KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

Selamat Malam Kehidupan 25 Apr 2020 14:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Surat Terbuka Buat Bupati Sleman Minta Tunda Pilkades 2020 Untuk Antisipasi COVID 2019
Oleh : Supadiyanto S.sos.i. M.i.kom. | 23-Mar-2020, 14:46:09 WIB

KabarIndonesia - Yogyakarta,  Supadiyanto, M.I.Kom., Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi STIKOM Yogyakarta, mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Sleman. Isi pokok suratnya adalah permohonan untuk menunda Pilkades (pemilihan kepala desa) tahun 2020, sekaitan dengan adanta bencana Covid-19.

Selengkapnya Supadiyanto, menuliskan sebagai berikut:
"Pertama, setelah melihat, mencerna, meneliti, dan menelaah secara mendalam terkait perkembangan situasi dan kondisi terkini akibat dampak besar bencana Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di dunia dan Indonesia, serta khususnya di Yogyakarta—minimal sampai surat ini kami tulis pada Senin, 23 Maret 2020—menunjukkan fakta yang semakin mengkhawatirkan publik.
Berdasarkan data terkini sampai tanggal 22 Maret 2020, jumlah penduduk Indonesia yang meninggal dunia akibat terdampak Virus Corona 2019 sebanyak 48 orang; di mana 514 orang dinyatakan positif terpapar COVID-19; dan baru 29 orang yang dinyatakan sembuh.
Sementara data global menunjukkan, jumlah orang meninggal akibat COVID-19 sedunia berjumlah 13.069 orang (dengan 5 negara tertinggi yaitu: Italia, China, Iran, dan Spanyol, serta Perancis); yang dinyatakan sembuh baru sebanyak 95.829 orang; serta 308.594 orang/kasus terkonfirmasi COVID-19 tersebar di 160 negara (sumber: dua situs resmi/valid-aktual milik NKRI dan WHO terkait perkembangan COVID-19 yaitu: https://www.covid19.go.id/2020/03/22/infografik-covid-19-22-maret-2020/ dan https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/20200322-sitrep-62-covid-19.pdf?sfvrsn=f7764c46_2).

Kedua, kami mendukung penuh adanya Keputusan Gubernur DIY Nomor 65/KEP/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) DI DIY terbit pada 20 Maret 2020; di mana keputusan tersebut berlaku sejak tangga 20 Maret sampai dengan 29 Mei 2020. Kami juga mendukung terbitnya Instruksi Bupati Sleman Nomor 443/0021 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Penanganan terhadap Risiko Penularan Infeksi COVID-19 yang diterbitkan pada 17 Maret 2020.

Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah kebijakan dan pengaturan berbagai aktivitas keseharian semua warga masyarakat khususnya yang ada di DIY dalam rangka untuk melakukan pencegahan penyebaran virus COVID-19, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Ketiga, terhadap adanya rencana penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak secara langsung dengan menggunakan perangkat elektronik (e-Vooting) yang dihelat di 49 kelurahan se-Sleman pada Ahad, 29 Maret 2020 besok, maka kami mengusulkan agar Pilkades Sleman 2020 tersebut segera ditunda pelaksanaannya, sampai menunggu waktu yang lebih kondusif. 

Bahwa Pilkades Sleman 2020 akan diikuti sebanyak 444.481 orang yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap saat ini. Pilkades se-Sleman 2020 akan diikuti sebanyak 160 calon kepala desa, yang memperebutkan 49 kursi kepala desa. Ada potensi besar warga Sleman yang tinggal di luar kabupaten Sleman tetap akan pulang kampung dan menggunakan hak pilih mereka. Hal ini semakin memperbesar adanya potensi penyebaran virus COVID-19.

Dengan kebijakan menunda adanya Pilkades Sleman 2020, sampai menunggu waktu yang lebih kondusif; menjadi langkah arif dan bijaksana yang mesti dilakukan oleh Bupati Sleman sebagai pimpinan tertinggi di Sleman. Bupati Sleman beserta Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Sleman, Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Desa se-Sleman melakukan evaluasi secara sosiologis-medis, yuridis-politis, dan keselamatan dan keamanan (kemaslahatan) lokal-nasional-global secara "real time" dalam menetapkan pelaksanaan Pilkades se-Sleman 2020 demi keselamatan seluruh warga Sleman dan Yogyakarta.

Jika Pilkades 2020 di Sleman tetap dilangsungkan pada Ahad, 29 Maret 2020 besok; Pemerintah Kabupaten Sleman harus siap menanggung segala konsekuensi hukum dan risiko terberat terhadap nasib dan keselamatan sebanyak 444.481 orang dan ribuan petugas TPS yang akan berkumpul di ratusan TPS yang tersebar di 49 kelurahan se-Sleman. Mengingat dampak pandemi COVID-19, performanya mengalami peningkatan secara signifikan di Sleman, DIY, maupun di Indonesia.
Tentu kita tidak menginginkan bersama, di Sleman terjadi “ledakan” jumlah orang yang terpapar COVID-19. Kebijaksanaan untuk melakukan segenap aktivitas dari rumah, dan membatasi pergerakan atau aktivitas masyarakat di luar rumah menjadi sangat penting dilakukan untuk menekan laju persebaran COVID-19 khususnya di Kabupaten Sleman.

Adapun untuk mengatasi adanya potensi kekosongan jabatan kepala desa pada 49 desa di atas, jika Pilkades Sleman 2020 dihelat mundur hingga waktu yang lebih kondusif; sehingga menimbulkan konsekuensi hukum pada kekosongan jabatan kepala desa sebagaimana disebutkan di atas; maka Bupati Sleman bisa menerbitkan Surat Keputusan untuk memperpanjang masa jabatan kepala desa sampai terpilih kepala desa yang baru.

Secara pribadi, kami punya gagasan, jika terpaksanya Pilkades Sleman 2020 dihelat “berbarengan” dengan Pilkada Kabupaten Sleman 2020 yang diagendakan pada Rabu, 23 September 2020; secara teknis hal tersebut masih memungkinkan dilakukan agar lebih efektif dan efisien (jika ke depan ternyata Pilkada 2020 juga ditunda, juga bisa ditetapkan tanggal atau waktu yang lebih tepat lagi ketika DIY sudah bebas dari COVID-19).

Namun alangkah bijaksana, keputusan Hari H pelaksanaan Pilkades Sleman 2020; yang sudah ditetapkan pada Ahad, 29 Maret 2020 besok agar segera ditunda atau diundur sampai batas waktu yang ditentukan kemudian manakala sudah kondusif dari ancaman COVID-19. Hal ini wajib dilakukan segera agar memberikan kepastian hukum dan jaminan keselamatan terhadap publik Sleman terbebas dari paparan COVID-19.

Demikian pandangan dari kami sebagai akademisi, semoga bisa menjadi dasar pertimbangan bagi Bupati Sleman dan seluruh stakeholders yang terlibat dalam pesta demokrasi lokal bernama Pilkades Sleman 2020, yang menunaikan amanah Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah RI No. 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa.
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan banyak terima kasih. Semoga bermanfaat, jika ada kekeliruan redaksi maupun substansi, kami memohon dipermaaf."
Diakhir suratnya, Supadiyanto membubuhkan catatan bahwa surat yang ditulisnya sendiri mewakili pendapat pribadi sebagai akademisi, bukan mewakili institusi, melainkan sebagai bentuk respons dan tanggungjawab moral saya dalam menangkap suasana kebatinan publik dan aspirasi sejumlah warga Sleman yang menginginkan agar Pilkades Sleman 2020 ditunda pelaksanaannya demi keselamatan publik. (Supadiyanto, M.I.Kom., 
WA: 0819-1076-7633 e-mail: supadiyanto.nkri@gmail.com).(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
BACA ALKITAB ITU MENYEHATKAN 23 Mei 2020 12:40 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia