KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Tepat 45 tahun lalu, Argopandoyo Tri Hanggono dilahirkan di Kota Jakarta, sebagai anak ketiga dari pasangan W. Sudaryo dan Martha Beetje.

Ayah dua anak ini memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik sejak mengikuti kegiatan penerbitan Warta Yohanes
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
OPINI

Puisi dan Kritik Panglima TNI bukan Perlawanan
Oleh : Iin Suwandi | 27-Mei-2017, 23:03:35 WIB

KabarIndonesia - Seorang pejabat, termasuk presiden dan wakil presiden, harus mau dikritik sebagai bagian dari cara berdemokrasi yang efektif. Seorang pemimpin jika tidak mau dikritik menandakan bahwa dia belum siap untuk menjadi pemimpin. Hal tersebut juga menjelaskan bahwa dia tidak dapat menggunakan kritik sebagai cermin untuk mengukur dirinya sampai dimana program dan kebijakannya ampuh dan benar serta berguna bagi masyarakat.

Membalas kritik dengan hukuman dan membawa yang mengkritik ke pengadilan bukanlah sifat seorang pemimpin yang demokratis tetapi lebih cocok diimplementasikan dalam kepemimpinan yang otoriter. Kritik haruslah diterima sebagai masukan, namun disampaikan dengan cara yang positif untuk tujuan yang positif pula.

Sebagaimana kita ketahui bersama beberapa waktu yang lalu  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan puisi pada acara Rapimnas Golkar 2017. Hal tersebut adalah sikap prihatin yang ditunjukkan lewat cara elegan. Suara keprihatinan Panglima TNI adalah suatu bentuk respons terhadap situasi terkini. Beliau sudah sampaikan berulang-ulang di media masa bahwa keadaan negara ini sudah demikian parahnya.
 
Sesungguhnya jika kita cermati secara seksama, apa yang diungkapkan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bukan suatu bentuk perlawanan. Penyampaian melalui sajak adalah cara tepat untuk memberi tahu tanpa menyinggung siapa pun. Jadi apa yang disampaikan oleh Panglima TNI jangan ditafsirkan sebagai bentuk perlawanan.  Karena kalau tentara melawan tentu caranya tidak demikian melainkan melakukan tindakan militer. Jadi penyampaian ini adalah sebagai bentuk suara keprihatinan Panglima TNI melihat kondisi bangsa yang semrawut saat ini.                
Perlu dipahami bersama bahwa salah satu esensi ciri negara demokrasi adalah adanya jaminan terhadap seluruh rakyat untuk menyampaikan pendapat, ekspresi dan aspirasi terhadap kelangsungan seluruh aspek kehidupan bernegara. Sesuai dengan pengertiannya demos (rakyat), cratos (memerintah) maka dalam negara demokrasi sesungguhnya yang berkuasa penuh adalah rakyat (people power). Rakyatlah yang memberikan amanah kekuasaan terhadap presiden sebagai kepala pemerintahan dan sebagai kepala negara.  
Konstitusi demokrasi memberikan hak penuh terhadap rakyat (masyarakat) atau siapapun untuk melaksanakan fungsi pengawasan atau controling terhadap berjalannya kekuasaan (dalam hal ini kekuasaan yang dimiliki oleh presiden) dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan.

Negara demokrasi dengan sistem pemerintahan presidensial, proses mengamanahkan kekuasaan rakyat terhadap presiden dilaksanakan secara demokrasi memakai jembatan politik dengan segala aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku sebagi alat uji legalitas. 
Di dalam negara hukum berdasarkan asas demokrasi ini, kritik yang dilancarkan kepada pejabat pemerintah merupakan bagian dari komunikasi. Kritik dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pidato, melalui tulisan atau demonstrasi jika komunikasi itu macet. Kritik merupakan salah satu cara keikutsertaan warga negara dalam mengawasi dan berpartisipasi dalam pemerintahan yang dijamin dalam konstitusi UUD 1945. 
Salah satu pemimpin kita yang menggunakan kritik sebagai cermin untuk mengukur sampai dimana pemerintah provinsi DKI Jakarta efektif adalah Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1960-an dan 1970-an. Sungguh mengherankan jika presiden yang terpilih melalui pemilihan langsung yang didukung partai PDIP merasa keberatan atas kritikan Panglima TNI melalui puisi. Pemerintah ingin mengembalikan perangkat hukum pidana kepada era represif yang digunakan pada jaman kolonial.                  
Oleh karena itu kita berharap kekuasaan yang diemban oleh presiden merupakan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat (sebagian besar rakyat) yang telah teruji (konstitusional).  Untuk mencapai tujuan yang besar (state interset) adalah terkait erat dengan government (pemerintah), policy (kebijakan) dan law (hukum). Sehingga dalam sistem presidensial, presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan harus dikawal oleh rakyat. Fungsi pengawasan dan kritik bersifat konstruktif termasuk kritikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Perjalanan sejarah mencatat bahwa dalam perkembangan demokrasi kritik terhadap penyelenggara pemerintahan yang dilakukan secara baik telah membawa kemajuan pesat yang mengantarkan suatu negara menjadi bangsa yang besar. Jika kritik dianggap sebagai cermin, maka tidak ada alasan yang menyatakan kritik hanya ditujukan pada orang lain, tetapi juga berlaku dan ditujukan pada diri sendiri, Dengan demikian kritik itu memenuhi sasaran bukan perlawanan.(*)      

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia