KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Skenario Menjatuhkan TNI
Oleh : Iin Suwandi | 19-Okt-2017, 00:54:29 WIB

KabarIndonesia - Akhir-akhir ini  kita  dikejutkan sejumlah kasus pelecehan kepada institusi Tentara Nasioanl Indonesia (TNI) yang kita kenal sebagai institusi yang diseganai dan dihormati.   Diawali dengan adanya postingan potongan gambar tweet yang mengatasnamakan Nikita Mirzani diduga menghina Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu yang lalu. Dalam potongan gambar tersebut akun Nikita Mirzani mengomentari  "film G30S/PKI akan lebih seru jika Jenderal Gatot Nurmantyo ikut dimasukkan ke dalam Lubang Buaya".

Atas kejadian tersebut  Nikita Mirzani  pun menyampaikan permintaan maafnya agar kasus serupa tidak terulang lagi. Terlebih lagi, janda dua anak itu beralasan sedang fokus mencari nafkah kedua buah hatinya. "Niki minta tolong banget untuk semua orang yang kalau Niki punya salah, mohon dimaafkan yang disengaja atau tidak. Niki cuma mau kerja dengan baik dan mengurus anak," kata Nikita Mirzani pada waktu.  
Permasalahan Nikita Mirzani sempat viral berhari-hari lamanya tanpa ada tindak lanjut  pihak yang berwajib. Ketika itu ada wawancara dengan Panglima TNI  Pak Gatot Nurmantyo, seorang wartawan bertanya, apakah Nikita Mirzani bapak Panglima maafkan atas postingan yang ingin melubang buayakan Panglima. Pak Gatot pada waktu dengan jiwa besar mereka mengatakan mereka memaafkan. Sesudah itu kasus pelecehan kepada Panglima selesai begitu saja dan tidak berlanjut ke ranah hukum. 
Selang beberapa hari kemudian kita lagi dikagetkan dengan adanya sikap emosional Kompol Abdul Mubin Siagian, yg dinilai melecehkan tugas TNI di perbatasan. Pekerjaan TNI di perbatasan, menurut Abdul Mubin, "hanya makan tidur". Selain pemilihan kalimatnya kasar, seorang perwira menengah Polri rasanya tidak etis memiliki pandangan picik seperti itu. Apalagi tudingan itu diungkapkan di media sosial. Ia menuliskan pendapatnya tersebut, dalam diskusi tentang isu impor senjata Brimob di sebuah akun fb.  

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian langsung merespons dan menindaklanjuti komentar yang kurang baik dan kurang tepat tersebut dengan meminta maaf. Sesudah minta maaf kasus tersebut terus langsung mereda begitu saja.

 
Kasus lain muncul  tepatnya   pada Jumat (10/13) lalu ada postingan yang lebih provokatif lagi  yang dilakukan oleh Yusrizal (65). Dia mengunggah status minta TNI dibubarkan. Warga Bukittinggi ini pun menyesal setelah didatangi Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan dan sejumlah tokoh setempat. Dia mengakui khilaf atas komentar yang menyinggung TNI tersebut dan meminta maaf pada keluarga besar TNI dan masyarakat.   

Berdasarkan pengakuan, yang bersangkutan bermaksud membela TNI. Namun pembaca mana tahu apa maksud dia berkomentar demikian. Yang dibaca masyarakat adalah agar TNI dibubarkan. Kalau TNI bubar, bagaimana nanti keutuhan NKRI. 
Tidak lama kemudian muncul aksi saling pukul terjadi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur pada Jumat (13/10/2017) sekitar pukul 12.00 WIB.

 Berdasarkan video yang beredar di medsos, perkelahian itu terjadi antara anggota TNI dengan pengendara mobil Mazda berpelat nomor B 1599 PVH.  Diduga perkelahian tersebut terjadi karena sang pengemudi mobil Mazda membuang sampah sembarangan dan mengenai istri anggota TNI itu, yang sedang dibonceng motor.Tak terima terkena sampah, istri anggota TNI itu memberhentikan mobil Mazda merah itu. Mobilnya dihentikan, sang pengendara tak terima dan terlibat baku pukul dengan anggota TNI.

 
Bimantoro selaku pengendara mobil Mazda  mengaku sedang emosional sehingga terlibat baku hantam dengan anggota TNI AL Lettu Satrio. Dia pun sudah meminta maaf atas perbuatannya. "Kondisinya ya saya emosional saja, sama-sama emosional. Saya khilaf, saya melakukan kesalahan, saya minta maaf," kata Bimantoro di Polres Jakarta Timur, Jumat (13/10/2017) lalu. Hingga kini kasus tersebut menguap begitu saja tanpa ada tindak lanjut.

 
Dari sekian rentetan peristiwa tersebut apakah memang ada settingan untuk menjatuhkan citra TNI di mata masyarakat? Karena beberapa persoalan jika kita cermati cukup hanya dengan modal minta maaf kasus melecehkan TNI selesai alias tidak berlanjut. Pelakunya bukan hanya rakyat biasa, tapi juga dari kalangan artis dan bahkan oknum Perwira Polisi ikut  melecehkan institusi TNI. Ada apa? 
Kalau dilihat secara sepintas itu bukanlah secara kebetulan belaka. Karena kejadiannya berurut dan seolah-olah peristiwanya sambung menyambung. Penulis hanya menganalisa dari peristiwanya saja. Tapi setidaknya dari rentetan peristiwa tersebut kemungkinan ada kesengajaan untuk mencari kesalahan TNI dengan berbagai macam cara. Apakah memang ada skenario untuk menjatuhkan TNI? 
Kalau dilihat modusnya, bagaimana TNI dipancing dengan berbagai persoalan mulai dari pimpinan TNI, lembaga TNI ingin dibubarkan hingga kinerja TNI yang dianggap makan tidur. Apakah dengan cara-cara seperti ini TNI dapat dijatuhkan secara licik. Adakah kedengkian kepada TNI karena hingga kini TNI pernah dinobatkan sebagai institusi terbaik di negeri ini. Apalagi saat ini ummat Islam di Indonesia TNI dianggap sebagai pahlawan yang salau bertindak dan memihak kepada rakyat. 
Semoga saja dengan sejumlah peristiwa yang menimpa TNI saat ini, justru TNI akan lebih matang dalam menyikapi segala masalah yang telah menghimpitnya. Menurut sejarahnya TNI sudah teruji dengan segala berbagai macam permasalahan rumit sekalipun.  Justru karena kebesaran TNI akan menjadikan institusi  menjadi lembaga yang selalu mawas diri dalam mengahadapi berbagai tantangan. Termasuk TNI mampu mendeteksi mana kawan dan mana lawan dalam lorong gelap sekalipun.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia