KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
OPINI

Pilkada DKI Jakarta, Akankah Paslon 3 Bisa Bikin Kejutan?
Oleh : Chairil Makmun | 05-Apr-2017, 20:39:12 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Hari pencoblosan pilkada Jakarta tahun 2017 tinggal menghitung hari. Pasangan calon (paslon) 2 dan 3 sudah mengerahkan semua upaya untuk bisa mencapai juara.

Ditinjau dari dukungan partai politik, paslon 3 di bawah paslon 2. Paslon 3 hanya didukung 3 partai, yakni Gerindra, PKS, dan PAN.Ini tidak sebanyak paslon 2 yang diusung lima partai. Namun, peluang paslon 3 untuk menang tetap terbuka mengingat beberapa faktor. terutama jika dilihat dari banyak aspek, terutama kasus yang sedang melilit cagub petahana Ahok.  

Pertama, kalau ada putusan hakim sebelum hari H pencoblosan, yang menyatakan Ahok terbukti melakukan penodaan agama. Kasus ini sangat menyita perhatian publik. Demo rakyat besar-besran pun terjadi akibat implikasi kasus ini. Persidangan perkara ini sekarang sedang berlangsung. Jadi, jika vonis bersalah diputuskan sebelum hari pencoblosan 19 April, dampaknya besar. Meskipun Ahok masih bisa menempuh jalur hukum lebih tinggi, diperkirakan kepercayaan publik terhadapnya menurun. Karena itu, suara pemilih akan beralih ke paslon 3 dalam jumlah yang signifikan.

Kedua, Kasus pembelian Rumah Sakit (RS) Sumber Waras. Ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan, dugaan kerugian negara sekitar Rp 190 miliar dalam pembelian RS ini. Penyidikan kasus ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika penyidik KPK menemukan bukti-bukti yang cukup, dan menyatakan Ahok terbukti melakukan kesalahan dalam pembelian RS tersebut, maka dampaknya juga besar. Diperkirakan Ahok bakal kehilangan suara signifikan. Sebab, citra dia sebagai  pemimpin bersih dan antikorupsi ternodai. Pemilih bisa beralih ke paslon 3.

Ketiga, kasus kartu tanda penduduk elelektronik (KTP)-el yang sedang disidangkan di pengadilan Tipikor. Pada saat kasus ini terjadi, Ahok adalah anggota Komisi II DPR. Komisi ini antara lain mengurusi pemerintahan dalam negeri. KTP-el adalah proyek dari Kementerian Dalam Negeri. Banyak mantan anggota Komisi II DPR diduga ikut menerima aliran dana KTP-el.

Jika Ahok terbukti ikut menerima aliran dana itu dan ini terjadi sebelum hari pencoblosan, maka dampaknya juga besar. Ahok diperkirakan akan kehilangan kepercayaan dari pemlih. Sebab, sekali lagi, citra sebagai pemimpin bersih juga terkotori. Dan, pemilih akan mengalihkan suara ke paslon 3.

Keempat, ada kasus penggusuran warga Bukti Duri, Jakarta Selatan, yang menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pada pengadilan tingkat pertama warga menang. Sekarang kasus ini sedang diproses di pengadilan yang lebih tinggi.  Jika ada keputusan keluar sebelum hari pencoblosan yang menyatakan warga menang lagi, maka ini pun berpengaruh pada pemilih. Mereka diperkirakan juga mengalihkan suara ke paslon 3.

Hitungan Teoritis

Bagaimana jika semua itu tidak terjadi sebelum hari pencoblosan? Berarti hitungan teroritisnya seperti berikut ini:

Perolehan suara paslon 3 pada putaran pertama 39,9%, atau dibulatkan 40%. Angka ini didapat dari hanya dua parpol pendukung-Gerindra dan PKS. Jadi, kedua parpol ini sudah memberikan kejutan. Sebab, hanya dengan berdua, mampu meraih posisi kedua, dan dengan selisih perolehan suara hanya 3% dari paslon 2 sebagai pemenang pertama.

Diperkirakan pada putaran kedua perolehan suara ini tidak akan menurun, malah masih berpeluang naik, minimal bertahan. Sebab, mesin kedua partai ini bekerja cukup efektif sampai ke tingkat bawah. Dengan begitu, paslon 3 masih kekuarangan suara 11% untuk mencapai angka 51% sebagai pemenang. Suara yang tersisa yang masih berada di "pasar bebas" hanya tinggal 17%, sebab 43%-nya sudah dianggap milik paslon 2. Angka 17% itu adalah suara yang diraih paslon 1, Agus-Sylvi pada putaran pertama.

Pada putaran kedua paslon 3 mendapat amunisi baru dari parpol, yakni bergabungnya PAN. Perolehan suara PAN dalam putaran pertama sekitar 4%. Angka ini didapat dari angka rata-rata parpol pendukung paslon 1 di putaran satu. Karena paslon 1 didukung 4 parpol dengan total suara 17%, maka rata-rata tiap partai meraih 4%. Karena itu, PAN diperkirakan menyumbang sekitar 4% juga dalam putaran kedua.

Paslon 3 juga mendapat dukungan dari Partai Perindo pimpinan Hary Tanusudibyo. Politikus ini pemilik sejumlah media cetak dan elektronik. Lewat penggunaan media secara efektif, diperkirakan Perindo dapat menarik pemilih cukup besar. Menurut hitungan politik, partai ini bisa meraup sekitar 2%-4%. Jika diambil angka pesimis, maka 2%. Jadi, tambahan dari PAN dan Perindo mencapai total 6%.

Masih ada tambahan dari sebagian relawan Agus-Sylvi yang merapat ke paslon 3. Relawan Agus-Sylvi yang lain berlabuh ke paslon 2. Relawan ini diperkirakan dapat meraih suara dari Partai Demokrat-sebagai parpol pendukung Agus-Sylvi-yang pada putaran kedua ini mengambil posisi Nonblok. Jika relawan Agus-Sylvi dapat merebut separuh suara Partai Demokrat, artinya diperoleh 2%. Sebab, perolehan Demokrat pada putaran pertama sama dengan PAN, yakni sekitar 4%, karena sama-sama mendukung Agus-Syklvi yang total perolehan suaranya 17%.

Dengan demikian, total perolehan suara dari PAN, Perindo, dan relawan Agus-Sylvi mencapai 8%. Untuk dapat mencapai 11%, masih kekurangan 3% lagi. Nah, ini tugas dari Anies dan Sandi untuk berjibaku merebutnya. Masih ada peluangkah? Mari kita lihat.

Total suara yang tersedia 17%, jika dikurangi 8% berarti masih tersisa 9%. Dari 9% ini, Anies-Sandi harus merebut 3%. Ini tidak mudah karena paslon 2 juga akan memperebutkannya. Paslon 2 sudah mengantongi 43%, sehingga hanya kekurangan sekitar 7,5%.

Dilihat dari sisi ini, peluang paslon 3 tetap masih ada. Hanya saja, karena paslon 2 juga mengincar suara 17% ini, maka kompetisi akan sangat sengit. Inilah ujian berat bagi Anies-Sandi.

Isu Agama
Pada putaran pertama isu agama sangat intens dilibatkan. Di kalangan masyarakat di strata bawah sudah terjadi dua kutub yang berseberangan. Banyak sekali spanduk bertebaran yang mengatasnamakan agama, namun bukan mendinginkan suasana tapi memanaskannya. Dan, paslon 3 sering kena tuduhan sebagai pihak yang menggunakan isu agama.

Ketika ditanya wartawan soal ini, Anies dan Sandi mengatakan, pihaknya beserta seluruh relawan dari tingkat atas sampai paling bawah tidak ada yang menggunakan isu agama."Kami tidak tahu soal itu. Kami tidak melakukannya. Ini bisa dicek di tim utama dan semua relawan," kata Anies.

Sandi juga menyatakan hal yang sama dalam kesempatan berbeda. "Jangan ada isu yang membuat warga terkotak-kotak. Kami ingin warga tetap bersatu," kata Sandi. Dengan demikian, berarti ada pihak tertentu yang mengail di air keruh untuk keuntungan tertentu. Entah siapa itu.

Siap Menerima Hasil
Semua hitungan tersebut masih sebatas teori. Sekali lagi, ini hanyalah teori di atas kertas. Dalam realitas pencoblosan nanti teori ini bisa menjadi kenyataan, namun bisa juga tidak.   Paslon 3 Anies-Sandi sudah berulang kali menyatakan keduanya siap menerima apa pun hasil pilkada Jakarta kali ini. Mereka siap menang dan siap pula kalah.

"Insya Allah jika Allah mengizinkan kita akan menjadi gubernur untuk semua warga Jakarta, tidak ada satu pun yang tertinggal," kata Anies kepada wartawan beberapa waktu lalu. Kalau kalah, paslon 3 ini rela menerima asalkan tidak ada kecurangan dalam prosesnya. Jadi, di sini untuk hasil akhir, Anies menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Pada akhirnya, memang Dia yang Maha Menentukan. Saya setuju Pak Anies. *)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia