KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Program Dahsyat RCTI Tersandung Kasus
Oleh : Iin Suwandi | 22-Jan-2018, 06:41:26 WIB

KabarIndonesia - Salah satu program acara TV menjadi viral setelah salah satu adegannya dinilai tak sopan dan menyinggung TNI, khususnya TNI Angkatan Darat (AD). Akun Instagram @lambe_turah melansir akun@infokomando yang diunggah pada Jumat (19/1/2018), program tersebut adalah acara live music dan tangga lagu Indonesia. "Setelah viral dan menjadi perhatian publik netizen, pihak manajemen RCTI melayangkan surat permintaan maafnya kepada Komandan Perhubungan Angkatan Darat atas siaran salah satu acaranya yang dianggap kurang pas sehingga menyinggung banyak pihak khususnya TNI AD." tulis akun tersebut.

Dengan adanya kejadian ini para warga masyarakat memberikan komentar yang pedas kepada acara Dahsyat tersebut. Komentar tersebut rata-rata meminta acara Dahsyat ini dibubarkan karena dianggap melecehkan institusi TNI.

Diantara komentar pedas datang dari https://www.facebook.com/franz.sumatera: "Saya/kami sangatlah terhina atas perlakuan acara dahsyat tsb kepada intitusi/personal TNI. Sy sebagai keluarga besar TNI tersakiti dan terhina martabat kami atas prilaku tsb. Kami menuntut...1. Bubarkan acara dahsyat tanpa kompromi. 2. Permintaan maaf pada personal/institusi melalui media masa nasional selama satu minggu pada headline. Karena dahsyat ditayang dan ditonton seluruh rakyat indonesia. 3. Tuntut program tsb dan para pelaku acara tsb. 4. Evaluasi semua acara/program sejenis dan beri sanksi terberat pada acara² tsb apabila melanggar aturan norma² dan tidak mendidik tanpa kompromi.....wslam".

Yang tak kalah menohoknya oleh komentar nitizen https://www.facebook.com/ akang.asgun: Sampai harus beberapa kali melihat tayangan, hampir2 saja tidak percaya bahwa ada acara yg dikemas 'humor' tidak cerdas bahkan bisa dikatakan 'pelacuran etika' kepada seseorang yg berseragam dinas 'Menjaga Negara'...kok bisa2nya dilecehkan sedemikian hingga...Ntu bintang tamux juga sepertinya kurang cerdas..."

Dari beberapa komentar netizen yang penulis tampilkan mengindikasikan bahwa masyarakat cerdas dalam memberikan sikap kritis kepada TV Nasional yang seolah-olah selalu menunjukkan arogansi dengan seenaknya saja dalam melakukan tayangan tanpa harus memperhatikan norma dan etika yang berlaku. Kita masih bersyukur  bahwa masyarakat masih kritis dalam menghadapi tayangan arogan para artis yang tidak memilki sensitif kepada institusi TNI. Seharusnya 'Dahsyat' berpikir dulu dalam menayangkan tayangan yang akan dipublis ke umum jangan sampai nanti sesudah tayangan baru berpikir. 
             
Memang rasanya  tidak  berlebihan jika menyebut Dahsyat sebagai salah satu acara yang banyak tersandung kasus beberapa tahun terakhir ini. Dalam catatan penulis  Dahsyat sudah berkali-kali mendapat teguran dan sanksi dari KPI dengan berbagai sebab, dari mulai adanya ucapan tidak senonoh. Mulai dari  goyang dribel, penampilan jenglot, penghinaan lambang Pancasila (kasus bebek nungging Zaskia Gotik), sampai kasus pelecehan agama (kasus Islam Prosetan chef Renne). 
 
Bukan hanya itu kasus yang dilakukan Dahsyat, tetapi   belakangan ada tindakan pada  salah satu acara musik yang dianggap sebagai pelopor kebangkitan penonton bayaran ini seakan tak bosan untuk terus mendulang kasus. Kali ini Dahsyat membuat blunder karena dianggap melecehkan kesatuan TNI di dalam salah satu segmen acaranya.
 
Dalam segmen tersebut, tim kreatif menampilkan games makan donat yang dibuat seperti konsep lomba makan kerupuk saat agustusan. Namun bedanya, donat tersebut tidak digantungkan di tali, melainkan diikatkan pada kaki bintang tamu, yaitu Felicya Angelista dan Feby Marcelia. Peserta games harus berlutut sambil menghabiskan kue tersebut. Salah satu peserta games tersebut adalah anggota TNI. Saat games berlangsung, sambil tertawa-tawa, kedua bintang tamu tersebut menggoyang-goyangkan kaki mereka di dekat wajah peserta yang berlutut yang membuat donat menjadi susah diraih dan kemudian menimbulkan kesan menghinakan. 

Tak pelak, Dahsyat pun kemudian dihujat banyak netizen. Games tersebut dianggap tidak pantas. Tak hanya Dahsyat, bintang tamu yang terlibat dalam games tersebut pun ikut mendapatkan komentar pedas di media sosial. Tak lama setelah ramai di media sosial, pihak RCTI langsung melayangkan permintaan maaf kepada TNI. Dalam suratnya, RCTI meminta maaf dan berjanji untuk lebih berhati-hati dalam membuat program acara.
  
Sampai tulisan ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut dari KPI soal adanya teguran dan sanksi untuk kasus pelecehan TNI ini. Tapi kelihatannya memang susah untuk menghukum Dahsyat. Kita tunggu apakah dengan melakukan pelecehan kepada TNI Dahsyat masih akan sakti mandra guna? TNI saat ini adalah salah satu institusi yang terbaik yang ada di republik ini. Jangan sampai KPI tidak melakukan sanksi kepada RCTI maka akan berhadapan dengan tembok tebal.

Kasus lain boleh saja lolos, walaupun kita ketahui bersama bahwa RCTI sudah meminta maaf  kepada TNI. Tapi demi tegaknya keadilan dan hukum berlaku, pelaku acara Dahsyat tersebut harus  segera ditindak lanjuti dengan proses hukum yang barlaku.  Kita tidak mengharapkan jika KPI tidak menindak lanjuti kasus tersebut, justru masyarakat simpatisan TNI akan mengambil jalan pintas dengan caranya sendiri. Apalagi kalau mengatasnamakan TNI bisa saja masyarakat lebih militerisme dari pada   militer itu sendiri. Kita tunggu tindakan adil dari KPI untuk melakukan sikap tegas kepada para TV Nasional yang melakukan pelanggaran tanpa memihak kepada salah satu golongan tertentu.(*) 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjanaoleh : Rohmah S
17-Aug-2018, 22:49 WIB


 
  Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjana Amilia Agustin menjadi salah satu narasumber Adiwiyata Learning Center (ALC) Goes to School 2017 yang digelar oleh PT Astra International Tbk dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Oktober 2017. Ami sering kali dipercaya menjadi narasumber suatu acara, baik oleh perusahaan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia