KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiLove, Share, dan Care, Tiga Rahasia Harmonis SBY dan Ani Yudhoyono oleh : Rohmah S
24-Apr-2018, 05:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan rahasia keharmonisan rumah tangga bersama Ani Yudhoyono, kala berdialog dengan warga Kota Tangerang dalam lawatan Tour de Banten, Senin (23/4/2018) malam.

Rahasia tersebut diungkapkan SBY menjawab pertanyaan seorang warga
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA







 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

Penghianat 22 Feb 2018 12:07 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PROFIL

Dr Sihar Sitorus Calon Wagub Sumut pada Pilkada 2018
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 18-Jan-2018, 11:46:59 WIB

KabarIndonesia - Sosok pria paruh baya yang satu ini memang unik, memiliki pendidikan yang mapan, pengusaha dan pecinta sepakbola tetapi sikapnya tetap sederhana dan bersahaja serta peduli kehidupan kalangan bawah. Belakangan ini, dia ramai diperbincangkan masyarakat khususnya menjelang Pilgub/pilwagub Sumatera Utara. Dia telah mendaftar ke KPU sebagai bakal calon wakil gubernur berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon gubernur di Pilgub Sumut 2018.

Dia adalah pemilik nama baptis yang lengkap Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane, yang lahir di Jakarta 13 Juli 1968. Menikah dengan Patricia Ferrari Juanita Siahaan, dan melahirkan 2 anak yakni Gabariel Sitorus Pane, Gamaliel Sitorus Pane.

Dalam hal pendidikan, pria yang akrab dipanggil Sihar ini sejak awal tidak perlu diragukan. Dia mengecap pendidikan SD Jakarta lulus 1981, SMP Jakarta lulus 1984 dan SMA Jakarta lulus 1987. Setelah lulus SMA, Sihar mengambil gelar S1-nya di bidang Science in Business Administration di University of Arizona, Tucson, AZ, USA.

Lulus dalam waktu 4 tahun, tepatnya tahun 1991 dengan gelar Bachelor of Science in Businnes Administration, Sihar langsung mengambil gelar master di bidang yang sama hingga pada tahun 1993, dia lulus dan menyandang gelar Master of Businees Administration Creighton University Ohama, NE, Amerika.

Seolah belum puas menuntut ilmu, tahun 1993 ia pun memutuskan mengambil program diploma di bidang ekonomi bisnis di Strathclyde University, Glasgow Skotlandia, lulus tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 1998-2005, ia memperoleh gelar Doctor of Businnes Admininistration dari Manchester Businnes School, Manchester, UK. Dengan demikian kini dia memiliki nama dan gelar lengkap Dr Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane, BSBA, MBA.

Dituturkan, saat menempuh pendidikan diploma, Sihar sebenarnya sedang bekerja di PT Freeport Indonesia tahun 1993-1995, PT Bursa Efek Jakarta 1995-1997. Namun akhirnya dia keluar dari BEJ dan Freeport, dan memutuskan untuk menekuni dunia bisnis.

Pengusaha

Putra pengusaha Raja DL Sitorus ini sesungguhnya sejak lama sudah berkecimpung mengelola perusahaan. Dia penerus group usaha Torganda dan telah memimpin perusahaan sebelum ayahnya DL Sitorus kembali kepada Sang Pencipta, tahun lalu. Ayahnya yang lazim dipanggil Pak DL adalah pengusaha agro industri yang memiliki ratusan ribu ha perkebunan kelapa sawit serta sebanyak 33 BPR (Bank Perkreditan Rakyat dan sekolah YADIKA-Yapim di beberapa kota, beberapa perguruan tinggi dan usaha perhotelan di beberapa kota di Indonesia,

Dituturkan, sebenarnya Sihar memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola bisnis. Selain ditunjuk memimpin perusahaan ayahnya, saat masih menempuh pendidikan diploma, Sihar juga sedang bekerja di perusahaan raksasa PT Freeport Indonesia tahun 1993-1995, berlanjut di PT Bursa Efek Jakarta 1995-1997. Bekerja di kedua perusahaan ini dapat menambah pundi-pundi usaha yang sudah dirintis ayahnya dengan mendirikan group usaha Togos Gopas. Setelah keluar dari BEJ, Sihar memutuskan untuk menekuni dunia bisnis.

Berbekal pengalaman memimpin usaha/perusahaan PT Torganda yang bekerja di PT Freeport Indonesia dan PT Bursa Efek Jakarta, sejak tahun 1997 Sihar menekuni dunia bisnis hingga menjadi seorang Entrepreneur dan Direkur Lembaga Peduli Hutan Indonesia (tahun 1998 hingga sekarang).

Pecinta dan Pembina Sepakbola

Sesungguhnya pribadi Sihar Sitorus sejatinya tidak asing lagi ditelinga masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Selain masalah pendidikan yang begitu baik, Sihar juga memenuhi kualifikasi soal kecintaan terhadap olahraga. Sebab, nama Sihar memang tidak asing bagi pecinta sepakbola di Indonesia.

Memang, di bidang sepakbola, Sihar pernah menjabat sebagai anggota komite eksekutif PSSI yang sering muncul dengan ide-ide segar terkait sepakbola. Baginya, banyak bakat-bakat terpendam di rumput hijau dalam negeri akan sayang jika dibiarkan begitu saja tanpa ada yang mengembangkan.

Sihar Sitorus dikenal aktif dalam kegiatan pengembangan dan pembangunan masyarakat di wilayah Sumut. Salah satunya adalah ketika ia menjadi sosok penting di klub sepakbola kebanggaan warga, yakni PSMS Medan. Saat PSMS Medan berlaga di Indonesia Super League, Sihar bahkan tak segan mengeluarkan cukup besar dana agar tim yang ia bangun bisa terus bertanding. Sihar kemudian dikenal sebagai satu dari sekian banyak pengusaha yang begitu cinta dan peduli dengan kemajuan sepakbola.

Kepiawaiannya memimpin klub sepakbola ini dibuktikannya saat dia menginstrusikan kepada pelatih PSMS Medan untuk selalu menempatkan Oktovianus Maniani sebagai starter di setiap laga yang dilakoni PSMS. Hasilnya terbukti mujarab hingga Oktovianus tumbuh menjadi seorang pemain sepak bola yang terkenal dan luarbiasa. Tentu itu karena Sihar melihat ada talenta yang harus dikembangkan pada diri Oktovianus.

Sihar adalah sosok orang yang peduli dan bukti konkret pengembangan pemain bola muda di Indonesia. “Bakat-bakat muda ini dapat dimaksimalkan sebagai generasi penerus. Yang penting bukan berapa skornya tetapi bagaimana mengambil manfaat dari laga melawan tim yang punya nama besar dan berpengalaman tampil di level elite," ujar Pendiri dan Direktur Utama PT Togos Gopas ini pada satu kesempatan.

Bagi Sihar, bermain sepakbola tidak cukup hanya bermodal skill individu, tetapi daya tarung itu perlu. Daya tarung adalah soal mental dan beban psikologis ketika berhadapan dengan pemain dan klub yang punya nama besar. Dengan modal itu, pemain dapat mengimbangi tekanan saat kehilangan bola dan memanfaatkan kelemahan lawan.

Kecintaan Sihar terhadap sepakbola membuatnya rela menggelontorkan dana cukup besar bahkan sebagai bentuk keprihatinannya terhadap persepakbolaan dalam negeri, dia pun mendirikan tiga klub sepakbola Medan Chiefs Deli Serdang, Pro Titan, dan Nusaina Fans Club.

Politisi dan Tim Ahli Jokowi-JK

Selain sebagai pengusaha dan pecinta sepakbola, Sihar juga ikut terjun di bidang politik, semata-mata karena kepeduliannya kepada masyarakat . Keterlibatannya dalam politik bukanlah hal baru, dan bukan pula pendatang baru. Sebelumnya dia merupakan tokoh politik dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) yang didirikan ayahnya, pengusaha nasional (alm) Darius Lungguk Sitorus.

Bagi Sihar, setiap orang yang ingin terjun di bidang apa pun, harus jelas maksud dan tujuannya. Begitu juga ketika mengembangkan sepak bola, menjadi pengusaha dan memasuki dunia politik, dia jelas mempunyai tujuan untuk memperjuangkan Indonesia makin maju. “Indonesia sudah sekian tahun merdeka, bahkan reformasi sudah 15 tahun, namun masyarakat masih dihadapkan dengan berbagai persoalan mendasar. Kemiskinan masih menjadi masalah besar di Indonesia. Meski pemerintah mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan. Faktanya masih banyak rakyat miskin,” ujarnya. Dan Sihar mengerti harus terlibat dalam mengawal kebijakan pemerintah dengan masuk ke pentas politik.

Pada tahun 2009 Sihar mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dari partai PPRN. Perolehan suaranya cukup besar sehingga dia terpilih menjadi anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara II. Tetapi, karena partainya tidak lolos PT di KPU akhirnya harus dengan rela menerima kenyataan untuk tidak duduk di kursi anggota dewan.

Di Pemilu 2014 lalu, Sihar dipercaya menjadi Juru Kampanye Nasional. Sihar ditunjuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai salah satu dari 120 tokoh-tokoh PDI Perjuangan. Demikian juga pada pemilihan presiden (Pilres) 2014 , Sihar Sitorus, mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu, dinilai layak menjadi juru kampanye yang bisa mendulang suara untuk kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sihar dipercaya menjadi tim sukses, dan sebagai tim kampanye Jokowi-JK di Badan Pemenangan Pemilu Presiden yang terdaftar di KPU. Sihar menjadi Tim Ahli bersama-sama tokoh lain seperti Sukardi Rinakit, Andreas Pareira, Arie Sumarmo, Arief Budimanta, Ady Prasetyono, Heri Achmadi, Ida Fauziah, M Prakosa, Muhtosim Arief, Musdah Mulia, Pataniari Siahaan, Rizal Sukma, Syaifullah Mashum, Sakti Wahyu Trenggono, dan Silverius Sonny.

Cawagubsu

Kini, Sihar Sitorus telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur Sumatera Utara mendampingi Djarot Saiful Hidayat. Tim dan relawan menyebut pasangan 'Djoss' mendapatkan tiket Pilgub Sumut setelah PPP ikut berkoalisi dengan PDIP, hingga akhirnya menggenapi 20 kursi DPRD sebagai syarat untuk bisa maju pada Pilgub Sumut 2018.

Perpaduan pengalaman antara Sihar Sitorus sebagai pengusaha/entrepreneur, peduli sepakbola dan politisi serta tim ahli Jokowi, dan Djarot yang juga politisi dan birokrat/kepala daerah (Biltar dan DKI), dinilai berbagai kalangan sangat ideal, tepat dan cocok. Menjadi pemimpin di Sumatera Utara memang cukup diminati, mengingat daerah ini merupakan barometer pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Indonesia.

Bahkan saat pendaftaran pasangan ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Sihar cocok mendampingi Djarot. Sihar Sitorus memenuhi karakteristik yang pas, sosok yang populer di kalangan muda, suka olahraga dan memiliki rekam jejak pendidikan yang bagus.

Harapan masyarakat untuk menjadikan Sumut yang maju, makmur dan sejahtera, nyaman dan aman, jauh dari budaya korupsi dan "kekerasan" akan dapat tercapai dengan dukungan masyarakat. Hal ini sangat tepat diletakkan dipundak pasangan Djarot-Sihar pada pilkada Sumut 2018.

Pantauan penulis di lapangan, pasangan putra Jawa-Batak ini cukup menarik perhatian masyarakat. Sebagaimana ditayangkan hasil polling yang dilakukan 'election Sumut' vote.batakpedia.com, pasangan Djarot-Sihar memperoleh 63,33 persen suara.

Bahkan para pemerhati budaya menyatakan harapan akan kemenangan pasangan ini ditilik dari sisi arti-makna nama mereka. Sihar dalam bahasa Batak diartikan, terang, pembawa terang. Pangihutan diartikan orang yang patut diikuti, itu artinya pemimpin. Lalu, Hamongan diartikan, winner atau orang yang selalu menang. Sementara dalam bahasa Jawa, nama Djarot Saifulah Hidayat, Djarot yang memilik arti otot kuat, Saiful memiliki arti pedang kebenaran dan Hidayat yang berarti petunjuk (dari Tuhan).

Dalam adat budaya orang Batak, lazimnya nama itu diyakini bermakna sebagai sebuah doa atau harapan, sehingga lengkaplah sudah doa kedua orang tua masing-masing pasangan dan masyarakat Sumut. Duet ini akan menghasilkan pemimpin pemenang, yang kuat dan tajam seperti pedang, yang selalu mengandalkan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin Sumatera Utara 5 tahun ke depan melalui Pikada Sumatera Utara yang akan digelar pada tahun 2018. Semoga. (*)






 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Anthony Bachtiar, Designer Batik Terbaikoleh : Munir Werlin
17-Apr-2018, 06:58 WIB


 
  Anthony Bachtiar, Designer Batik Terbaik Anthony Bachtiar, Designer Batik Terbaik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Pengabdian Tentara di Pojok Desa 10 Apr 2018 14:27 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia