KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa: Elektabilitas Jokowi Lebih Baik dari Prabowo
Oleh : Drs Melani Butarbutar, Mm | 04-Apr-2019, 15:03:18 WIB

KabarIndonesia – Lembaga Survei LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas pasangan Capres-Cawapres menjelang Pemilu 2019 nanti. Dikatakan bahwa elektabilitas Capres - Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin berada di posisi 56,8 persen hingga 63,2 persen, sedangkan, Capres - Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sebesar 36,8 persen hingga 43,2 persen.

Menurut Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, elektabilitas tersebut merupakan hasil survei dilakukan periode 18 hingga 26 Maret 2019 terhadap 1.200 responden yang terlibat dengan pemberian 12 pertanyaan terkait dengan kepribadian Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hasilnya, Jokowi dinilai lebih baik dari Prabowo.<br />
Dikatakan Ardian Sopa, survei LSI Denny JA ini menggunakan rentang hasil elektabilitas karena memperhitungkan margin of error dan asumsi golput. Margin of error dalam survei itu kurang lebih 2,8 persen dengan metode survei dengan cara multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden.

"Kita menggunakan asumsi bahwa golput terjadi secara proporsional artinya bahwa dia yang golput, baik itu yang di pasangan 01 maupun di 02 itu jumlahnya sama sehingga memang tidak mengubah hasil akhir dari perolehan masing-masing kandidat," kata Ardian di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2019).

Ardian mengungkapkan bahwa golput secara proporsional yang dimaksud ialah pemilih salah satu kubu yang tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS).<br />
LSI mengamati golput yang terjadi di berbagai sejumlah Pilkada atau Pilpres baik di daerah maupun luar negeri, dari 100 persen ada 90 persen yang terjadi golput proporsional dan 10 persen golput non-profesional. "Kalkulasi ini dilakukan karena Pilpres tinggal 16 hari lagi. Diperlukan proyeksi elektabilitas dengan mempertimbangkan angka margin or error survei dan asumsi golput," jelasnya.

Dijelaskan Ardian bahwa dari hasil survei berdasarkan kategori kewibawaan sebagai pemimpin, responden lebih banyak yang memilih Prabowo, sementara dari sisi kepribadian, Jokowi lebih disukai dibandingkan Prabowo. Hampir semua aspek kepribadian, Jokowi dinilai publik lebih unggul dibanding Prabowo,

“Survei yang dilakukan dari 18 Maret hingga 26 Maret tersebut menyodorkan 12 pertanyaan seperti 'Apakah nama-nama berikut (Jokowi atau Prabowo) termasuk orang yang jujur?'. Jika responden melihat Jokowi lebih memilih Jokowi jujur ketimbang Prabowo, maka dirinya akan memilih Jokowi,” sebut Adrian.

Selanjutnya dijelaskan, bahwa sebanyak 75 persen responden menyebut Jokowi lebih jujur ketimbang Prabowo. Yang memilih Prabowo lebih jujur dari Jokowi hanya 52,9 persen. Sedangkan responden yang memilih Jokowi lebih pintar dari saingannya sebesar 86 persen dan sebaliknya responden yang memilih Prabowo lebih pintar dari Jokowi ialah sebesar 79,5 persen.<br />
Hampir dari seluruh kategori Jokowi diunggulkan oleh Prabowo. Namun, ada satu kategori di mana Prabowo lebih diunggulkan ketimbang Jokowi, yakni Prabowo lebih berwibawa menjadi pemimpin ketimbang Jokowi.

Dari hasil survei menunjukkan kalau responden yang melihat Jokowi lebih berwibawa ketimbang Prabowo ialah sebesar 75 persen. Sedangkan, responden yang memilih Prabowo lebih terlihat berwibawa ketimbang Jokowi ialah sebanyak 75,4 persen.

Selengkapnya hasil survei dengan 12 pertanyaan yang disampaikan sebagai berikut:
- Kejujuran: Jokowi 75 persen, Prabowo 52,9 persen
- Kepintaran: Jokowi 86 persen, Prabowo 79,5 persen
- Kewibawaan: Jokowi 75 persen, Prabowo 75,4 persen
- Nasionalis: Jokowi 82,1 persen, Prabowo 74,6 persen
- Agamis/Religus: Jokowi 73,9 persen, Prabowo 58,4 persen
- Perhatian Pada Rakyat : Jokowi 81 persen, Prabowo 55,3 persen
- Mampu Mengambil Keputusan Dengan Tegas: Jokowi 69,2 persen, Prabowo 68,3 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Ekonomi : Jokowi 66,1 persen, Prabowo 47,5 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Politik: Jokowi 66,1 persen, Prabowo 51,2 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Keamanan: Jokowi 70,8 persen, Prabowo 55,9 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Penegakan Hukum : Jokowi 68,2 persen, Prabowo 52,4 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Sosial: Jokowi 73,2 persen, Prabowo 49,4 persen

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Pertanyakanlah Tuhanmu (2) 18 Apr 2019 13:54 WIB

Pertanyakanlah Tuhanmu (1) 18 Apr 2019 13:52 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia