KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

TNI Siap Bantu Filipina Selesaikan Perang Marawi
Oleh : Iin Suwandi | 12-Jul-2017, 17:27:18 WIB

KabarIndonesia - Menyikapi wacana untuk membantu kekacauan yang terjadi di Filipina, TNI secara mental dan fisik pasti bisa. Dikatakan demikian karena tempaan personil dalam setiap latihan, TNI memiliki militansi yang tinggi dapat  menyelesaikan konflik yang terjadi di Mindanao, Filipina negara tetangga kita.

Sebagaimana kita pahami bersama bahwa profesionalitas dan militansi yang dimiliki oleh TNI ada dalam tingkatan yang berbeda. Namun demikian dapat ditarik garis lurus bahwa profesionalitas dan militansi sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi serta tujuan yang ditetapkan dalam suatu peperangan.

Jika melihat sejarah TNI, tidak lepas dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan. Angkatan Bersenjata di Indonesia yang kini dinamakan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan perwujudan dari situasi dan kondisi rakyat Indonesia. TNI memerlukan suatu organisasi yang dapat mengordinasikan serta melaksanakan perlawanan dengan seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh rakyat dan bangsa Indonesia.

Kondisi tersebut tidak akan pernah pudar dan terus melekat pada diri TNI dalam setiap melaksanakan tugas yang telah diperintahkan.

Kasus Mindanau Filipina misalnya, merupakan suatu konflik yang memerlukan penanganan secara cermat. Dengan militansi yang dimiliki, rakyat Indonesia yakin dan percaya kalau TNI mampu menyelesaikan misi tersebut jika dilibatkan. Apalagi beberapa waktu yang lalu Menteri Pertahanan Ryamizard Ryaccudu mengatakan Pemerintah Indonesia siap mengirim anggota TNI ke Filipina.  

Pasukan TNI akan dikirim jika Pemerintah Filipina meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk memerangi kaum militan yang terafiliasi dengan ISIS di Marawi. "Kami siap saja," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/6) lalu. Meski Presiden Duterte telah memberi isyarat agar TNI bisa masuk, namun Ryamizard mengatakan harus ada keputusan dari Kongres Filipina.     

Pemerintah Filipina sebagaimana  yang banyak dilansir oleh media selama ini, melalui Presiden Duterte mengatakan dan berharap  agar militer Indonesia terlibat membantu. Tapi keterlibatan militer Indonesia haruslah dengan keputusan politik dari Presiden Indonesia, juga keputusan politik pihak Filipina, ada presiden dan ada konggres. Jika pihak Filipina sudah memberi lampu hijau, maka keputusan Indonesia untuk terlibat perlu didasari kajian yang mendalam tentang segala aspek baik politik, sosial, ekonomi dan hal strategis lainnya.
   
Mengingat betapa penting dan strategisnya keterlibatan militer Indonesia dalam perang di wilayah negara lain yang berdaulat maka kita tidak serta merta  merasa  menjadikan Indonesia menutup mata untuk mengiyakan semua order operasi militer di Marawi. Ini  soal terorisme yang dilabelkan kepada kelompok Maute. Kita tidak boleh lupa, munculnya konflik di Marawi juga residu dari konflik panjang dari masyarakat minoritas muslim di kawasan Mindanau terhadap pemerintah pusat Filipina. Soal afiliasi sebagian faksi perlawanan ASG (Abu Sayyaf Group) di Mindanau dengan ISIS adalah isu yang terjadi belakangan.   

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia perlu hati-hati dan cermat. Jangan sampai Indonesia tanpa sadar terseret konflik berkepanjangan di kawasan Asia Tenggara yang sejak lama dikehendaki kekuatan global dengan kepentingan strategis dibaliknya. Dengan demikian dari segi kesiapan TNI tidak ada masalah dalam membantu konflik yang terjadi di Filipina. Selama keterlibatan itu menguntungkan bagi negara dan bangsa Indonesia, TNI pasti siap digerakkan dalam waktu 1x24 jam. (*)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Modeloleh : Rohmah Sugiarti
24-Jul-2017, 06:03 WIB


 
  Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Model Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) menandatangani prasasti Desa Sejahtera Mandiri untuk Kampung Berseri Astra Keputih didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras (kanan), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia