KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HukumRUU Omnibus Law Inskonstitusional Buruh Minta Stop Pembahasan Sidang Paripurna DPR RI oleh :
05-Okt-2020, 04:26 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Terkait Larangan Rayakan Natal Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Wajib Pelajari Dokumen Abu Dhabi
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 22-Des-2019, 02:25:36 WIB

KabarIndonesia - Bandung, Dekan FH UNPAR, Dr. Liona Nanang Supriatna, S.H. M.Hum. menanggapi larangan di beberapa tempat untuk merayakan ibadah Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Mengutip jurnalis Ryman pada JENDELANASIONAL.ID (20/12), Dr. Liona berharap agar Pemerintah dan tokoh masyarakat wajib mempelajari dan menyosialisasikan dokumen Abu Dhabi dalam rangka menjaga toleransi hidup beragama.

“Dokumen Abu Dhabi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, karena substansinya adalah merupakan upaya untuk menemukan nilai-nilai perdamaian, keadilan, kebaikan, keindahan, persaudaraan manusia dan hidup berdampingan dalam rangka meneguhkan nilai-nilai luhur sebagai jangkar keselamatan bagi umat manusia. Oleh karena itu, setiap hati nurani yang jujur harus menolak kekerasan dan ekstremisme buta; agar terus menerus menghargai nilai-nilai toleransi dan persaudaraan yang dikembangkan dan didorong oleh agama-agama,” ujar Dr Liona, alumnus Lemhannas RI Angkatan 58 dan Presiden Bandung Lawyers Club Indonesia.

Dokumen Abu Dhabi yang berjudul “The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together” ditandatangani oleh Paus Fransiskus bersama Imam Besar Al Azhar, Sheikh e-Tayeb di Abu Dhabi pada tanggal 4 Februari 2019, adalah merupakan peta jalan yang sangat berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis antar umat manusia.

“Dokumen itu sekaligus menjadi undangan untuk rekonsiliasi dan persaudaraan di antara semua umat beriman, juga di antara umat beriman dan yang tidak beriman, dan di antara semua orang yang berkehendak baik,” tegas Liona yang juga anggota Dewan Kehormatan Peradi Jabar.

Menurut Liona, substansi dokumen Abu Dhabi sangat mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945 dalam kehidupan sehari-hari bagi bangsa Indonesia. Katanya, dokumen ini menekankan pentingnya peran agama-agama dalam membangun perdamaian, menjunjung tinggi seperti: keyakinan yang berakar pada nilai-nilai perdamaian; adanya upaya untuk mempertahankan nilai-nilai persaudaraan manusia dan hidup bersama yang harmonis.

Selain itu, untuk membangun kembali kebijaksanaan, keadilan dan kasih; dan untuk membangkitkan kembali kesadaran beragama di kalangan orang-orang muda sehingga generasi mendatang dapat dilindungi dari ranah pemikiran materialistis dan dari kebijakan berbahaya akan keserakahan dan ketidakpedulian yang tak terkendali berdasarkan pada hukum kekuatan dan bukan pada kekuatan hukum.

Disamping itu, dokumen Abu Dhabi sangat sesuai dengan Pasal 28 UUD NRI 1945, karena dokumen Abu Dhabi juga menegaskan kebebasan adalah hak setiap orang: setiap individu menikmati kebebasan berkeyakinan, berpikir, berekspresi dan bertindak.

Selanjutnya, pluralisme dan keragaman agama, warna kulit, jenis kelamin, ras, dan bahasa dikehendaki Tuhan dalam kebijaksanaan-Nya. Kebijaksanaan ilahi ini adalah sumber dari mana hak atas kebebasan berkeyakinan dan kebebasan untuk menjadi berbeda berasal. Keadilan yang berlandaskan belas kasihan adalah jalan yang harus diikuti untuk mencapai hidup bermartabat yang setiap manusia berhak atasnya.

Dokumen Abu Dhabi memberi inspirasi untuk terus menerus melakukan dialog, agar terjadi pemahaman dan promosi luas terhadap budaya toleransi, penerimaan sesama dan hidup bersama secara damai. Dialog ini dipercaya akan sangat membantu untuk mengurangi pelbagai masalah misalnya ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.

“Dialog antar umat beragama berarti berkumpul bersama dalam ruang luas nilai-nilai rohani, manusiawi, dan sosial bersama dan, dari sini, meneruskan keutamaan-keutamaan moral tertinggi yang dituju oleh agama-agama, demikian pentingnya desiminasi substansi Dokumen Abu Dhabi dalam masyarakat yang sangat plural seperti di negara kita ini,” pungkas Liona. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia