KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Tepat 45 tahun lalu, Argopandoyo Tri Hanggono dilahirkan di Kota Jakarta, sebagai anak ketiga dari pasangan W. Sudaryo dan Martha Beetje.

Ayah dua anak ini memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik sejak mengikuti kegiatan penerbitan Warta Yohanes
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
OPINI

Provokasi dan Ancam Riau Merdeka oleh Seorang Anggota DPD
Oleh : Iin Suwandi | 21-Apr-2017, 23:23:37 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana yang pernah dirilis oleh situs Jppn.com pada (10/2) lalu berita yang berjudul "Wow Senator Ini Ancam Lanjutkan Perjuangan Riau Merdeka". Berita tersebut dikutip dari pernyataan Intsiawati Ayus, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesai (DPD RI) asal Provinsi Riau pada acara diskusi bertema "Penguatan Fungsi Lembaga Perwakilan Rakyat di Indonesia," yang dilaksanakan di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta.

Dalam pandangannya Ayus sendiri mengaku bahwa aspirasi Riau Merdeka pernah diperjuangkan olah ayahnya. Ditegaskan bahwa modal Riau untuk merdeka masih ada dan itu lebih dari cukup karena Riau dengan segala kekayaan alamnya tidak lagi harus berbagi dengan daerah lain. Selain itu Ayus menyampaikan bahwa DPD ini bekerja untuk mempertahankan NKRI. Kalau parpol serius bubarkan DPD, kami juga serius memperjuangkan kemerdekaan Riau.
            
Jika kita simak pernyataan anggota DPD tersebut di atas sungguh sangat disayangkan dan sangat disesalkan. Karena ini hanya sebagai pendapat pribadi dan hanya mewakili segelintir orang yang mengalami ketidakadilan ekonomi di Provinsi Riau. Seharusnya sebagai anggota Dewan terhormat tidak disampaikan di forum resmi karena masih dalam kerangka NKRI yang merupakan kesatuan pandangan dan menjadi sikap komitmen yang sudah seharusnya menjadi kampanye para wakil rakyat.             

Sesungguhnya gagasan agar Daerah Riau melepaskan diri dari NKRI adalah suatu gagasan yang tiba masa tiba akal. Artinya suatu gagasan yang keliru dan tidak terkonsepsional dan tidak dengan matang tapi hanya didasari dengan pikiran yang emosional dan sangat kental dengan sentrisme kedaerahan yang sangat kaku. Dengan adanya pandangan tersebut mereka tidak tahu latar belakang perjuangan para pejuang di Riau.             

Perlu diketahui bahwa setiap tetesan darah yang mengalir dari nenek moyang para pejuang Riau, dalam merebut dan mepertahankan kemerdekaan dulu untuk kemerdekaan Riau dan NKRI. Kalau sekarang para anak cucunya ingin melepaskan diri dari NKRI, apakah mereka tidak takut kualat dan berdosa/ sebagai pengkhianatan pada perjuangan nenek moyangnya.             

Seharusnya menurut logika orang sehat, para penggagas merasa bangga kepada rakyat atau kepada masyarakat Riau yang saat ini sebagian besar rakyatnya hidup dalam berkecukupan. Dapat dibuktikan kondisi Riau yang saat ini rakyatnya sebagian berkecukupan dalam kehidupan yang relatif makmur, tidak melarat sebagaimana apa yang dikemukakan oleh para penggagas.

Jika dibandingkan dengan daerah lain masih banyak daerah lain yang relatif melarat  jika dibandingkan dengan kondisi daerah Riau.  Bila dikatakan kekayaan Riau, telah berhamburan keluar, hingga masyarakat Riau dikatakan  melarat, apakah NKRI dapat dipersalahkan? Saat ini otonomi daerah penuh diberikan oleh pemerintah malah telah menimbulkan banyak orang kaya di daerah.
 
Oleh karena itu kita berharap agar gagasan Riau Merdeka secara akal sehat sangat tidak profesional dan tidak ideal, pembaharuan-pembaharuan yang sangat mustahil tercapai. Mereka hanya menggantung cita-cita atau khayalan semata. Karena gagasan tersebut hanyalah gagasan yang tidak lebih dari suatu perbuatan menggantang asap. Ingin lepas dari NKRI mereka lupa bahwa masih ada benteng kokoh yang dihadapi yaitu TNI. Karena TNI sebagai benteng pertahanan negara tidak pernah mentolerir segilintir orang yang ingin mendirikan negara dalam negara. *)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia