KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilHikmah Nurida, Pustakawan yang Suka Menulis dan Aktif Bersukarelawan oleh : Redaksi-kabarindonesia
14-Feb-2017, 09:34 WIB


 
 
Hikmah Nurida, Pustakawan yang Suka Menulis dan Aktif Bersukarelawan
KabarIndonesia - Hikmah Nurida adalah pemenang I Lomba Tulis HOKI 2016 bertema Aku Ingin Menjadi Penulis Cerita Anak-Anak. Ia berprofesi sebagai seorang pustakawan di layanan Koleksi Umum Perpustakaan Nasional RI yang membuat perempuan murah senyum ini banyak bergelut dengan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Ayah 11 Feb 2017 17:13 WIB

Kisah Februari 11 Feb 2017 17:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Waktu untuk Anak
Oleh : Hendra Sugiantoro | 29-Des-2012, 11:25:05 WIB

KabarIndonesia - Tahun 2012 perlahan akan berakhir. Marilah kita bertanya, apakah anak kita memperoleh waktu yang berharga ketika bersama kita? Begitu beragam kesibukan kita sebagai orangtua. Kita yang setiap saat bekerja kerapkali kesulitan sekadar menanyakan perkembangan anak di sekolah.

Kita yang bekerja masuk pagi pulang sore acapkali abai mendampingi anak belajar atau memotivasi anak menuntut ilmu. Kita melulu berkutat mengurusi bisnis seolah-olah alpa ada kebutuhan emosional dan spiritual yang anak butuhkan. Kita beranggapan anak hanya perlu kecukupan uang. Sekadar memberikan kesempatan bagi anak berbagi rasa, kita pun lupa. Hari libur malah kerapkali tetap kita jejali dengan urusan yang tak bersentuhan langsung dengan anak.

Sejatinya anak kita memerlukan kehadiran kita. Ada rasa yang hendak dibagikan anak agar kita memahami dan ikut merasakannya. Memang ada yang mengatakan bahwa kualitas perjumpaan lebih penting ketimbang kuantitas perjumpaan, namun anak tetaplah anak. Anak kita mungkin bisa terbiasa dengan ketidakberadaan kita. Namun, secara naluriah, tutur Nur Faizah Rahmah (2011), anak pastilah akan lebih memilih untuk tetap bersama dengan kedua orangtuanya lebih lama ketimbang bersama orang lain.            

Sebagai anugerah Tuhan, anak tak cukup hanya diberi makan, disekolahkan, dan dibesarkan. Kita dituntut mendidik anak. Anak membutuhkan kebersamaan dengan kita. Anak memerlukan perhatian, kasih sayang, kepedulian, penghargaan, empati, keteladanan, motivasi, dan semacamnya. Kita perlu mendidik anak kita dengan membersamai hari-harinya berproses dalam perkembangan dan pertumbuhan. Kehilangan waktu dan kesempatan untuk mendidik anak dengan benar melalui pembagian waktu yang cukup bagi anak, ujar Parlindungan Marpaung (2007), hanya akan membuahkan penyesalan di hari tua.

Pastinya kita dinantikan Tuhan untuk mendidik anak kita menjadi shalih atau shalihah. Mendidik anak kita adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain. Pertanggungjawaban kepada Tuhan. Wallahu a'lam. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016oleh : Eliyah A M S
08-Jan-2017, 13:46 WIB


 
  Buffalo Painting Toraja National Art Festival 2016 Seekor Kerbau yang badannya dilukis pada Toraja National Art Festival 2016. Kegiatan Toraja National Art Festival ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
 

 

 

 

 

 
 
 
 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia