KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID - 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID - 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
OPINI

Refleksi 72 Tahun TNI
Oleh : Iin Suwandi | 06-Okt-2017, 23:55:37 WIB

KabarIndonesia - Tentara Nasinal Indonesia (TNI) pada Kamis (5/10/2017) akan merayakan Hari Ulang Tahunnya ke-72.  Terbentuknya TNI sendiri tak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia melalui kekerasan senjata pada masa lalu.

Sejarah TNI dapat kita sorot balik kebelakang bahwa setelah Kemerdekaan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, dua bulan kemudian Presiden Soekarno membentuk Tentara Keamanan Rakyat  (TKR) pada 5 Oktober sebelum berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

TNI awalnya adalah sebuah organisasi Badan Keamanan Rakyar (BKR), yang kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Selanjutnya diubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). Sejarah kemunculan TNI tidak hanya sampai di situ. Upaya untuk menyempurnakan tentara terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada waktu itu. 

Banyaknya laskar-laskar dan badan perjuangan rakyat, rupanya kurang menguntungkan bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Sering terjadi kesalahpahaman antara TRI dengan badan perjuangan rakyat yang lain. Karena itu, dalam rangka mencegah kesalahpahaman dan untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata, yakni TRI sebagai tentara reguler dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada 15 Mei 1947 Soekarno mengeluarkan penetapan tentang penyatuan TRI dengan badan dan laskar perjuangan menjadi satu organisasi tentara.

Pada 3 Juni 1947, Soekarno meresmikan penyatuan TRI dengan laskar-laskar perjuangan menjadi satu wadah nasional, yakni diberi nama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Setelah TNI terbentuk, maka ditetapkanlah 5 Oktober sebagai Hari Ulang Tahun TNI, hari di mana TKR dibentuk.

Sejarah telah   mencatat, bahwa TNI   tumbuh dan berkembang bersama rakyat. Kemanunggalan TNI Rakyat telah menghasilkan prestasi gemilang di dalam mempertahankan kedaulatan negara maupun dalam peran serta menjalankan roda pembangunan nasional. Menurut historisnya  kebersamaan TNI dan rakyat sebagai satu kekuatan, telah berhasil mengatasi berbagai ancaman,  gangguan dan hambatan yang dihadapi bangsa ini.

Negara ini akan tetap berdiri dengan kokoh, bila seluruh komponen bangsa ini bersatu padu dan bersinergi. Seperti yang telah dipesankan bapak TNI, Panglima Besar Jenderal Sudirman bahwa Negara Indonesia tidak cukup dipertahankan oleh tentara saja, maka perlu sekali mengadakan kerja sama yang seerat-eratnya dengan golongan serta badan-badan di luar tentara. Pesan tersebut mengandung makna bahwa untuk mempertahankan kedaulatan negara dan membangun bangsa ini, mutlak diperlukan kebersamaan, keterpaduan dan sinergitas seluruh komponen bangsa, perlu kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Bila kita menengok ke belakang ketika semasa perang kemerdekaan, TNI bersama rakyat berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka pada masa kini, TNI sebagai alat pertahanan negara  ikut bersama-sama rakyat bahu membahu membantu dan mengatasi kesulitan yang sedang dihadapi rakyat. Pada dasarnya masyarakat, menginginkan damai dan sejahtera, sehingga TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan akan berjuang total demi kedamaian dan kesejahteraan rakyat. Siapapun yang tidak ingin bangsa ini damai, maka TNI tetap pada  barisan depan untuk menindaknya.

Sesuai dengan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara yang berasal dari rakyat dan berjuang demi kepentingan rakyat, maka sudah sepatutnya TNI ikut merasakan denyut nadinya rakyat, ikut membantu kesulitan yang dihadapi rakyat. Terlebih bila dihadapkan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sebagian  masih hidup dalam kondisi miskin dan taraf pra-sejahtera. Bantuan dan uluran tangan semua pihak termasuk TNI  tentunya sangat berarti bagi kehidupan mereka.

Hingga kini TNI tetap  berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah baik pusat maupun daerah, seperti program ketahanan pangan, penanggulangan kebakaran hutan, penanggulangan bencana alam, dan lain sebagainya. Pada peringatan HUT TNI ke 72 kita berharap agar TNI tetap  komitmenuntuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
TNI tentunya harus terus didukung agar  tetapterbangunnya  dan semakin mantabnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena dengan kemanunggalan TNI dengan rakyat inilah yang menjadi kekuatan ampuh dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa, saat ini dan kedepan. Sebagai asset Negara, peran TNI masih sangat diharapkan oleh rakyat dan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, agar mampu melaksanakan tugasnya secara optimal, TNI  harus terus mawas diri dan berbenah, untuk meningkatkan kualitas sumber daya prajurit, kesejahteraan prajurit dan pemenuhan/modernisasi Alutsistanya. Semua komponen bangsa ini, harus ikut berkontribusi dan berperan aktif agar   TNI  tetap eksis sebagai pertahanan negara, disegani kawan dan ditakuti lawan, tetapi tetap mencintai dan dicintai rakyatnya.   Dirgahayu TNI, selamat HUT ke 72 dan sukses selalu. (*)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
WUPID - 2017 Berfoto Bersamaoleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 00:06 WIB


 
  WUPID - 2017 Berfoto Bersama Para peserta, juri dan panitia WUPID Indonesia 2017, Jakarta (14-15/10/17), berfoto bersama di akhir acara. Dua dari 30 tim (berhak mewakili Indonesia di QUIP WUPID (World Universities Peace Invitational Debate) Global 2017, Malaysia (8-12/12/17). Aldwin & Ibrahim - Universitas
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB


 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia