KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HiburanAmazing Art World Hadir Ramaikan Wisata Gambar Tipuan Mata di Indonesia oleh : Stanley Teguh
09-Jan-2017, 05:38 WIB


 
 
Amazing Art World Hadir Ramaikan Wisata Gambar Tipuan Mata di Indonesia
KabarIndonesia - Bandung, Saat ini tidak hanya K-Pop yang menjadi trend hiburan di dunia dan di Indonesia, namun para seniman Korea di era digital ini mulai memunculkan seni lukis modern yang cenderung akan membuat demam baru di
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Desain Grafis Freelance 11 Jul 2016 15:53 WIB

 

 
Yang Maha Mendengar 17 Jan 2017 15:26 WIB

Senyuman Sedu Dibalik Hujan 16 Jan 2017 19:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Resep Bakso Ikan Tenggiri 27 Des 2016 13:53 WIB

 

Dr. Jakoeb Pendeta Indonesia Pertama Menyandang Gelar Man Of The Year

 
PROFIL

Dr. Jakoeb Pendeta Indonesia Pertama Menyandang Gelar Man Of The Year
Oleh : Netherlands | 12-Feb-2016, 02:03:50 WIB

KabarIndonesia - Bawen - Harian Online KabarIndonesia yang berpusat di Negeri Belanda menganugerahkan gelar Man Of The Year 2015 kepada Rev Dr. Jakoeb Soelistyo, S.Th, MA. Upacara penobatan sekaligus penyerahan plakat Man Of The Year 2015 dilaksanakan pada hari ini, Kamis, 11 Februari 2016.

Hadir mewakili manajemen Harian Online KabarIndonesia, Wilson Lalengke, Direktur dari media online ini, yang menobatkan Dr. Jakoeb Soelistyo sebagai Man Of The Year 2015 versi harian Online KabarIndonesia. Hadir dalam acara ini, tokoh masyarakat lintas agama yaitu dari Padepokan Wirid Sakti Putih Bapak Kyai Muchdlir dari Wonosobo, dan tokoh pemuda, dan kolega, handai tolan dari Pak Jakoeb Soelistyo serta undangan lainnya.

Penobatan dan pemberian gelar Man Of The Year kepada Dr. Jakoeb Soelistyo merupakan hal yang amat istimewa. Untuk diketahui bahwa desakan pemberian penghargaan tersebut datang dari kalangan penulis dan pembaca Harian Online KabarIndonesia (HOKI) yang kemudian dipertimbangkan dengan matang oleh manajemen HOKI. Penobatan Dr. Jakoeb Soelistyo ini sangat beralasan, terutama terkait dengan peran dan sumbangsih luar biasa yang sudah diberikan kepada masyarakat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga kalangan dunia internasional.

Dr. Jakoeb Soelistyo menjadi pendeta berkewarganegaraan Indonesia pertama yang menerima dan menyandang gelar Man Of The Year. Keberanian dan ketulusan luar biasa dalam melakukan tugas gerejanya, menyampaikan firman Tuhan sesuai ajaran Kristiani yang diyakininya, memberikan pencerahan tentang kebenaran Nama Tuhan yang patut disembah, walau mendapat tentangan luar biasa dari kalangan umat Kristiani lainnya, menjadi dasar pertimbangan penobatan ini.

Pak Jakoeb Soelistyo bisa disamakan seperti Rev. Martin Luther King Jr. Ia juga dinobatkan oleh majalah Times pada tahun 1963 sebagai Man of the Year atas keberaniannya melawan arus. Pada masa-masa represif di Amerika Serikat kala itu, Martin Luther King membangun mimpi dimana bangsa kulit hitam bisa disamakan dengan orang kulit putih.

Profesi awal yang ditekuni Pendeta Jakoeb Soelistya adalah sebagai wiraswasta, pengusaha toko alat listrik dan elektronika di kota Comal Kabupaten Pemalang - Jawa Tengah, dan berkembang pesat kala itu. Namun, atas panggilan Tuhan dan melalui sebuah pergumulan dalam doa, ia meninggalkan usahanya itu dan mengabdikan diri menjadi gembala di Gereja Bethel Indonesia Ambarawa. Sebuah pilihan yang cukup kontroversial mengingat usaha tokonya sangat prosepektif saat itu dan menjadikannya OKB (Orang Kaya Baru).

Ternyata, menjadi gembala bukanlah pekerjaan mudah. Banyak rintangan dan tentangan yang datang silih berganti menerpa Pak Jakoeb dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan Tuhan. Persoalan pertama yang dihadapinya adalah terkait dengan dorongan beberapa Majelis jemaat GBI Ambarawa agar beliau yang saat itu sebagai wakil gembala mengambil alih posisi sebagai gembala karena sang gembala di gereja ini sedang sakit parah. Namun, Pendeta Jakoeb berhasil menolak secara halus dengan alasan "kurang etis melakukan kudeta" saat gembala sedang sakit serius. Ketika gembala GBI akhirnya mangkat, barulah kemudian Pak Jakoeb dilantik menjadi gembala menggantikan pendahulunya itu oleh Ketua Majelis Daerah.

Suatu ketika ada seseorang memberitakan mengenai Nama Tuhan yang disembah oleh Bapa Abraham, Ishak dan Yakub serta sesembahannya para nabi, yaitu YAHWEH. Karena yang menyampaikan bukan orang theologia dan berita tersebut dianggap hanya sebagai sebutan saja dan tidak punya pengaruh apapun terhadap iman seseorang, Jakoeb Soelistyo menolak mempermasalahkan hal itu, mengingat Nama Tuhan YAHWEH adalah sangat Kudus. Namun sepulangnya orang tersebut, Jakoeb berdoa mohon petunjuk Tuhan karena selama ini memang belum pernah mengkaji Firman khusus mengenai NAMA TUHAN walaupun sekolah theologia. Ia kemudian bertekad, jika yang dimaksud orang tersebut benar, baik dari segi arkeologis, historis, theologis, spiritual dan sebagainya, maka Jakoeb berjanji kepada Tuhan untuk meluruskan masalah itu ke seluruh bumi ini.

Hasil pergumulan doa-nya menyimpulkan bahwa berita mengenai Nama Tuhan, yakni YAHWEH, yang ditolaknya tersebut ternyata benar dan harus dipermasalahkan, karena Tuhan sendiri ternyata sangat mempermasalahkan Nama-Nya. Maka mulailah Jakoeb Soelistyo bersaksi dan menyampaikan ke seluruh jemaat tentang Nama Tuhan YAHWEH tadi. Ternyata, walaupun sebenarnya 97% jemaat menerima penjelasan yang disampaikannya, namun ada seorang keturunan Chinese yang cukup berwibawa karena kaya, tidak setuju dengan kebenaran firman Tuhan tersebut. Dia kemudian berkolaborasi dengan beberapa tokoh gereja orang-orang kaya di gereja tersebut, yang terasa sakit hati karena beberapa tahun sebelumnya pernah mau memaksa Jakoeb untuk menjadi Gembala Sidang tetapi ditolaknya.

Masalah Nama Tuhan inipun akhirnya dilaporkan ke Majelis Daerah dan ke Majelis Pusat Sinode. Tujuan utamanya adalah untuk menyingkirkan Pendeta Jakoeb dari penggembalaan di GBI Ambarawa. Saat itulah terjadi badai topan di gereja tersebut. Jemaat yang sudah dinaikkannya secara kuantitas dari 100 jiwa menjadi sekitar 600 jiwa, jadi berantakan dan diakhiri dengan pengusiran Jakoeb Soelistyo di suatu malam untuk keluar dari pastori, dengan sebuah kalimat "mau tidak mau bisa tidak bisa (lewat telepon) dengan alasan pendeta baru akan masuk, malam ini juga mohon keluar dari pastori", namun ternyata 3 tahun kemudian, baru masuk ke pastori tersebut. Walaupun Jakoeb Soelistyo sudah menggembalakan 8 tahun, namun pada tanggal 17 Agustus 2001, pendeta ini resmi dipecat sebagai gembala sidang oleh Sinode.

Dengan dijaga 2 orang Polisi, malam itu juga Jakoeb Soelistyo mengangkut barang perabotan miliknya, plus uang hanya Rp.20.000,- di tangan ke rumah tante Sam Siek, jemaat seorang janda tua yang bersedia menampungnya. Saat itu, tante Sam Siek sedang berada di Samarinda di rumah anaknya, namun kunci rumah ada di rumah tetangganya, diserahkannya kepadanya setelah ditelepon dari Samarinda. Saat menutup pintu rumah tante Sam Siek itu Jakoeb melihat arloji di tangannya menunjukkan Pukul 01.30 dini hari. Uang ditangan Jakoeb hanya Rp. 20.000,-

Namun YAHWEH yang ditegakkannya nama-Nya sesuai Firman Tuhan, telah membelanya. Dua bulan berikutnya ada orang yang memberinya rumah yang sekarang ditempatinya di Bawen Bukit Permai Blok D - 21 Bawen. Bukan hanya itu, Tuhan pun memberkati dengan berkat-berkat lain untuk modal pelayanan mendirikan gereja baru dan dana untuk membangunnya.

Rupanya, penderitaan setelah pengusiran dari pastori belum berakhir. Pendeta Jakoeb juga harus berurusan dengan polisi karena diadukan oleh seseorang yang tidak jelas, dan berurusan dengan kelompok Islam dari Wonosobo dengan tuduhan penghinaan terhadap agama Islam karena "membuang" Allah dan menggantinya dengan Nama Tuhan yakni YAHWEH, padahal maksud Jakoeb adalah mengembalikan ALLAH kepada umat Islam yang lebih berhak, karena dalam Islam ALLAH sebagai NAMA DIRI, sedangkan di Nasrani lebih bersifat hanya sebagai SEBUTAN saja dan ternyata bermasalah. Beberapa hari berikutnya setelah pengusiran tersebut, Jakoeb menerima surat panggilan dari Departemen Agama Kab. Semarang, Linmas dan berurusan dengan instansi-instansi terkait karena dituduh membuat kegaduhan agama serta korupsi. Padahal sejak menjabat sebagai Wakil Gembala, Jakoeb tidak pernah pegang uang Kas gereja karena ada bagian keuangan tersendiri.

Sikap dan perilaku buruk sebagian umat umat Nasrani terhadap Pendeta Jakoeb, karena merasa terusik kenyamanan hidupnya, tidak mampu membawanya ke penjara karena Jakoeb berhasil meyakinkan ajarannya. Bahkan mereka yang awalnya diharapkan mampu melenyapkannya, justru mendukung untuk membuat gereja baru sebagai basis ajarannya, untuk meluruskan ajaran Nasrani yang sudah salah akibat kesalahan terjemahan yang dilakukan oleh Abdullah Bin Abdulkadir Munsyi, saat menerjemahkan Kitab Suci ke bahasa Melayu, sehingga nama Allah masuk dalam Kitabnya Nasrani.

Setelah sekian lama Jakoeb bertekad meluruskan kebenaran sesuai Firman Tuhan tersebut, akhirnya Jakoeb berhasil meyakinkan banyak sekali jemaat dari seluruh penjuru dunia dengan memberikan seminar, menerbitkan buku-buku, DVD sanggahan sebagai hak jawab, menyebarkan traktat kebenaran tersebut dan sebagainya. Hal itu telah membawanya ke USA untuk komunitas orang Indonesia di manca negara melalui seminar sebanyak 3 kali, ke Aussy 1 kali, ke Malaysia 1 kali, ke berbagai pulau, dan desa di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Ambon, Bali dan sebagainya.

Akhirnya, perjuangannya meletakkan kembali dasar kekristenan sesuai Kitab aslinya, yakni penyembahan kepada YAHWEH di dalam nama Yeshua HaMashiakh, bukan kepada nama yang lainnya, membuahkan hasil. Kini semakin banyak orang Kristen dari berbagai aliran yang meyakini bahwa Nama Tuhan sang pencipta adalah YAHWEH yang patut disembah, Tuhan yang di sembah oleh para nabi dari Israel, bukan dari Arab atau Yunani, melalui nama Yeshua HaMashiakh sang Juru Selamat, yang selama ini dikenal dengan nama Yesus Kristus dan dengan bimbingan Ruakh HaQodesh yang selama ini disebut Roh Kudus. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016oleh : Eliyah Acantha Manapa
08-Jan-2017, 13:46 WIB


 
  Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016 Seekor Kerbau yang badannya dilukis pada Toraja National Art Festival 2016. Kegiatan Toraja National Art Festival ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Jakarta Butuh Pemimpin Baru! 11 Jan 2017 11:35 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 
 
 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia