KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Tentara Miliki Karakter Keras Dan Disiplin
Oleh : Iin Suwandi | 17-Jul-2017, 12:36:26 WIB

KabarIndonesia - Karakter TNI memang keras, tetapi itu bukan untuk kekerasan. Mendidik anggota TNI dilakukan dengan keras dan tegas untuk membentuk sosok prajurit TNI yang tanggap, tanggon, dan trengginas. Dalam membentuk karekter militer tentunya didasarkan pada sasaran pendidikan yang akan dituju, dirumuskan dalam sesanti Tri Sakti Wiratama  yang berarti integrasi dari ketiga sifat prajurit yang utama, yaitu tanggap, tanggon, dan trengginas.

Tanggap,artinya berdaya tangkap dan penalaran yang tinggi dengan memiliki potensi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat mengembangkan diri. Tanggon artinya dapat diandalkan, ulet, dan tahan uji dengan memiliki mental yang dilandasi jiwa Pancasila dan UUD 1945, bersemangat juang kebangsaan, berkode etik Sapta Marga, berwatak keprajuritan dan berkepemimpinan TNI.    
Trengginas artinya tangkas dalam bertindak dan berolah pikir dengan memiliki kesemaptaan jasmani, daya tahan tinggi dalam menghadapi tugas. Berangkat dari sasaran yang hendak dicapai tersebut, semua proses belajar mengajar berlangsung secara terukur dan terkendali. Sasarannya juga jelas, yaitu mendidik agar para taruna, para siswa atau pelajar yang kelak menjadi anggota TNI memiliki postur tubuh yang gagah, memiliki kepatuhan, kedisiplinan, kuat fisik maupun mental, yang menjadi syarat dalam mendukung pelaksanaan tugas pokoknya.
   
Karena itu, kekerasan yang dilaksanakan secara terukur dan senantiasa memperhatikan faktor keselamatan dan keamanan. Memang, pembinaan dan pendidikan fisik dilakukan seperti itu karena tanpa perlakuan yang tegas, keras, dan disiplin, para calon tentara akan banyak berdiskusi, membantah, usul sana-usul sini, yang pada akhirnya latihan tidak akan mencapai sasaran. Pendidikan TNI memang mempersiapkan postur prajurit yang siap setiap saat menghadapi tugas berat dan berpotensi menimbulkan stres tinggi sehingga diperlukan latihan keras.
   
Sebagaimana dipahami bersama bahwa target dan program yang yang dilakukan oleh TNI sangat jelas. Maka metode yang digunakan pun jelas arahnya. Didasarkan target yang sudah ditetapkan, para pelatih di TNI harus bekerja keras siang malam melakukan pengawasan secara ketat dan disiplin tinggi. Untuk latihan pembentukan fisik agar calon anggota tentara tidak bongkok dan berbadan tegap, maka diterapkan dengan cara menggendong ransel dengan beban seberat 10 kg.
   
Ransel yang digendong secara terukur akan kuat dilakukan oleh para calon tentara dan akan menarik badannya tegak ke belakang sehingga pada akhirnya kelak ia akan menjadi tentara yang tegap dan tidak bongkok. Tujuannya jelas, menghasilkan para prajurit yang secara fisik tegap. Begitu pula dengan latihan lain, misalnya siang-malam melakukan latihan di lapangan. Hal ini jelas ada maknanya, yakni menguji dan sekaligus membuat agar diri seorang calon tentara menjadi kuat, sehat, dan tangguh.    

Kondisi yang diharapkan direalisasikan dalam Lomba Pleton Tangkas yang diadakan setiap tahun. Disitu satuan akan dilihat sampai sejauh mana pembinaannya dalam menggembleng prajuritnya. Lomba Peleton Tangkas (Ton Tangkas) yang sering dipertandingkan setiap tahun oleh TNI AD yang mempertandingkan materi lomba Lintas Medan, Samapta, Renang Militer, HTF  (How to Find the fighter)  dan  Menembak Senapan.  Dengan materi tersebut semua memakan banyak tenaga dan pikiran. Kondisi tersebut jelas akan dapat membentuk karakter prajurit yang keras tangguh dan disiplin. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia