KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pilih Megawati atau Soekarno Putri

 
OPINI

Pilih Megawati atau Soekarno Putri
Oleh : Ki Semar | 28-Jan-2009, 00:56:28 WIB

KabarIndonesia - Dalam PILPRES 2009 akan banyak tampil wajah baru di kancah bursa CAPRES 2009. Berbagai metode dan strategi akan tumpah dan menyesakkan sendi-sendi kehidupan di Indonesia. Yang paling mengibakan adalah pemakaian kata kemiskinan sebagai kata mutiara di setiap kampanye yang dilakukan oleh para CAPRES yang ada.

Dari sekian CAPRES yang ada, ada sekian orang yang pernah menjabat Presiden RI. Satu diantaranya adalah Megawati Soekarno Putri. Dalam rangka memperingati hari jadi PDIP yang ke-4, Megawati banyak turun ke barbagai daerah. Melakukan orasi dan kritik yang cukup tajam terhadap pemerintahan SBY-JK. Dengan tegaknya dia paparkan berbagai kelemahan SBY-JK, dan tentu saja setiap orasinya selalu ditutup dengan Janji perbaikan ekonomi apabila dia terpilih sebagai Presiden RI.

Satu hal yang tidak disadari oleh Megawati adalah, Beliau berorasi di hadapan ribuan masa (masyarakat) yang pernah mengalami masa kepahitan di saat dia menjadi Presiden RI. Megawati tampil seakan-akan bangsa/masyrakat Indonesia telah pikun, sehingga sudah melupakan berbagai noda hitam yang ditinggalkan oleh Megawati semasa menjabat Presiden RI.
Berapa aset negara yang vital yang telah terjual di masa pemerintahan Megawati. Laksamana Sukadi selaku menteri BUMN dan kader PDIP telah bertindak sebagai makelar penjualan aset negara.

Megawati saat ini bukanlah Megawati yang dulu. Hal ini ditunjukkan oleh keluarnya beberapa tokoh PDIP yang menemani Megawati melalui masa-masa sulit. Mereka lari meninggalkan Megawati di saat cangkir madu justru berada di tangan Megawati. Mereka yang meninggalkan Megawati adalah Politikus dan Negarawan Sejati. Yang tersisa di PDIP saat ini hanyalah orang orang yang menumpang hidup dan ingin menikmati secangkir madu apabila Megawati terpilih sebagai Presiden RI. PDIP merupakan Partai yang syarat dengan KKN. Fakta menunjukkan bagaimana Puan Maharani dan Taufik Kemas menduduki jabatan penting di PDIP. Perjalanan karier Politik Megawati sudah rapuh, hanya satu hal yang membuat dia bisa  bertahan sampai saat ini, yaitu gelar sebagai SOEKARNO PUTRI. Seandainya sebutan ini tidak berada di belakang namanya, maka berakhirlah karirnya di dunia Politik.

Penolakan beberapa tokoh Politik untuk menjadi CAWAPRES berdampingan dengan MEGAWATI merupakan indikator lemahnya nilai jual Megawati di bursa CAPRES.

Setiap CAWAPRES tentu mencari CAPRES yang dapat diandalkan dalam PILPRES 2009. Penawaran Megawati terhadap Sri Sultan Hamengku Buwono X, Akbar Tanjung, dan Sutiyoso adalah bentuk penghinaan terselubung. Secara tersirat Megawati memvonis ke-3 tokoh tersebut tidak pantas menjadi CAPRES, dan hanya layak sebagai CAWAPRES. Sedang pada kenyataannya, Kharisma Sri Sultan Hamengku Buwono X di lingkup Yogyakarta sangat kuat. Sutiyoso dengan gemilang berhasil mengembangkan DKI. Akbar Tanjung tokoh senior dan Mantan Ketua DPR sekaligus pembawa bendera GOLKAR. Apakah hal ini tidak menjadi pertimbangan Megawati?

Menghadapi kondisi yang demikian, tinggal kita sebagai penentu, siapakah yang layak untuk membawa Indonesia di tahun 2009–2014. Jangan korbankan negeri ini hanya untuk membeli sebuah nama. SOEKARNO adalah sebuah nama besar, tapi kita sebagai bangsa seharusnya terbangun dari mimpi dan khayalan masa lalu. Tanamkan dalam hati kita perkataan ini: SOEKARNO SUDAH WAFAT DAN TAK MUNGKIN BANGKIT LAGI. Yang ada saat ini adalah MEGAWATI. Dia hanya Puteri Soekarno. Dan tak ada jaminan bahwa Megawati mewarisi karakter Soekarno.

SEORANG NABI TIDAK SELALU MELAHIRKAN SEORANG NABI



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia