KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (2): Menemukan Resonansi Ilahi oleh : Tonny Djayalaksana
10-Des-2018, 15:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pada tulisan "Dualitas Ghaib-Nyata Bagian 1" telah dipaparkan tentang adanya fenomena manusia yang bisa berbicara dengan flora dan fauna. Temuan kenyataan tersebut serupa dengan yang diceritakan dalam Al Quran tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang diberi keutamaan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

TNI AD Terus Pukul Genderang Perang Terhadap Narkoba
Oleh : Iin Suwandi | 01-Mar-2018, 12:48:16 WIB

KabarIndonesia - Salah satu persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, dan juga bangsa-bangsa lainnya di dunia saat ini adalah seputar maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba), yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini Indonesia menjadi sasaran peredaran gelap narkotika oleh sindikat internasional. 

Hal ini terlihat dari peningkatan pengungkapan kasus penyelundupan narkoba oleh aparat penegak hukum. Seperti tak ada ujung narkoba terus mengalir masuk ke Indonesia. Peredarannya tidak hanya menyasar masyarakat yang ada di perkotaan, tetapi sudah merambah sampai pelosok negeri. Kita menyaksikan pemberitaan media, pada beberapa pekan Februari 2018 kemarin, berton-ton narkoba yang berhasil diungkap aparat dari kapal Taiwan dan dapat diringkus.

Dengan maraknya kasus peredaran narkoba, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) komitmen perang terhadap bahaya narkoba. Hal ini dapat dilihat, di seluruh jajaran TNI AD ada program Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkotika (P4GN). Program ini secara terus menerus  melaksanakan tes urine per triwulan. Kemudian sejumlah oknum TNI AD yang terbukti terlibat penggunaan dan pengedaran narkoba pasti dipecat dari institusi TNI AD plus hukuman penjara. Komitmen TNI AD terus melakukan upaya nyata dengan memberikan penyuluhan kepada seluruh anggotanya tentang bahaya narkoba dan sanksi-sanksi yang didapat bila terbukti menggunakan narkoba, apalagi sampai jadi pengedar.

Pimpinan TNI AD tegas dalam memerangi narkoba dengan sanksi pemecatan bagi setiap prajurit yang terkena kasus tersebut. Sanksi bagi prajurit yang terlibat narkoba bukan lagi bahasa himbaun terhadap  bahaya narkoba, itu sudah lewat jamannya. Sekarang ini TNI AD berkonsensus, Prajurit terbukti pakai narkoba, tes urine positif berarti pidana dan diproses untuk  dilakukan pemecatan.

Sebagaimana diketahui bahwa, setiap prajuritnya yang terbukti terlibat narkoba sanksinya berupa pemecatan bukan hanya berlaku bagi prajurit yang terlibat langsung dalam kasus narkoba, namun sanksi itu juga berlaku bagi prajurit yang tahu dan membiarkan di daerahnya ada perdagangan narkoba. Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Mulyono selalu menekankan supaya seluruh prajurit TNI-AD harus menjauhi pelanggaran hukum dan narkoba. Sebab, TNI sudah menyatakan perang melawan narkoba.
 
Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh prajurit TNI AD. Dimana-mana  kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.

TNI AD menyadari bahwa penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di semua kalangan/level  kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku penyalahgunaan narkoba  tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena bila sudah terkontaminasi dengan narkoba maka sendi-sendi kekuatan bangsa  akan semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga  yang sudah terpengaruh dengan narkoba  sudah tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, warga  masyarakat selaku  bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.

TNI AD sadar betul bahwa bahaya Narkoba adalah merusak dan dapat memusnahkan umat manusia. Makanya setiap prajurit yang terlibat narkoba harus diberi sanksi yang tegas. Sebagaimana kita  ketahui bersama bahwa Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut).  
Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.

Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan.  Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh. 

TNI AD sadar betul bahwa  saat ini Indonesia sudah darurat narkoba, dan memahami betul betapa bahayanya narkoba.  Maka diharapkan segenap elemen bangsa yang ada harus bersatu memerangi  narkoba dan menganggap bahwa narkoba merupakan ‘musuh bersama' (the common enemy) yang harus diperangi oleh semua kalangan. Dalam hal ini, peran serta semua lapisan masyarakat untuk bahu membahu bersama pemerintah melawan narkoba adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.
   
Bahaya narkoba tersebut dapat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan Negara, penyalahgunaan narkoba ini dapat menurunkan nilai-nilai moral setiap individu yang terkait. Dengan semakin masifnya bahaya narkoba maka TNI AD tetap konsisten   perang terhadap narkoba.  Tegaknya Negara Indonesia ini karena adanya sosok TNI AD  dan komitmennya terhadap pemberantasan narkoba.     

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia