KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDr Ir H Salahuddin Wahid (Gus Sholah) Adik Kandung Presiden ke-4 RI Tutup Usia oleh : Danny Melani Butarbutar
02-Feb-2020, 18:29 WIB


 
 
KabarIndonesia  - Breaking News Kompas tv kemarin (2/2) sekitar pkl. 23.00 dan Dandy Bayu Bramasta KOMPAS.com memberitakan jika KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) malam.

Almarhum  Gus Sholah yang juga pengasuh
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 
Menu Aceh Sie Asap Localeco 20 Feb 2020 04:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Terkait Larangan Rayakan Natal Pemerintah dan Tokoh Masyarakat Wajib Pelajari Dokumen Abu Dhabi
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 22-Des-2019, 02:25:36 WIB

KabarIndonesia - Bandung, Dekan FH UNPAR, Dr. Liona Nanang Supriatna, S.H. M.Hum. menanggapi larangan di beberapa tempat untuk merayakan ibadah Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Mengutip jurnalis Ryman pada JENDELANASIONAL.ID (20/12), Dr. Liona berharap agar Pemerintah dan tokoh masyarakat wajib mempelajari dan menyosialisasikan dokumen Abu Dhabi dalam rangka menjaga toleransi hidup beragama.

“Dokumen Abu Dhabi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, karena substansinya adalah merupakan upaya untuk menemukan nilai-nilai perdamaian, keadilan, kebaikan, keindahan, persaudaraan manusia dan hidup berdampingan dalam rangka meneguhkan nilai-nilai luhur sebagai jangkar keselamatan bagi umat manusia. Oleh karena itu, setiap hati nurani yang jujur harus menolak kekerasan dan ekstremisme buta; agar terus menerus menghargai nilai-nilai toleransi dan persaudaraan yang dikembangkan dan didorong oleh agama-agama,” ujar Dr Liona, alumnus Lemhannas RI Angkatan 58 dan Presiden Bandung Lawyers Club Indonesia.

Dokumen Abu Dhabi yang berjudul “The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together” ditandatangani oleh Paus Fransiskus bersama Imam Besar Al Azhar, Sheikh e-Tayeb di Abu Dhabi pada tanggal 4 Februari 2019, adalah merupakan peta jalan yang sangat berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis antar umat manusia.

“Dokumen itu sekaligus menjadi undangan untuk rekonsiliasi dan persaudaraan di antara semua umat beriman, juga di antara umat beriman dan yang tidak beriman, dan di antara semua orang yang berkehendak baik,” tegas Liona yang juga anggota Dewan Kehormatan Peradi Jabar.

Menurut Liona, substansi dokumen Abu Dhabi sangat mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945 dalam kehidupan sehari-hari bagi bangsa Indonesia. Katanya, dokumen ini menekankan pentingnya peran agama-agama dalam membangun perdamaian, menjunjung tinggi seperti: keyakinan yang berakar pada nilai-nilai perdamaian; adanya upaya untuk mempertahankan nilai-nilai persaudaraan manusia dan hidup bersama yang harmonis.

Selain itu, untuk membangun kembali kebijaksanaan, keadilan dan kasih; dan untuk membangkitkan kembali kesadaran beragama di kalangan orang-orang muda sehingga generasi mendatang dapat dilindungi dari ranah pemikiran materialistis dan dari kebijakan berbahaya akan keserakahan dan ketidakpedulian yang tak terkendali berdasarkan pada hukum kekuatan dan bukan pada kekuatan hukum.

Disamping itu, dokumen Abu Dhabi sangat sesuai dengan Pasal 28 UUD NRI 1945, karena dokumen Abu Dhabi juga menegaskan kebebasan adalah hak setiap orang: setiap individu menikmati kebebasan berkeyakinan, berpikir, berekspresi dan bertindak.

Selanjutnya, pluralisme dan keragaman agama, warna kulit, jenis kelamin, ras, dan bahasa dikehendaki Tuhan dalam kebijaksanaan-Nya. Kebijaksanaan ilahi ini adalah sumber dari mana hak atas kebebasan berkeyakinan dan kebebasan untuk menjadi berbeda berasal. Keadilan yang berlandaskan belas kasihan adalah jalan yang harus diikuti untuk mencapai hidup bermartabat yang setiap manusia berhak atasnya.

Dokumen Abu Dhabi memberi inspirasi untuk terus menerus melakukan dialog, agar terjadi pemahaman dan promosi luas terhadap budaya toleransi, penerimaan sesama dan hidup bersama secara damai. Dialog ini dipercaya akan sangat membantu untuk mengurangi pelbagai masalah misalnya ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.

“Dialog antar umat beragama berarti berkumpul bersama dalam ruang luas nilai-nilai rohani, manusiawi, dan sosial bersama dan, dari sini, meneruskan keutamaan-keutamaan moral tertinggi yang dituju oleh agama-agama, demikian pentingnya desiminasi substansi Dokumen Abu Dhabi dalam masyarakat yang sangat plural seperti di negara kita ini,” pungkas Liona. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 
IMLEK AGAR KITA MELEK 23 Jan 2020 05:21 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia