KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Juni 2017: Menulis Untuk Kebaikan Indonesia oleh : Redaksi HOKI
21-Jun-2017, 07:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Terlahir pada sebuah kota kecil di lereng kaki Gunung Slamet yang tenang, tenteram dan damai, di Kecamatan Bumiayu, Brebes Jawa Tengah, tidak membuat sosok Rohmah Sugiarti menjadi pribadi yang anteng, kalem dan cepat merasa puas. Digerakkan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Rahwana 15 Jun 2017 17:52 WIB

Luka Hati yang Tak Bertuan 08 Jun 2017 10:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Puisi dan Kritik Panglima TNI bukan Perlawanan
Oleh : Iin Suwandi | 27-Mei-2017, 23:03:35 WIB

KabarIndonesia - Seorang pejabat, termasuk presiden dan wakil presiden, harus mau dikritik sebagai bagian dari cara berdemokrasi yang efektif. Seorang pemimpin jika tidak mau dikritik menandakan bahwa dia belum siap untuk menjadi pemimpin. Hal tersebut juga menjelaskan bahwa dia tidak dapat menggunakan kritik sebagai cermin untuk mengukur dirinya sampai dimana program dan kebijakannya ampuh dan benar serta berguna bagi masyarakat.

Membalas kritik dengan hukuman dan membawa yang mengkritik ke pengadilan bukanlah sifat seorang pemimpin yang demokratis tetapi lebih cocok diimplementasikan dalam kepemimpinan yang otoriter. Kritik haruslah diterima sebagai masukan, namun disampaikan dengan cara yang positif untuk tujuan yang positif pula.

Sebagaimana kita ketahui bersama beberapa waktu yang lalu  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membacakan puisi pada acara Rapimnas Golkar 2017. Hal tersebut adalah sikap prihatin yang ditunjukkan lewat cara elegan. Suara keprihatinan Panglima TNI adalah suatu bentuk respons terhadap situasi terkini. Beliau sudah sampaikan berulang-ulang di media masa bahwa keadaan negara ini sudah demikian parahnya.
 
Sesungguhnya jika kita cermati secara seksama, apa yang diungkapkan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bukan suatu bentuk perlawanan. Penyampaian melalui sajak adalah cara tepat untuk memberi tahu tanpa menyinggung siapa pun. Jadi apa yang disampaikan oleh Panglima TNI jangan ditafsirkan sebagai bentuk perlawanan.  Karena kalau tentara melawan tentu caranya tidak demikian melainkan melakukan tindakan militer. Jadi penyampaian ini adalah sebagai bentuk suara keprihatinan Panglima TNI melihat kondisi bangsa yang semrawut saat ini.                
Perlu dipahami bersama bahwa salah satu esensi ciri negara demokrasi adalah adanya jaminan terhadap seluruh rakyat untuk menyampaikan pendapat, ekspresi dan aspirasi terhadap kelangsungan seluruh aspek kehidupan bernegara. Sesuai dengan pengertiannya demos (rakyat), cratos (memerintah) maka dalam negara demokrasi sesungguhnya yang berkuasa penuh adalah rakyat (people power). Rakyatlah yang memberikan amanah kekuasaan terhadap presiden sebagai kepala pemerintahan dan sebagai kepala negara.  
Konstitusi demokrasi memberikan hak penuh terhadap rakyat (masyarakat) atau siapapun untuk melaksanakan fungsi pengawasan atau controling terhadap berjalannya kekuasaan (dalam hal ini kekuasaan yang dimiliki oleh presiden) dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan.

Negara demokrasi dengan sistem pemerintahan presidensial, proses mengamanahkan kekuasaan rakyat terhadap presiden dilaksanakan secara demokrasi memakai jembatan politik dengan segala aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku sebagi alat uji legalitas. 
Di dalam negara hukum berdasarkan asas demokrasi ini, kritik yang dilancarkan kepada pejabat pemerintah merupakan bagian dari komunikasi. Kritik dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pidato, melalui tulisan atau demonstrasi jika komunikasi itu macet. Kritik merupakan salah satu cara keikutsertaan warga negara dalam mengawasi dan berpartisipasi dalam pemerintahan yang dijamin dalam konstitusi UUD 1945. 
Salah satu pemimpin kita yang menggunakan kritik sebagai cermin untuk mengukur sampai dimana pemerintah provinsi DKI Jakarta efektif adalah Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1960-an dan 1970-an. Sungguh mengherankan jika presiden yang terpilih melalui pemilihan langsung yang didukung partai PDIP merasa keberatan atas kritikan Panglima TNI melalui puisi. Pemerintah ingin mengembalikan perangkat hukum pidana kepada era represif yang digunakan pada jaman kolonial.                  
Oleh karena itu kita berharap kekuasaan yang diemban oleh presiden merupakan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat (sebagian besar rakyat) yang telah teruji (konstitusional).  Untuk mencapai tujuan yang besar (state interset) adalah terkait erat dengan government (pemerintah), policy (kebijakan) dan law (hukum). Sehingga dalam sistem presidensial, presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan harus dikawal oleh rakyat. Fungsi pengawasan dan kritik bersifat konstruktif termasuk kritikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Perjalanan sejarah mencatat bahwa dalam perkembangan demokrasi kritik terhadap penyelenggara pemerintahan yang dilakukan secara baik telah membawa kemajuan pesat yang mengantarkan suatu negara menjadi bangsa yang besar. Jika kritik dianggap sebagai cermin, maka tidak ada alasan yang menyatakan kritik hanya ditujukan pada orang lain, tetapi juga berlaku dan ditujukan pada diri sendiri, Dengan demikian kritik itu memenuhi sasaran bukan perlawanan.(*)      

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyamanoleh : Rohmah Sugiarti
22-Jun-2017, 14:18 WIB


 
  1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyaman Presdir PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto (tengah), memakaikan helm kepada mekanik Astra yang bertugas dalam Astra Holiday Campaign (AHC) 2017 didampingi Direktur Independen PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko (kiri), Direktur PT Astra International Tbk Johannes Loman (ketiga
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia