KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalPelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku oleh : Tonny Djayalaksana
09-Okt-2019, 05:21 WIB


 
 
KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 
 
OPINI

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa: Elektabilitas Jokowi Lebih Baik dari Prabowo
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 04-Apr-2019, 15:03:18 WIB

KabarIndonesia – Lembaga Survei LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas pasangan Capres-Cawapres menjelang Pemilu 2019 nanti. Dikatakan bahwa elektabilitas Capres - Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin berada di posisi 56,8 persen hingga 63,2 persen, sedangkan, Capres - Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sebesar 36,8 persen hingga 43,2 persen.

Menurut Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, elektabilitas tersebut merupakan hasil survei dilakukan periode 18 hingga 26 Maret 2019 terhadap 1.200 responden yang terlibat dengan pemberian 12 pertanyaan terkait dengan kepribadian Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hasilnya, Jokowi dinilai lebih baik dari Prabowo.<br />
Dikatakan Ardian Sopa, survei LSI Denny JA ini menggunakan rentang hasil elektabilitas karena memperhitungkan margin of error dan asumsi golput. Margin of error dalam survei itu kurang lebih 2,8 persen dengan metode survei dengan cara multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden.

"Kita menggunakan asumsi bahwa golput terjadi secara proporsional artinya bahwa dia yang golput, baik itu yang di pasangan 01 maupun di 02 itu jumlahnya sama sehingga memang tidak mengubah hasil akhir dari perolehan masing-masing kandidat," kata Ardian di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2019).

Ardian mengungkapkan bahwa golput secara proporsional yang dimaksud ialah pemilih salah satu kubu yang tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS).<br />
LSI mengamati golput yang terjadi di berbagai sejumlah Pilkada atau Pilpres baik di daerah maupun luar negeri, dari 100 persen ada 90 persen yang terjadi golput proporsional dan 10 persen golput non-profesional. "Kalkulasi ini dilakukan karena Pilpres tinggal 16 hari lagi. Diperlukan proyeksi elektabilitas dengan mempertimbangkan angka margin or error survei dan asumsi golput," jelasnya.

Dijelaskan Ardian bahwa dari hasil survei berdasarkan kategori kewibawaan sebagai pemimpin, responden lebih banyak yang memilih Prabowo, sementara dari sisi kepribadian, Jokowi lebih disukai dibandingkan Prabowo. Hampir semua aspek kepribadian, Jokowi dinilai publik lebih unggul dibanding Prabowo,

“Survei yang dilakukan dari 18 Maret hingga 26 Maret tersebut menyodorkan 12 pertanyaan seperti 'Apakah nama-nama berikut (Jokowi atau Prabowo) termasuk orang yang jujur?'. Jika responden melihat Jokowi lebih memilih Jokowi jujur ketimbang Prabowo, maka dirinya akan memilih Jokowi,” sebut Adrian.

Selanjutnya dijelaskan, bahwa sebanyak 75 persen responden menyebut Jokowi lebih jujur ketimbang Prabowo. Yang memilih Prabowo lebih jujur dari Jokowi hanya 52,9 persen. Sedangkan responden yang memilih Jokowi lebih pintar dari saingannya sebesar 86 persen dan sebaliknya responden yang memilih Prabowo lebih pintar dari Jokowi ialah sebesar 79,5 persen.<br />
Hampir dari seluruh kategori Jokowi diunggulkan oleh Prabowo. Namun, ada satu kategori di mana Prabowo lebih diunggulkan ketimbang Jokowi, yakni Prabowo lebih berwibawa menjadi pemimpin ketimbang Jokowi.

Dari hasil survei menunjukkan kalau responden yang melihat Jokowi lebih berwibawa ketimbang Prabowo ialah sebesar 75 persen. Sedangkan, responden yang memilih Prabowo lebih terlihat berwibawa ketimbang Jokowi ialah sebanyak 75,4 persen.

Selengkapnya hasil survei dengan 12 pertanyaan yang disampaikan sebagai berikut:
- Kejujuran: Jokowi 75 persen, Prabowo 52,9 persen
- Kepintaran: Jokowi 86 persen, Prabowo 79,5 persen
- Kewibawaan: Jokowi 75 persen, Prabowo 75,4 persen
- Nasionalis: Jokowi 82,1 persen, Prabowo 74,6 persen
- Agamis/Religus: Jokowi 73,9 persen, Prabowo 58,4 persen
- Perhatian Pada Rakyat : Jokowi 81 persen, Prabowo 55,3 persen
- Mampu Mengambil Keputusan Dengan Tegas: Jokowi 69,2 persen, Prabowo 68,3 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Ekonomi : Jokowi 66,1 persen, Prabowo 47,5 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Politik: Jokowi 66,1 persen, Prabowo 51,2 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Keamanan: Jokowi 70,8 persen, Prabowo 55,9 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Penegakan Hukum : Jokowi 68,2 persen, Prabowo 52,4 persen
- Mampu Mengatasi Masalah Sosial: Jokowi 73,2 persen, Prabowo 49,4 persen

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia