KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanIndonesia Memanggil 8348 Putra-Putri Terbaik Bangsa Mengisi 8 Sekolah Kedinasan oleh : Syaiful Safril
07-Mar-2017, 16:49 WIB


 
 
KabarIndonesia. com,- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi merilis pengumuman Nomor: 125/S.SM.01.00/2017 tanggal 1 Maret 2017 Tentang Penerimaan Calon Siswa-Siswi/Taruna-Taruni pada Kementerian Lembaga/Lembaga yang Mempunyai Lembaga Pendidikan Kedinasan Tahun 2017.

Seperti dilansir dari laman website Kemenpan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

Kelamnya Februariku 03 Mar 2017 08:33 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Waktu untuk Anak
Oleh : Hendra Sugiantoro | 29-Des-2012, 11:25:05 WIB

KabarIndonesia - Tahun 2012 perlahan akan berakhir. Marilah kita bertanya, apakah anak kita memperoleh waktu yang berharga ketika bersama kita? Begitu beragam kesibukan kita sebagai orangtua. Kita yang setiap saat bekerja kerapkali kesulitan sekadar menanyakan perkembangan anak di sekolah.

Kita yang bekerja masuk pagi pulang sore acapkali abai mendampingi anak belajar atau memotivasi anak menuntut ilmu. Kita melulu berkutat mengurusi bisnis seolah-olah alpa ada kebutuhan emosional dan spiritual yang anak butuhkan. Kita beranggapan anak hanya perlu kecukupan uang. Sekadar memberikan kesempatan bagi anak berbagi rasa, kita pun lupa. Hari libur malah kerapkali tetap kita jejali dengan urusan yang tak bersentuhan langsung dengan anak.

Sejatinya anak kita memerlukan kehadiran kita. Ada rasa yang hendak dibagikan anak agar kita memahami dan ikut merasakannya. Memang ada yang mengatakan bahwa kualitas perjumpaan lebih penting ketimbang kuantitas perjumpaan, namun anak tetaplah anak. Anak kita mungkin bisa terbiasa dengan ketidakberadaan kita. Namun, secara naluriah, tutur Nur Faizah Rahmah (2011), anak pastilah akan lebih memilih untuk tetap bersama dengan kedua orangtuanya lebih lama ketimbang bersama orang lain.            

Sebagai anugerah Tuhan, anak tak cukup hanya diberi makan, disekolahkan, dan dibesarkan. Kita dituntut mendidik anak. Anak membutuhkan kebersamaan dengan kita. Anak memerlukan perhatian, kasih sayang, kepedulian, penghargaan, empati, keteladanan, motivasi, dan semacamnya. Kita perlu mendidik anak kita dengan membersamai hari-harinya berproses dalam perkembangan dan pertumbuhan. Kehilangan waktu dan kesempatan untuk mendidik anak dengan benar melalui pembagian waktu yang cukup bagi anak, ujar Parlindungan Marpaung (2007), hanya akan membuahkan penyesalan di hari tua.

Pastinya kita dinantikan Tuhan untuk mendidik anak kita menjadi shalih atau shalihah. Mendidik anak kita adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain. Pertanggungjawaban kepada Tuhan. Wallahu a'lam. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia