KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Satu Kata dari Mahasiswa Baru untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Oleh : Ibadur Rahman Al-huda | 09-Nov-2017, 07:42:31 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana dilansir pada koran harian Surya Malang hari Senin (14/7) dua bulan yang lalu, disebutkan bahwa setidaknya ada 3.445 mahasiswa baru (Maba) yang sudah memulai aktifitasnya di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Aktifitas yang dimaksud yaitu berupa rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru mulai dari tingkat Universitas sampai tingkat Jurusan. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain yaitu agar mahasiswa baru lebih mengenal lingkungan baru mereka.
Setelah dua bulan berlalu, tepatnya di bulan Oktober ini, pastinya mahasiswa baru sudah melewati berbagai macam kegiatan yang cukup menyita waktu senggang mereka. Lebih-lebih dengan adanya program Ma’had (tempat tinggal layaknya pesantren untuk mahasiswa baru selama setahun pertama) yang menjadi salah satu icon unik bagi kampus yang biasa disebut Ulul Albab ini. Tentunya, hal seperti ini menimbulkan kesan yang membekas bagi segenap civitas academica UIN Malang, khususnya bagi mahasiswa barunya.

Sebagaimana hasil investigasi penulis dengan salah satu mahasiswa baru yang bernama Alim Dermawan (19) ketika ditanya kesan apa yang muncul saat pertama kali menginjakkan kakinya di kampus ini. Mahasiswa yang juga alumnus MAN 1 Malang ini menyatakan bahwa ia sangat senang dan bangga menjadi salah satu keluarga besar UIN Malang. Akan tetapi, ia juga sadar bahwa ini merupakan langkah awal dari tahapan pendidikannya, sehingga ia harus menata niatnya dengan benar, ujar remaja yang berasal dari Kota Batu ini.

Di sisi lain, ternyata mahasiswa yang mengambil jurusan Psikologi ini menyatakan bahwa adanya program Ma’had dan Hai’ah Tahfidzil Quran (sebuah organisasi penghimpun mahasiswa penghafal Al-Quran) menjadi nilai lebih yang membuatnya tertarik untuk mengenyam pendidikan di UIN Malang.

"Pada akhirnya, mahasantri yang tinggal di Mabna Ibnu Sina (nama bangunan tempat tinggal mahasiswa baru) ini menutup perbincangan kami dengan satu kata untuk UIN Malang yaitu Agamis”, pungkasnya.

Beda halnya dengan Luqman Alfani Najib (19) kelahiran Kepanjen Kabupaten Malang, mahasiswa yang mengambil konsentrasi pendidikan pada jurusan Farmasi ini menyampaikan keluh kesahnya tinggal di kampus UIN Malang. Ia menyoroti salah satu kegiatan orientasi mahasiswa baru tingkat Universitas yang menurutnya terlalu padat. Hal itu terbukti ketika rangkaian acara tersebut baru berakhir sore hari menjelang adzan Maghrib, sehingga mahasiswa yang mengikuti orientasi terpaksa harus sholat pukul 17.30, tuturnya. “Hal seperti ini sangat patut disayangkan”, imbuhnya. Tidak berhenti sampai itu, konsumsi peserta orientasi juga dirasa sangat minim. “Dengan biaya perlengkapan orientasi yang tidak murah, kami masih harus membayar 10 ribu lagi demi sebungkus nasi kecil dengan lauk tahu tempe, benar-benar di luar ekspektasi kami.” keluhnya.
Terkait kegiatan lain yang ada di UIN, seperti PKPBA (Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab) misalnya. Menurut mahasantri yang tinggal di Mabna Ibnu Kholdun ini, kegiatan seperti itu (red: PKPBA) justru malah membuat jadwal kegiatan mahasiswa baru semakin padat, belum lagi jika masih harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah reguler. Sehingga tenaga mereka sering kali terforsir habis.
Namun demikian, mahasiswa yang biasa disapa Alfani ini juga salut akan kehidupan di dunia kampus. Hal itu tercermin ketika ia mengutarakan kesannya saat pertama kali merasakan saat-saat menjadi mahasiswa baru dua bulan yang lalu. Baginya, menjadi mahasiswa memiliki tantangan tersendiri yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya ketika duduk di bangku Aliyah Al-Ma’arif Singosari. “Sekarang saya baru merasakan bagaimana hidup mandiri yang sebenarnya. Tidak sama ketika menjadi siswa yang selalu dimanja, mahasiswa zaman sekarang benar-benar dituntut untuk lebih giat jika ingin tetap survive di masa mendatang.” pesannya.

"Dan lagi, Amazing, satu kata untuk UIN Malang.” katanya seraya berjabat tangan mengakhiri pertemuan kami di sore hari.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia