KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
OPINI

Petuah Kakek dan Nenek Dalam Mengasuh Cucu Penerus Bangsa
Oleh : Tri Wahyu Prasetyo | 05-Des-2017, 14:39:21 WIB

KabarIndonesia - Penghujung tahun 2017 telah tiba, tidak terasa 17 tahun hampir dilalui kaum era milleneum. Generasi terus berganti generasi, teknologi dan globalisasi terus menjamah negeri ini. Kultur adat dan sosial lekas berganti.

Kids Zaman Now, istilah yang akhir-akhir ini sering terdengar dan hits dalam dunia maya. Kalimat yang terdiri dari dua unsur bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dikombinasikan dan memiliki arti “anak jaman sekarang”. Kids zaman now merepresentasikan anak-anak generasi milleneallis atau yang lahir diatas tahun 2000 an yang berperilaku dan bertindak aneh, tidak biasa, nyeleneh dan kurang pantas. Seperti beberapa waktu lalu ditayangkan dua bocah yang membuat video tutorial memakai pomade dengan susu kental manis yang viral di media sosial ataupun video anak yang menenggak micin. 

Kids zaman now  digambarkan sebagai generasi yang terlalu cepat dewasa, terlalu cepat bergaul dan terlalu cepat berkembang. Meskipun tidak semua anak millenealis seperti itu namun Ini merupakan gambaran anak jaman sekarang yang banyak di ekspose lewat sosial media.

Lantas apa kaitannya dengan kultur adat sosial bangsa? Kids zaman now merupakan suatu fenomena sosial. Mengingat mulai tahun 2000 an, teknologi, industri dan globalisasi berkembang cepat sehingga membuat manusia memiliki ketergantungan terhadap hal-hal tersebut. Selain itu juga  menuntut manusia memiliki kesibukan dan mobilisasi yang tinggi. Akibatnya hal tersebut berdampak pada pola perilaku manusia baik orang tua, remaja bahkan ke anak anak. Yang menjadi kekhawatiran adalah imbas dari modernisasi yang menimpa anak-anak generasi milleneal sehingga banyak menimbulkan pergeseran norma dan budaya serta  pergaulan. Penanaman nilai dan moral serta pola asuh dari lingkup terkecil yaitu keluarga, khususnya orang tua sendiri sangat diperlukan dalam memfilter setiap budaya yang masuk.

Budaya luar yang masuk ke Indonesia itu pada hakikatnya tidak selalu merugikan, namun juga belum tentu pas dengan budaya Indonesia. Disitulah peran orang tua dibutuhkan. Dalam konteks masuknya budaya asing, obyek dan sasarannya adalah anak-anak dan remaja. Contoh kasus, bila dibandingkan dengan dulu ketika informasi diperoleh dari satu sumber yaitu televisi, dan setiap acara di TV memiliki kategori usia. Namun sekarang informasi atau hal yang berhubungan dengan luar sangat mudah diakses, baik lewat internet, hp, maupun sosial media.
 
Disinilah peran orang tua untuk mengawasi apa yang sedang menjadi fokus anak. Selain itu anak perlu dilatih bergaul dan melakukan aktifitas pada lingkup sebayanya sehingga tidak menimbulkan perkembbangan dan pemahaman pemikiran terlalu dini. Selanjutnya perlu ditanamkan prinsip-prinsip berpikir dan bertindak untuk membentengi anak dari budaya dan norma yang tidak sepatutnya yang ditimbulkan dari dampak modernisasi jaman. Karena pada hakikatnya kita tidak bisa menolak atau mencegah modernisasi jaman. Yang bisa kita lakukan adalah mengambil sisi positif dari hal tersebut.

Pergeseran nilai, moral, norma dan budaya khususnya pada generasi penerus bangsa tidak bisa kita sepelekan. Karena generasi inilah yang akan menampu dan mengatur bangsa ini kedepan. Menurut Plh Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Ida Bagus Permana, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) yang akan terjadi pada tahun 2020-2030. 

Dari hal tersebut kita harus menyiapkan sejak dini baik lapangan pekerjaan, infrastruktur dan SDM untu menyambut bonus demografi ini. Lapangan pekerjaan dan infrastruktur dalam hal ini merupakan sesuatu yang tidak terlalu sulit untuk dikembangkan. Namun SDM inilah yang sangat menentukan akan suksesnya bonus demografi yang diterima Indonesia. Kualitas dan kuantitas yang berkarakter. Oleh sebab itu, mari kita jaga generasi penerus bangsa. Dimulai dari kepedulian. Mari tingkatkan kepedulian kepada keluarga, anak, teman dan orang lain demi terwujudnya Indonesia yang maju, cerdas, hebat dan bermartabat.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia