KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalHumas Indonesia Butuh Dewan Kehumasan oleh : Rohmah Sugiarti
10-Des-2017, 23:29 WIB


 
 
KabarIndonesia – Profesi Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR) di Indonesia butuh sebuah lembaga independen yang bertugas membina pertumbuhan dan perkembangan kehumasan nasional. Kebutuhan ini semakin relevan dan mendesak dengan dibukanya keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuka akses
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Petuah Kakek dan Nenek Dalam Mengasuh Cucu Penerus Bangsa
Oleh : Tri Wahyu Prasetyo | 05-Des-2017, 14:39:21 WIB

KabarIndonesia - Penghujung tahun 2017 telah tiba, tidak terasa 17 tahun hampir dilalui kaum era milleneum. Generasi terus berganti generasi, teknologi dan globalisasi terus menjamah negeri ini. Kultur adat dan sosial lekas berganti.

Kids Zaman Now, istilah yang akhir-akhir ini sering terdengar dan hits dalam dunia maya. Kalimat yang terdiri dari dua unsur bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dikombinasikan dan memiliki arti “anak jaman sekarang”. Kids zaman now merepresentasikan anak-anak generasi milleneallis atau yang lahir diatas tahun 2000 an yang berperilaku dan bertindak aneh, tidak biasa, nyeleneh dan kurang pantas. Seperti beberapa waktu lalu ditayangkan dua bocah yang membuat video tutorial memakai pomade dengan susu kental manis yang viral di media sosial ataupun video anak yang menenggak micin. 

Kids zaman now  digambarkan sebagai generasi yang terlalu cepat dewasa, terlalu cepat bergaul dan terlalu cepat berkembang. Meskipun tidak semua anak millenealis seperti itu namun Ini merupakan gambaran anak jaman sekarang yang banyak di ekspose lewat sosial media.

Lantas apa kaitannya dengan kultur adat sosial bangsa? Kids zaman now merupakan suatu fenomena sosial. Mengingat mulai tahun 2000 an, teknologi, industri dan globalisasi berkembang cepat sehingga membuat manusia memiliki ketergantungan terhadap hal-hal tersebut. Selain itu juga  menuntut manusia memiliki kesibukan dan mobilisasi yang tinggi. Akibatnya hal tersebut berdampak pada pola perilaku manusia baik orang tua, remaja bahkan ke anak anak. Yang menjadi kekhawatiran adalah imbas dari modernisasi yang menimpa anak-anak generasi milleneal sehingga banyak menimbulkan pergeseran norma dan budaya serta  pergaulan. Penanaman nilai dan moral serta pola asuh dari lingkup terkecil yaitu keluarga, khususnya orang tua sendiri sangat diperlukan dalam memfilter setiap budaya yang masuk.

Budaya luar yang masuk ke Indonesia itu pada hakikatnya tidak selalu merugikan, namun juga belum tentu pas dengan budaya Indonesia. Disitulah peran orang tua dibutuhkan. Dalam konteks masuknya budaya asing, obyek dan sasarannya adalah anak-anak dan remaja. Contoh kasus, bila dibandingkan dengan dulu ketika informasi diperoleh dari satu sumber yaitu televisi, dan setiap acara di TV memiliki kategori usia. Namun sekarang informasi atau hal yang berhubungan dengan luar sangat mudah diakses, baik lewat internet, hp, maupun sosial media.
 
Disinilah peran orang tua untuk mengawasi apa yang sedang menjadi fokus anak. Selain itu anak perlu dilatih bergaul dan melakukan aktifitas pada lingkup sebayanya sehingga tidak menimbulkan perkembbangan dan pemahaman pemikiran terlalu dini. Selanjutnya perlu ditanamkan prinsip-prinsip berpikir dan bertindak untuk membentengi anak dari budaya dan norma yang tidak sepatutnya yang ditimbulkan dari dampak modernisasi jaman. Karena pada hakikatnya kita tidak bisa menolak atau mencegah modernisasi jaman. Yang bisa kita lakukan adalah mengambil sisi positif dari hal tersebut.

Pergeseran nilai, moral, norma dan budaya khususnya pada generasi penerus bangsa tidak bisa kita sepelekan. Karena generasi inilah yang akan menampu dan mengatur bangsa ini kedepan. Menurut Plh Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Ida Bagus Permana, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) yang akan terjadi pada tahun 2020-2030. 

Dari hal tersebut kita harus menyiapkan sejak dini baik lapangan pekerjaan, infrastruktur dan SDM untu menyambut bonus demografi ini. Lapangan pekerjaan dan infrastruktur dalam hal ini merupakan sesuatu yang tidak terlalu sulit untuk dikembangkan. Namun SDM inilah yang sangat menentukan akan suksesnya bonus demografi yang diterima Indonesia. Kualitas dan kuantitas yang berkarakter. Oleh sebab itu, mari kita jaga generasi penerus bangsa. Dimulai dari kepedulian. Mari tingkatkan kepedulian kepada keluarga, anak, teman dan orang lain demi terwujudnya Indonesia yang maju, cerdas, hebat dan bermartabat.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017oleh : Rohmah Sugiarti
10-Des-2017, 23:02 WIB


 
  Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017 Kota Bandung sempat diguyur hujan deras sejak siang, rupanya animo kaum muda dan pecinta musik tidak ikut surut sesudah hujan. Sesuai jadwal, tepat pukul 16.00, panggung “JOOX Live Festival Hura Ceria”, yang diadakan pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Lapangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Peta Pilgub Jateng 2018 12 Des 2017 12:44 WIB

 

 

 

 
Hasapi dan Sarune Batak 05 Des 2017 02:46 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia