yang berdiri di atas tanah 5 hektare tanpa modal pada usia 50 tahun, usia yang seharusnya pensiun, bermain dengan cucu. Di usia 57 tahun terjun ke politik, jadi anggota DPRD Kepri dan kini anggota DPD RI," bebernya. Adapun rahasia sukses Djasarmen menjadi pengusaha properti tanpa modal diceritakan dalam buku tersebut karena beliau dinilai sebagai orang yang bisa dipercaya dan cerdas. 
Pemilik prinsip "Hidup adalah Ibadah" ini juga dikenal sebagai seorang yang aktif di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Lahir dari keluarga yang rohaniawan membuat Djasarmen selalu mengandalkan doa dalam setiap aktivitasnya. Keterpurukan dan keberhasilan baginya adalah anugerah yang terbaik yang Tuhan berikan. "Dia pernah mengampuni orang yang menabrak anak sulungnya hingga tewas tanpa tuntutan apapun. Alasannya kasihan dengan nasib anak istri si penabrak nantinya " tutur Jannerson.

Sementara itu, dalam sambutannya, Djasarmen mengaku bahwa alasan dia menerbitkan buku tersebut bukan karena ego agar terkenal tetapi karena prinsipnya bahwa "Hidup Harus Menjadi Berkat" dan juga agar semakin banyak orang mengenal apa itu MUKI, mengingat dalam buku otobiografi tersebut ada 1 Bab bercerita tentang organisasi MUKI, yang saat ini ia pimpin. "Saya semakin kecil,  Tuhan yang semakin besar," tegasnya.

Dalam acara peluncuran buku otobiografi sosok yang pernah mendapatkan apresiasi dari Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) tersebut, beberapa perwakilan mendapat kehormatan menerima buku yang diserahkan langsung oleh Djasarmen. Diantaranya, perwakilan dari pengurus pusat GMKI, API, UKI, Pewarna ID, Perwakilan keluarga Purba dan perwakilan seluruh pengurus MUKI dari tingkat DPD, DPW se Indonesia hingga DPP.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Belajar Menjadi Orang Kaya 16 Jan 2018 08:56 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 
Kereta Kehidupan 03 Jan 2018 03:08 WIB

Kemarin Hari Ini dan Esok 03 Jan 2018 02:04 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia