KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Baru Covid-19 Terutama di Pilkada 2020 oleh : Danny Melani Butarbutar
21-Sep-2020, 15:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

"Jadi
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Desa

 
OPINI

Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Desa
Oleh : Romi Febriyanto Saputro | 24-Aug-2020, 08:28:55 WIB

KabarIndonesia - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, permasalahan pendidikan jarak jauh (PJJ) tidak hanya ketersediaan jaringan internet tapi juga kepemilikan gawai. Persoalan hambatan selama PJJ tak hanya keterbatasan terhadap akses internet dan listrik tetapi juga pada kepemilikan gawai pintar (ponsel). Permasalahan itu tidak hanya di daerah, bahkan juga terjadi di Jabodetabek.

Laporan PJJ fase II atau pada semester awal tahun ajaran baru 2020/2021 masih banyak siswa tidak memiliki gawai pintar secara pribadi.  Dalam satu keluarga hanya punya gawai satu, itu pun dipegang ortu. Setidaknya, terdapat 46 ribu lebih sekolah yang tidak dapat merasakan PJJ daring tersebut. Hal itu terjadi pada mayoritas di daerah-daerah pelosok, pegunungan, khususnya di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (Republika, 24 Juli 2020).

Pandemi Covid-19 telah memaksa dunia pendidikan di tanah air untuk melakukan pendidikan jarak jauh.  Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Model pendidikan ini diterapkan karena  terlalu berbahaya mengumpulkan guru dan peserta didik dalam ruang kelas. Apalagi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus anak yang meninggal karena Covid-19 di tanah air adalah yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Seperti diberitakan  Tempo, 24 Juli 2020, secara keseluruhan tercatat 70 persen dari kasus anak meninggal karena infeksi virus Covid-19 berada di bawah usia enam tahun. Prosentase tersebut lebih rinci 12 persen anak berusia 0 hingga 28 hari, 33 persen berusia 29 hari hingga 11 bulan 29 hari, dan 25 persen lainnya berusia satu tahun hingga lima tahun 11 bulan 29 hari.

Total 70 persen kematian anak karena Covid-19 berada di kelompok ini Sisanya, 30 persen, di kelompok usia enam hingga 18 tahun. Mereka terdiri dari 12 persen berusia enam tahun hingga sembilan tahun 11 bulan 29 hari, dan 18 persen berusia 10 hingga 18 tahun. Prosentase di atas berasal dari jumlah seluruhnya 51 kasus anak meninggal karena virus corona sejak 17 Maret hingga 20 Juli 2020. Sedang jumlah kasus infeksi terkonfirmasi pada anak seluruhnya dalam periode yang sama 2.712. Selain itu terdapat pula anak yang berstatus sebagai kasus suspek sebanyak 7.633 dimana 290 di antaranya juga meninggal.

Pendidikan jarak jauh dan pendidikan tatap muka memiliki tujuan yang sama dan mulia, yaitu merdeka belajar, gelora budaya, dan Indonesia bahagia. Merdeka belajar artinya semua rakyat negeri tercinta wajib memperoleh kemerdekaan dalam proses pembelajaran untuk membangun potensi diri dengan memanfaatkan semua sumber daya pendidikan yang menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakannya. Gelora budaya merupakan penopang dunia pendidikan agar menghasilkan manusia yang menjunjung tinggi budaya leluhur sekaligus berpadu dengan budaya negeri lain untuk mewujudkan ketertiban dunia. Indonesia bahagia adalah titik temu dari merdeka belajar dan gelora budaya.

Saat ini sebagian besar penduduk negeri ini masih banyak yang tinggal di desa. Desa dengan segala kekurangan yang ada memiliki potensi untuk mengembangkan merdeka belajar berbasis desa. Pemerintah desa adalah kunci sukses untuk mewujudkan hal ini. Pertama, menggunakan dana desa untuk menyediakan akses  internet gratis bagi masyarakat. Pandemi adalah momentum yang tepat untuk membangun desa digital. Area free hotspot dapat dibangun di banyak titik sesuai dengan jumlah RT (Rukun Tetangga) yang ada di desa. Dengan banyak titik akses internet gratis maka peluang kemunculan kerumunan dapat dicegah.

Kedua, melibatkan perpustakaan desa dalam proses pembelajaran jarak jauh. Perpustakaan desa adalah sel tidur sumber pembelajaran yang terlupakan. Perpustakaan desa hari ini banyak yang sudah melakukan transformasi sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat. Perpustakaan tidak hanya melayankan peminjaman buku namun juga melayankan komputer dan internet untuk mencerdaskan masyarakat. Dana desa dapat menjadi solusi untuk menambah  jumlah komputer yang ada di perpustakaan. Keberadaan komputer dan akses internet ini diharapkan dapat membantu peserta didik yang tidak punya gawai atau yang tidak punya kuota internet.

Ketiga, melibatkan pemangku kepentingan di desa untuk bergerak bersama membantu proses pembelajaran jarak jauh. Jika ada penduduk desa yang berstatus sebagai guru, dosen, atau mahasiswa dapat bersinergi untuk membuka bimbingan belajar di perpustakaan desa. Hal ini sudah dipraktikkan di Perpustakaan Desa Puro Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Perpustakaan Desa membuka layanan Bu Bimbel (Buku untuk bimbingan belajar). Perpustakaan desa bekerjasama dengan guru dan mahasiswa yang ada di desa untuk membimbing anak-anak yang mau belajar di perpustakaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jumlah anak dibatasi maksimal lima orang untuk setiap sesi pembelajaran. Jaga jarak dan pakai masker tetap berjalan selama proses pembelajaran. Sebelum dan sesudah pembelajaran wajib cuci tangan.

Strategi ini akan semakin hebat jika ada kepedulian dari penyedia jasa internet plat merah untuk memberikan diskon kuota internet secara nyata atau bahkan memberikan secara gratis kepada desa tertinggal, terluar, dan terdepan. Sampai hari ini langkah nyata dari  penyedia jasa internet milik negara ini belum terdengar sama sekali. Orang tua dengan penghasilan yang sudah "terdiskon" oleh pandemi dipaksa membeli kuota internet dengan harga yang terpaksa terjangkau alias nihil diskon.

Pemerintah mestinya dapat menggunakan dana penanggulangan bencana pandemik  covid-19 untuk membuka akses internet yang lebih merata di tanah air. Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi sudah saatnya sama hebat dengan infrastruktur jalan raya yang terkenal dengan sebutan jalan tol. Jalan tol untuk merdeka belajar adalah harapan semua lapisan masyarakat karena kita tidak pernah tahu kapan pandemi berakhir.

Selain internet, keberdaan buku yang didesain khusus untuk pembelajaran jarak jauh harus segera dilahirkan oleh pemerintah. Mengapa? Saat ini anak-anak belajar di rumah menggunakan buku pelajaran yang didesain untuk pembelajaran tatap muka. Artinya, buku ini masih memerlukan penjelasan rinci dari bapak-ibu guru agar mudah dipahami oleh peserta didik. Buku seperti ini jelas memperlambat proses transfer pengetahuan dan karakter dari buku ke peserta didik.

Pandemi tidak  dapat dipastikan kapan berakhir. Untuk itu tidak ada salahnya jika mulai saat ini pemerintah segera memulai proses produksi buku ini. Anggap saja proses ini sebagai salah satu mitigasi bencana untuk mencegah terjadinya kegagalan proses mencerdaskan bangsa. Semoga anak Indonesia tetap merdeka belajar di masa pandemi agar Indonesia tetap bahagia di masa depan.(*)

*Romi Febriyanto Saputro adalah Alumni Magister Administrasi Publik Universitas Terbuka.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Investasi Reksa Dana Kian Mudah 26 Sep 2020 19:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia