KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
OPINI

Nikah Siri, Pilihan atau Paksaan
Oleh : Arum Putri Anjaly | 27-Des-2012, 18:02:42 WIB

KabarIndonesia - Setiap pasangan pasti mempunyai cita-cita untuk mengikatkan hubungan dalam suatu pernikahan. Menikah adalah sesuatu hal yang baik, bahkan dipandang sebagai suatu bentuk ibadah. Dalam hukum agama, nikah dianggap sah jika memenuhi syarat dan rukun nikah, yaitu adanya dua saksi, ijab qabul, dan wali.

Hukum tersebut berlaku pada manusia sebagai umat beragama, namun kita juga harus ingat bahwa kita hidup dalam suatu negara hukum. Kita wajib mengikuti aturan-aturan yang berlaku, termasuk tertib administrasi dengan melakukan pencatatan perkawinan. Perkawinan yang hanya di sahkan secara agama tanpa melalui pencatatan (nikah siri) memang benar sah, tapi tidak memiliki kekuatan hukum. Itu berarti, pembuktian pernikahan tersebut akan sulit manakala diperlukan. 

Keberadaan hukum negara yang mengharuskan mencatatkan perniakahan sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Hal ini dilakukan untuk melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak, seperti dalam hal nafkah, warisan, keturunan, dan sebagainya. Selain itu, pencatatan surat nikah juga memberi jaminan perlindungan kepada pihak wanita. Pernikahan siri lebih banyak membawa dampak buruk bagi perempuan dan anak. Hal ini disebabkan ketika pernikahan di bawah tangan itu dilakukan kemudian menghasilkan anak.

Selain tidak sah secara hukum, anak tersebut nantinya akan kehilangan hubungan hukum terhadap ayah. Sehingga tidak jarang perempuan dan anak kehilangan hak mereka seperti hak nafkah, warisan jika si ayah meninggal, serta isteri yang tidak akan mendapatkan harta gono-gini ketika bercerai.     

Perempuan yang melakukan nikah siri akan sulit untuk bersosialisasi karena masyarakat akan cenderung memiliki opini negatif. Sementara anak hasil nikah siri akan kehilangan banyak haknya. Belum lagi kalau anak tidak memiliki status yang sah secara hukum, ayahnya bisa dengan mudah tidak mengakuinya, seperti banyak kasus yang telah terjadi. Pencatatan juga memudahkan pengurusan administrasi negara yang lain.

Sebagai warga negera yang baik, kita perlu tertib administrasi, baik KTP, KK, SIM dan sebagainya. Bagi Anda mungkin semua itu terpenuhi, selama status Anda masih mengikuti orang tua dan bukan KK sendiri. Lalu bagaimana dengan keturunan Anda. Bisa jadi anak Anda akan menjumpai banyak kesulitan, ketika harus mengurus ijazah sekolah karena tidak memiliki  akta kelahiran. Di saat itulah, seolah-olah anak Anda tidak diakui sebagai warga negara yang sempurna.  

Jika memang keadua belah pihak berada pada posisi tepat, dalam artian memenuhi syarat administrasi nikah secara hukum negara, misalnya: status belum kawin, janda/duda, mengapa pernikahan itu harus disembunyikan? Yang menjadi pertanyaan besar adalah, nikah siri merupakan pilihan atau keterpaksaan. Jikalau memang pilihan, apa yang membuat wanita memilih untuk dinikahi secara siri.

Padahal jelas, tak ada perlindungan terhadap hak-hak mereka dalam pernikahan itu. Sebagai wanita adalah suatu keharusan meminta pasangan menikahinyan secara sah dimata agama dan memiliki kekuatan hukum dalam negara. Karena di sana ada hak-hak wanita dan anak yang harus dijaga.  (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia