KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahBupati Samosir Sampaikan Surat Protes Tentang Annual Fee kepada Gubernur Sumut oleh : Danny Melani Butarbutar
15-Des-2018, 14:30 WIB


 
 
KabarIndonesia - Samosir, Sebagaimana dilansir berbagai media cetak dan online di Sumatera Utara, juga telah diberitakan media ini, dua kepala daerah yakni bupati Samosir dan bupati Tapanuli Utara menyampaikan protes keras kepada Gubernur Sumatera Utara. Protes tersebut terkait SK Gubsu
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Ucup Kecil, Sang Penantang Takdir 15 Des 2018 11:22 WIB

 

Peran Orang Tua Menyukseskan Gerakan Literasi

 
OPINI

Peran Orang Tua Menyukseskan Gerakan Literasi
Oleh : Denni Candra | 30-Nov-2017, 04:55:18 WIB

KabarIndonesia - Salah satu kegiatan yang saat ini sedang digalakkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan untuk menjadikan sekolah sebagai sebuah organisasi pembelajaran yang warganya harus melek literasi.

Hadirnya gerakan ini dilatarbelakangi oleh hasil survey dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2012. Yang menyatakan indeks tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dalam seribu populasi masyarakat Indonesia hanya 1 orang yang mempunyai kegemaran membaca. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada urutan 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia. Itu adalah fakta yang membuat kita miris dan sedih, bahwa kegiatan membaca belum dianggap sebagai sebuah kegiatan yang penting dalam kehidupan masyarakat kita.

Kalau berdasarkan hasil survey dan data yang publikasikan tersebut berarti masyarakat di Indonesia rata-rata membaca 0-1 buku per tahun. Padahal suatu negara disebut maju dan berkembang kalau masyarakatnya mempunyai minat baca yang tinggi. Tidak usah membandingkan dengan minat baca di negara-negara Eropa atau pun Amerika yang rata-rata membaca 10-20 buku pertahun. Di kawasan ASEAN saja Indonesia masih sangat ketinggalan dibandingkan dengan negara tetangga lainnya yang masyarakatnya rata-rata membaca 2-3 buku pertahun.

Kita patut bersyukur dan ikut mendukung kesuksesan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini. Bentuk-bentuk GLS yang dapat dilakukan di sekolah antara lain pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, tantangan membaca (reading challenge), pengadaan sudut baca di tiap kelas, melengkapi buku-buku koleksi perpustakaan, optimalisasi majalah dinding sebagai sarana untuk memajang karya tulis siswa, mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan literasi, dan lain sebagainya.

Namun ada satu hal yang mesti menjadi perhatian kita semua, bahwa untuk membangun serta menyukseskan gerakan literasi ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pihak pemerintah dan sekolah. Justru peran orang tua sebagai salah satu unsur warga sekolah sangat memegang peranan penting dalam mengembangkan budaya literasi ini. Kenapa demikian? Karena keluarga merupakan peletak pondasi pertama dalam membangun budaya literasi khususnya kebiasaan membaca bagi seorang anak.

Orang tua harus siap untuk berpartisipasi dan menjadi pelopor dalam membangun kebiasaan membaca di rumahnya. Karena orang tua adalah pemegang otoritas yang menjadi teladan serta contoh buat anaknya. Misalnya, dengan memberikan contoh kepada anak-anaknya untuk rajin membaca, memiliki minat yang tinggi dalam mengoleksi buku-buku, menyediakan buku-buku bacaan bagi anak-anaknya, menyediakan waktu untuk membaca dan berdiskusi bersama, membawa anak-anaknya untuk mengunjungi perpustakaan dan toko buku, melakukan kegiatan bersama dengan sekolah atau kelompok masyarakat dalam kegiatan literasi, dan lain sebagainya.

Karena penting dan vitalnya peran orang tua dalam membantu kesuksesan gerakan lietrasi ini, maka sudah sepatutnya juga pihak pemerintah menjadikan para orang tua sebagai salah satu sasaran utama dalam menyosialisasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini. Bagi mereka yang hidup dalam kelompok ekonomi menengah dan tinggal di perkotaan, mungkin program ini sudah "familiar" serta tidak sulit untuk dilakukan. Namun bagi sebagian besar orang tua yang tinggal di daerah-daerah dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah serta kondisi ekonomi yang alakadarnya, hal ini mungkin akan sulit dilakukan dengan berbagai alasan.

Kenapa hal ini perlu menjadi perhatian? Sebab selama ini yang banyak terjadi di lapangan, gaung dan geliat gerakan literasi ini hanya ramai di sekolah serta lingkungan kampus. Sedangkan di lingkungan keluarga gaungnya hampir tidak pernah kedengaran. Urusan literasi selama ini hanya identik dengan kegiatan para akademisi dan para guru di sekolah. Padahal supaya GLS ini bisa sukses dan berjalan seperti yang diharapkan, maka semua elemen yang terkait dengan pendidikan harus berperan serta termasuk orang tua.

Orangtua harus memulai dan menanamkan kebiasaan untuk gemar membaca kepada anak-anak sedini mungkin sesuai tingkat perkembangan usianya. Hal ini harus dilakukan secara konsisten dan berulang sehingga diharapkan nantinya akan terbentuk kepribadian yang kuat dalam diri anak bahwa membaca adalah sebuah kebutuhan bukan hanya sekedar hobi. Intinya, peran orang tua harus dikuatkan dalam menyukseskan gerakan literasi.

Diharapkan dengan partisipasi aktif semua pihak, upaya untuk menggalakkan lagi kegiatan gemar membaca dapat terwujud. Bukan hanya menjadi semacam seremoni dan kegiatan yang bersifat euforia sesaat, tetapi sebuah pencanangan yang memang mendukung untuk mewujudkan harapan pemerintah guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga ...!!!.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia