KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

Kontemplasi (تفكر) 23 Nov 2017 09:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Revitalisasi LIPI Untuk Pemberdayaan Masyarakat
Oleh : Romi Febriyanto Saputro | 02-Nov-2017, 06:46:02 WIB

KabarIndonesia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengakui hasil-hasil penelitiannya selama ini kurang populer dan tidak banyak yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ini merupakan salah satu hasil refleksi 40 tahun kehadiran lembaga penelitian tersebut yang disampaikan Ketua LIPI Prof. Dr. Umar Anggara Jenie. Ia mengatakan para peneliti pada umumnya masih lebih suka bertukar informasi dengan sesama peneliti melalui seminar atau jurnal ilmiah sehingga terkesan 'di atas menara gading'. Hal tersebut menyebabkan sebagian besar achievement  atau hasil-hasil penelitian tak banyak diketahui bahkan dirasakan langsung masyarakat (Kompas, 20 Agustus 2007).      

Dalam Research Technology Organization Management Programme (RTOMP) Workshop di Bandung, Jawa Barat belum lama ini sebagaimana diberitakan website resmi LIPI (29 Mei 2017), terungkap pengalaman dari Tiongkok yang dikemukakan Chi Renyong, Director of China Institute for Small & Medium Business, Zhejiang University of Technology. Dikatakannya, hasil riset di negara tirai bambu ini telah terbukti mendukung pengembangan usaha kecil menengah (UKM). Pemerintah Tiongkok menyusun kebijakan pengembangan iptek berbasis transfer teknologi untuk UKM. Sehingga, lebih dari 80 juta UKM di negara itu mampu menggerakkan perekonomian dan Tiongkok tumbuh menjadi negara perekonomian terbesar di dunia.

Pengalaman menarik lainnya datang dari Youngho Nam, Kookmin University, Korea Selatan. Salah satu inovasi riset dan teknologi yang telah berjasa membangun perekonomian Korea Selatan saat ini adalah penemuan games online yang memperkuat industri jasa berbasis pengetahuan yang intensif. Selama kurun waktu sepuluh tahun sejak 2005 hingga 2015, market share games online telah meningkat lebih dari 300 persen. Hal ini dikarenakan tren yang berlaku di Korea Selatan sekarang adalah bukan lagi penekanan pada industri manufaktur, melainkan industri jasa.

Revitalisasi
Pembentukan LIPI memiliki sejarah yang panjang. Setelah melewati beberapa fase kegiatan ilmiah sejak abad ke-16 hingga tahun 1956, pemerintah Indonesia membentuk Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) melalui Undang-Undang (UU) No.6 Tahun 1956. Tugasnya adalah membimbing perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memberi pertimbangan kepada pemerintah dalam hal kebijaksanaan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1962, pemerintah membentuk Departemen Urusan Riset Nasional (DURENAS) dan menempatkan MIPI di dalamnya dengan tugas tambahan membangun dan mengasuh beberapa lembaga riset nasional. Hingga pada tahun 1966, status DURENAS menjadi Lembaga Riset Nasional (LEMRENAS).

Pada Agustus 1967, pemerintah membubarkan LEMRENAS dan MIPI dengan SK Presiden RI No. 128 Tahun 1967. Setelah itu, pemerintah berdasarkan Keputusan MPRS No. 18/B/1967 membentuk LIPI dan menampung seluruh tugas LEMRENAS dan MIPI ke dalam lembaga tersebut. Seiring perkembangan kemampuan nasional dalam bidang iptek, lembaga ilmiah di Indonesia pun mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Menyikapi hal tersebut, peninjauan dan penyesuaian tugas pokok dan fungsi serta susunan organisasi LIPI terus dilakukan. Di antaranya, penetapan Keppres No.128 Tahun 1967 tanggal 23 Agustus 1967 diubah dengan Keppres No.43 Tahun 1985. Hal tersebut masih disempurnakan lebih lanjut dengan Keppres No. 1 Tahun 1986 tanggal 13 Januari 1986 tentang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Terakhir, penyempurnaan dilakukan dengan penetapan Keppres No. 103 Tahun 2001. Tugas utama LIPI adalah membimbing perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berakar di Indonesia agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.
Untuk mewujudkan hal ini LIPI perlu melakukan inovasi organisasi.  Menurut Jones (2004), inovasi adalah proses dimana organisasi menggunakan keahlian dan sumberdayanya untuk mengembangkan produk barang dan jasa yang baru atau untuk mengembangkan sistem produksi dan operasi yang baru sehingga organisasi mampu memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada konsumen.  Dalam konteks inovasi, perubahan lingkungan berdampak pada dua hal yaitu jika organisasi mampu melakukan inovasi maka organisasi akan mampu mengatasi perubahan lingkungan dan memperoleh keunggulan. Namun, jika organisasi tidak mampu menjawab perubahan lingkungan dengan melakukan inovasi maka organisasi akan mundur atau bahkan mati.
John P Kotter dalam Richard L. Daft (1998) memberikan ilustrasi bahwa faktor-faktor seperti teknologi, ekonomi, perubahan pasar, dan politik menjadi faktor penentu perubahan pasar global. Perubahan tersebut akan ditanggapi secara berbeda oleh organisasi. Organisasi yang memiliki kesanggupan menanggapi perubahan akan menganggap perubahan tersebut sebagai peluang sedangkan organisasi yang tidak memiliki kesanggupan akan menganggapnya sebagai ancaman.

Agar kehadiran LIPI mampu memberi manfaat kepada masyarakat LIPI perlu melakukan, pertama, menyebarluaskan hasil penelitian LIPI melalui perpustakaan sekolah. Hasil penelitian LIPI yang selama ini ditulis dengan bahasa ilmiah yang kaku perlu dibuat versi populernya dalam bentuk buku cerita yang menarik namun tetap aplikatif. LIPI bisa melakukan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta stakeholder terkait seperti Pusat Perbukuan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini tengah gencar melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah.

Menurut Tati D Winardi (2013), untuk mengatasi ketertinggalan Indonesia di bidang literasi termasuk literasi sains, yang paling mendesak untuk dilakukan adalah merevisi paradigma usang literasi dan menggantinya dengan paradigma yang lebih merefleksikan kebutuhan berliterasi di era ketika siswa dikelilingi teks, informasi, dan gambar dari pelbagai penjuru. Upaya strategis yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan daya literasi Indonesia secara menyeluruh dan berkesinambungan adalah dengan memulainya dari pendidikan di sekolah. Fungsi buku dan teks bukan sekadar rujukan, tapi juga sebagai medium untuk berpikir kritis dengan cara mendiskusikan makna yang bukan sekadar permukaan.

Pendidikan yang melibatkan buku dan bahan bacaan (lebih dari sekadar buku teks) sebagai sumber ajar akan memfasilitasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang dialogis, aktif, dan kritis. Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja di sekolah saat ini masih sepi peminat. Membiasakan siswa untuk membaca hasil penelitian sejak dini diharapkan akan memacu dan memicu adrenalin siswa untuk membuat penemuan  ilmiah. Di masa depan semoga akan lebih banyak lagi  lahir Naufal Raziq,  bocah kelas 3 MTS penemu energi listrik dari pohon kedondong.

Kedua, bersinergi dengan perpustakaan umum dalam mengenalkan produk  penelitian LIPI kepada masyarakat. Perpustakaan umum merupakan pusat informasi pengetahuan yang paling dekat dengan masyarakat. Ada tiga jenis perpustakaan umum yang bisa menjadi juru bicara LIPI dalam menyebarkan informasi hasil penelitian kepada masyarakat, yaitu perpustakaan umum kabupaten/kota, perpustakaan kecamatan, dan perpustakaan desa. Menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Pergerakan perpustakaan umum di tanah air saat ini sudah banyak mengalami perubahan terutama yang bermitra dengan PerpuSeru Indonesia.

Program PerpuSeru adalah program pengembangan perpustakaan yang bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi,  dengan tujuan dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.  Mulai 1 Oktober 2015, PerpuSeru telah memasuki fase perluasan yang akan memperluas area kerja ke 80 perpustakaan daerah kabupaten/kota yang baru di Indonesia. Saat ini program Perpuseru sudah memiliki 335 mitra Perpustakaan dan terus melakukan proses seleksi ke perpustakaan-perpustakaan daerah yang mau berkomitmen untuk merubah perpustakaan  umum  menjadi pusat belajar masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat membantu masyarakatnya mendapatkan hidup yang lebih baik.

Sentuhan tangan LIPI terhadap perpustakaan umum tentu akan lebih banyak mendatangkan manfaat bagi pemberdayaan masyarakat. Di Kabupaten Sragen, program ini berjalan dengan baik sehingga banyak melahirkan wirausaha baru/UMKM setelah mereka mengikuti pelatihan pelibatan masyarakat di perpustakaan. Seperti Mbak Gini, dari Perpustakaan Desa Mojorejo Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen yang kini menjadi peternak sapi. Mantan TKW ini bahkan juga mengolah limbah kotoran sapi menjadi biogas yang dimanfaatkan oleh tetangga sekitar.

Ketiga, melakukan penelitian berbasis  kearifan lokal. Menurut Pheni Chalid (2015), kearifan lokal secara praktik merupakan upaya masyarakat untuk melestarikan sumber daya agar dapat terus digunakan untuk menghidupi mereka dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Misalnya, teknologi peragian terhadap komoditas kedelai merupakan sumbangan gizi yang tidak terhingga besarnya. Hasil fermentasi kedelai yang lazim dikenal dengan tempe, tahu, da noncom merupakan makanan kaya gizi dengan harga murah. Teknologi pengeringan, pengasapan, pengasinan, dan pemanisan merupakan teknologi pengawetan makanan yang dikenal berbagai suku secara turun-temurun, masih dipraktikkan hingga hari ini.

Sistem tebang pilih yang dilakukan berbagai suku nusantara untuk mengendalikan ekosistem hutan dan pemberlakuan masa bera ( masa non-aktif ladang dengan cara ditinggalkan selama minimal tujuh tahun agar lahan tersebut dapat subur kembali), ternyata dirusak oleh sistem HPH (Hak Pengelolaan Hutan) yang mengeksploitasi hutan tanpa dibarengi dengan konservasi hutan yang telah ditebang.

Pengetahuan adalah kekuatan untuk masa depan yang berkelanjutan. LIPI adalah pelopor terdepan untuk menjadikan pengetahuan sebagai daya ungkit untuk memberdayakan masyarakat.  Pheni Chalid (2015) megungkapkan bahwa pemberdayaan dan penguatan peran masyarakat merupakan upaya yang harus dilakukan untuk menjawab berbagai kompleksitas tantangan yang muncul dan sekaligus menata peran yang harus dimainkan oleh masyarakat dalam merespons program-program yang dilaksanakan dan menjawab tantangan yang selalu meningkat.

Pemberdayaan bertujuan untuk memaksimalkan, menjadikan sesuatu yang masih bersifat potensial menjadi nyata. Sedangkan penguatan adalah menggali potensi yang dimiliki oleh masyarakat untuk dikembangkan dan diperkuat sehingga mampu merspons tantangan secara mandiri. Program pertumbuhan ekonomi yang dijalankan, disadari atau tidak, tidak dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat.(*)

*Romi Febriyanto Saputro adalah Kasi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Sragen.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia