KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Peringatan Hari Pahlawan Hadirkan Makna Baru Kepahlawanan Dalam Mengisi Kemerdekaan
Oleh : Iin Suwandi | 09-Nov-2017, 07:11:02 WIB

KabarIndonesia - Mungkin banyak yang belum mengetahui mengapa pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Momentum perayaan ini tentunya bukan hanya sekedar hadiah, melainkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

Bila kita menengok sejarah masa lalu, perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah di bumi pertiwi ini, tidak bisa dibayar dalam bentuk apapun. Para pejuang bertempur mati-matian di medan perang, dan tak pernah gentar meski nyawa menjadi taruhannya. Maka dari itu, kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka saat hari pahlawan 10 November ini.
Momentum peperangan di Surabaya tersebut menjadi legitimasi peran militer dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Sehingga nilai kepahlawanan tersemat dalam sebuah perjuangan melawan agresi militer. Dan untuk memobilisasi kepahlawanan secara militeristik, makanya 10 November dijadikan Hari Pahlawan.
Insiden Hotel Yamato
Latar belakang terjadinya peperangan ini terjadi, ketika orang-orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru yaitu bendera Belanda di atas Hotel Yamato di Surabaya. Hal ini tentunya membuat kemarahan masyarakat Surabaya kala itu. Hal itu dianggap telah menghina kedaulatan bangsa Indonesia dan juga kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan pada bulan Agustus tanggal 17 beberapa bulan sebelumnya. Hal ini membuat sebagian pemuda bertindak tegas dengan menaiki Hotel Yamato dan merobek berdera Belanda warna birunya sehingga tinggal tersisa warna bendera bangsa Indonesia Merah Putih. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Oktober. 
Inilah yang memicu terjadi peristiwa bersejarah pertempuran 10 November tersebut. 
Hingga sekarang, peristiwa pertempuran Surabaya diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan ini tidak hanya sekedar untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia mengingat peristiwa heroik arek-arek Surabaya, tetapi juga merenungi kembali pengorbanan mereka kepada tanah air yang mereka cintai.
Jangan Pernah Melupakan Sejarah   
Sebuah ungkapan terkenal menyatakan bahwa, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Dan bangsa tanpa pahlawan sama artinya bangsa yang tak memiliki sebuah kebanggaan. Jika sebuah bangsa tidak memiliki tokoh yang bisa dibanggakan, maka bangsa itu adalah bangsa yang tak memiliki harga diri.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan agar bangsa Indonesia tak melupakan fakta sejarah. Rakyat Indonesia bisa maju seperti sekarang tak lepas dari perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Dengan tak melupakan sejarah, kita optimistis, bisa menjadi jurus ampuh dalam membendung pengaruh negatif dari luar. 
Melalui sejarah, bangsa ini menjadi besar. Melupakan sejarah berarti kebudayaan luar siap mempengaruhi budaya kita sendiri. Bangsa kita memiliki semangat gotong royong. Budaya ini tidak ada di negara lain. Nah, untuk mempertahankan persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jika masyarakat selalu bersinergi dengan TNI, maka tercipta suatu kekuatan yang tidak ada tandingannya.
Sudah sepantasnya setiap bangsa memiliki tokoh yang disebut pahlawan. Seorang Pahlawan akan menjadi sangat penting karena ia akan memberikan suatu inspirasi dan motivasi. Inspirasi untuk selalu memperbaiki kondisi bangsa ini. Dan memotivasi agar bangsa ini terus bangkit, dan menjadi suatu bangsa yang bisa dibanggakan.  
Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.
Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November. Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya sekedar itu saja. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Mari kita meniru semangat juang para pahlawan yang telah gugur dengan berkontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia