KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Sri Sultan HB X Santri Politik Gus Dur

 
OPINI

Sri Sultan HB X Santri Politik Gus Dur
Oleh : Ki Semar | 29-Jan-2009, 15:50:18 WIB

KabarIndonesia - Yogyakarta merupakan provinsi teristimewa yang memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki daerah-daerah lain. Yogyakarta juga merupakan daerah yang tidak mampu ditembus oleh budaya barat, masyarakat Yogyakarta masih berpegang teguh pada sendi-sendi kehidupan etika Jawa.

Dalam sendi kehidupan yang demikian Sri Sultan Hamengku Bowono X dilahirkan dan dibesarkan. Sri Sultan dilahirkan dengan nama Bendoro Raden Mas Herjuno Darpito pada tanggal 2 April 1946. Sesuai dengan tradisi yang berlaku di lingkungan Kraton Yogyakarta, maka Sri Sultan mengalami beberapa anugerah nama sesuai tingkat kedewasaan serta trahnya sebagai putera mahkota.

Beberapa nama yang pernah disandangnya diantaranya: Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi, KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Raja Putera Nalendra Mataram. Dan yang sangat penting dalam hidupnya adalah pada tanggal 7 Maret 1989 ( Selasa Wage 19 Rajab 1921) dinobatkan sebagai raja di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan berhak menyandang gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ia menggantikan posisi ayahnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Di sisi pemerintahan Sri Sultan HB X dipercaya untuk untuk menjabat Gubernur DIY sejak 3 Oktober 1998. Jabatan sebagai raja di lingkup Kraton Ngayogyakarta serta Gubernur DIY menjadikan Sri Sultan HB X memiki fenomena tersendiri dibanding tokoh politik dan pejabat pemerintah lainnya. Jabatan sebagai Raja Kraton Ngayogyakarta tidak membuat Sultan membikin garis pemisah antara dirinya dan rakyat,. Tetapi justru jabatan tersebut dijadikan oleh Sri Sultan HB X sebagai tali pengikat antara dia dan rakyatnya.

Dari segi kharisma, jabatan sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat  jauh lebih mendominasi dibanding jabatan Sri Sultan HB X sebagai Gubernur DIY. Penghormatan masyarakat Yogyakarta terhadap seorang raja jauh di atas jabatan apapun yang ada di negeri ini. Termasuk di dalamnya jabatan Presiden RI sekalipun. Di tinjau dari fakta yang tertuang di awal tulisan ini maka titik tolak kehidupan Sri Sultan Hamengku Buwono memiliki kesamaan dengan KH Abdurragman Wahid.

Perbedaannya hanya terletak pada lingkup di mana 2 tokoh ini dibesarkan serta membangun kharismanya masing-masing. Bila Sri Sultan dibesarkan dan membangun kharismanya di lingkup Kraton maka KH.Abdurrhaman Wahid dibesarkan dan menggali kharismya di lingkungan pesantren. Untuk lebih mengarahkan artikel ini maka sejenak kita analisa siapa KH Abdurrahman Wahid sebenarnya: Gus Dur adalah putera dari KH Wahid Hasyim. Dia juga cucu KH.Hasyim Asy’ari. Ayah dan kakek Gus Dur merupakan ulama yang berkharisma sangat besar. Pada awal kiprahnya di pentas nasional Gus Dur merupakan sosok yang penuh pesona.

Jabatan sebagai Ketua Umum Nahdataul Ulama periode 1984 sampai 1999 semakin menjadikannya sebagai tokoh yang disegani di pentas politik nasional. Terdorong oleh ambisi pribadi yang terlalu jauh maka Gus Dur mencoba melebarkan sayap di panggung politik nasional. Diawali sebagai salah satu  deklarator PKB Gus Dur semakin berambisi ke jenjang yang lebih tingggi. Jabatan Presiden RI menjadi target utamanya. Pada titik klimaks inilah kehancuran nama besar Gus Dur bermula. Sebagai pemersatu umat Islam khususnya Nahdatul Ulama, berubah menjadi tokoh yang justru sering menjadi cikal bakal perpecahan ummat Islam di Indonesia. Banyak sekali Gus Dur melontarkan bola bola panas di tengah ummat Islam. Bila pada awalnya Gus Dur merupakan sosok yang dihormati dan disegani maka saat ini keadaan menjadi bertolak belakang.

Gus Dur menjadi tokoh yang sarat dengan makian dan umpatan. Suaranya tak lagi banyak didengar. Dan yang lebih tragis adalah berbagai kecaman pedas, dan hinaan justru banyak datang dari kalangan yang pernah begitu hormat kepadanya. Gus Dur diambang kehancuran. Kursi Kepresiden sangat sulit diraih. Akan kembali ke dunia Nahdatul Ulama, banyak tokoh yang menolaknya. Dalam hal ini jangan mencari siapa yang salah, karena semua dampak dari ambisi Gus Dur yang tak terkendali. Perjalanan karir Gus Dur nampaknya akan menimpa Sri Sultan Hamengku Buwono X. Beberapa waktu terakhir ini, Sri Sultan gencar mempersiapkan diri sebagai Capres 2009. Dengan penuh optimisme Sri Sultan banyak turun ke daerah-daerah sebagai barometer awal langkahnya menuju RI 1. Tawaran PDIP untuk kursi Cawapres mendampingi Megawati juga ditolak oleh Sri Sultan. Tekatnya hanya satu: menjadi Capres 2009 bukan Cawapres 2009. Kegagalan seta kehancuran Gus Dur tidak menjadi pelajaran yang berarti bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ada 2 definisi kepemimpinan yang terabaikan oleh Sri Sultan HB X dan Gus Dur yaitu:Pemimpin sektoral: pemimpin yang hadir di lingkup lingkungan tertentu dimana Power Kepemimpinan serta Kharisma yang dimiliki disebabkan oleh faktor darah atau keturunan. Pemimpin dengan katagori ini justru akan menjadi lebih besar bila tetap berada pada lingkungan tersebut. Baik berupa lingkungan Kraton maupun lingkungan Pesantren yang membesarkannya. Pemimpin nasional: pemimpin yang masuk dalam katagori ini adalah seseorang yang membangun Power Kepemimpinan serta Kharismanya berdasarkan apa yang ada pada dirinya, bukan pada faktor ayah, kakek dan lain sebagainya.

Bahkan tokoh ini akan lahir dari suatu keluarga yang sangat sederhana dan tidak memiliki power serta kharisma apapun. Power serta kharisma dia peroleh mengikuti perjalanan hidupnya. Sebagai data real coba kita analisa latar belakang 3 presiden ini, Presiden Soekarno, Presiden Soeharto dan Presiden SBY merupakan 3 figur yang berasal dari kekuarga yang tidak memiliki power dan kharisma. Semua power dan kharisma diperoleh melalui perjuangan bukan warisan. Sri Sultan Hamengku Buwono tidak akan memperoleh power serta kharisma yang demikian apabila dia bukan Putera Hamengku Buwono IX. Dia memiliki power untuk wilayah Yogyakarta maksimal untuk wilayah pulau Jawa. Dan dia tidak akan memiliki Ppwer serta Kharisma di luar pulau Jawa. Andaipun kursi kepresidenan akan berhasil diraihnya, maka selama 5 tahun Sri Sultan harus siap untuk menerima berbagai kritik, celaan, demo sampai pada penolakan kedatangannya pada suatu daerah tertentu, dan tidak mustahil hal itu akan datang dari para mahasiswa UGM yang sering melakukan penolakan atas kedatangan seorang Presiden.
Bisa di bayangkan betapa pedih dan tragisnya perasaan Sri Sultan. 

Tetapi apabila kharisma Sri Sultan di Yogyakarta tetap tinggi, maka akan terjadi perang saudara antara masyarakat DIY dan masyarakat Propinsi lain apa bila terjadi demo dan kritikan terhadap Sri Sultan HB X yang datangnya dari wilayah diluar Propinsi DIY. Perang saudara bukan karena membela seorang Presiden RI tetapi karena pembelaan terhadap wibawa Raja Kraton Ngayogyakarta. Hal ini tentu menjadi suat hal yang menyulitkan bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri. Melihat tantangan ke depan, semua akan berpulang kepada diri Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Satu hal yang perlu menjadi catatan besar bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X adalah karakteristik masyarakat dan pemuda khususnya para mahasiswa yang ada di Indonesia adalah: bangsa Indonesia mempunyai ciri khas untuk menghujat presiden yang berkuasa, tetapi akan memuja bagaikan dewa bila mantan tersebut Presiden telah tiada. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/

Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com

Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia