KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiBerkat di Balik Wabah Corona oleh : Fida Abbott
09-Apr-2020, 01:17 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tahun 2020 ini merupakan tahun bersejarah bagi dunia. Siapa yang tak kenal Covid-19? Makhluk kasat mata ini menjadi populer di mana-mana saat ini. Dia bukan pahlawan dunia yang umumnya dikenang sepanjang masa melainkan sebuah musuh yang dikenal oleh masyarakat
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemunafik 05 Apr 2020 16:00 WIB

Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Solidaritas Kerja Sama Dan Disiplin Senjata China Melawan Pandemi Covid-19
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 20-Mar-2020, 15:41:23 WIB

KabarIndonesia - Pandemi Covid-19 telah membuktikan bahwa takdir semua negara dunia adalah saling terkait. Hanya dengan solidaritas dan kerja sama, dunia bisa memenangi pertempuran melawan epidemi ini sesegera mungkin.

Berkat kerja keras luar biasa, penanganan wabah Covid-19 di China maju pesat dan aktivitas keseharian masyarakat pulih. Namun, banyak negara lain yang semakin serius menghadapi wabah virus korona. Dalam fase krusial pandemi global ini, dunia harus membina solidaritas dan kerja sama demi kesehatan umat manusia.

Demikian pernyataan Dubes Xiao Qian, Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia, sebagaimana dilansir website Kedutaan Besar China di Jakarta, kemarin. Di http://id.china-embassy.org/indo/xwdt/t1756971.htm, yang dipasang sejak 17 Maret 2020. Pernyataan Dubes Xiao Qian telah diterbitkan di Kompas cetak dengan judul "Solidaritas dan kerja Sama untuk Mengalahkan Pandemik".

Selanjutnya, kutipan pernyataan Dubes China Xiao Qian sebagai berikut:

Solidaritas dan kerja sama adalah senjata China melawan korona. Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Komite Pusat Partai Komunis China, 1,4 miliar rakyat China bersatu menghimpun kekuatan. China telah bertindak paling komprehensif, paling ketat, dan paling menyeluruh serta total dalam mobilisasi, strategi, dan penanganan. Semua ini menghasilkan sinergi yang sangat solid untuk memerangi epidemi.

Presiden Xi Jinping telah enam kali memimpin pertemuan Komite Tetap Politbiro Komite Pusat PKT untuk merancang strategi terkait upaya pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan sosial. Ia juga menginspeksi langsung ke garis depan epidemi di Beijing dan Provinsi Hubei, mengomandoi penanganan wabah.

Pemerintah China memobilisasi kekuatan dari seluruh negeri, memusatkan sumber daya paling berkualitas, dan memberangkatkan tenaga medis paling kompeten dari semua provinsi demi membantu Provinsi Hubei. Saat ini 346 tim medis dengan 42.600 personel dari seluruh China dikerahkan menuju Hubei untuk bahu-membahu dengan pekerja medis setempat melawan Covid-19.

Semua pihak berkontribusi

Kalangan bisnis berkontribusi menyumbang uang dan barang. Ada perusahaan yang menghimpun dana khusus senilai 1 miliar yuan (142,86 juta dollar AS) dalam bentuk perlengkapan medis. Ada perusahaan yang menyediakan semua peralatan elektronik di RS Huoshenshan dan RS Leishenshan, dua rumah sakit darurat yang baru dibangun di Wuhan. Belasan perusahaan logistik terkemuka di China mengoperasikan jalur hijau demi mengangkut barang bantuan ke Wuhan secara gratis.

Masyarakat luas juga berperan aktif. Ada pekerja yang spontan menjadi sukarelawan dalam proyek konstruksi RS Huoshenshan. Ada petani yang membeli 10 ton kubis untuk disumbangkan ke Hubei. Seorang warga berusia 87 tahun menyumbangkan semua simpanan hari tuanya, 200.000 yuan (28.570 dollar AS), karena tidak ingin berpangku tangan melihat tanah airnya dilanda bencana.

Selain itu, lebih banyak warga yang dengan penuh kesadaran tidak keluar rumah pada Tahun Baru Imlek, padahal ini adalah hari raya tradisional paling penting bagi masyarakat China. Mereka telah memilih cara paling primitif sekaligus paling efektif untuk menghentikan penyebaran virus.

Respons seperti ini berskala nasional, kata Bruce Aylward, kepala tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang berkunjung ke China, dalam wawancara dengan New York Times.

Menurut Aylward, di kalangan masyarakat China terdapat kesadaran bahwa ”kita harus membantu Wuhan”. Kohesi dari rasa tanggung jawab dan semangat tolong-menolong inilah yang memungkinkan penanganan wabah virus Covid-19 di China terus bergerak maju.

Solidaritas dan kerja sama adalah senjata umat manusia paling ampuh untuk mengalahkan bencana. Saat awal merebaknya virus Covid-19, China menerima bantuan dari masyarakat internasional. Ada 62 negara—termasuk Indonesia—dan 7 organisasi internasional menyumbang masker, baju pelindung, dan barang kebutuhan darurat lain.

Bantuan ini merupakan dukungan berharga bagi China dalam pertempuran melawan epedemi ini. Kami tidak akan pernah melupakan uluran tangan masyarakat internasional. Kini, kami juga siap membantu negara lain.

China telah mengirim perangkat penguji virus corona dan bantuan material lain ke sejumlah negara. Bantuan disalurkan melalui Palang Merah, jalur non-pemerintah, sektor bisnis, dan jalur pemerintah daerah. China juga telah memberangkatkan tim sukarelawan ahli medis ke Iran, Irak, Italia, dan negara lain.

Pada 7 Maret, Pemerintah China menyumbangkan 20 juta dollar AS kepada WHO sebagai dukungan dalam mengembangkan kerja sama internasional mengatasi pandemi Covid-19.

Kami juga siap bekerja sama dengan Indonesia dan memberikan bantuan semaksimal mungkin bagi Indonesia untuk menangani pandemi ini.

Kami juga siap bekerja sama dengan Indonesia dan memberikan bantuan semaksimal mungkin bagi Indonesia untuk menangani pandemi ini.

Pertemuan kerja sama

Penting digarisbawahi, para menteri luar negeri dari China dan anggota ASEAN telah bertemu di Vientiane, Laos, 20 Februari, membahas Covid-19. Pertemuan ini menyepakati penguatan kerja sama regional sekaligus menampilkan tradisi luhur saling membantu dan bekerja sama menghadapi masalah. Pertemuan itu juga menghasilkan standar kerja sama global dalam pencegahan dan pengendalian pandemi.

Pesatnya penyebaran virus Covid-19 merupakan tantangan sangat besar. Dalam menghadapi pandemi, tantangan ini adalah tantangan bersama. Tanggung jawab ini juga adalah tanggung jawab bersama. Semua negara hendaknya saling melengkapi dalam mengatasi penyebaran virus, mengembangkan obat dan vaksin, serta berkoordinasi dalam menyikapi dampak ekonomi.

Epidemi Covid-10 telah membuktikan bahwa takdir semua negara dunia adalah saling terkait. Masyarakat adalah komunitas dengan masa depan bersama yang tidak bisa terlepas satu sama lain. Hanya dengan solidaritas dan kerja sama, dunia bisa memenangi pertempuran melawan pandemi ini sesegera mungkin.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia