KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Mitos Seputar Keberuntungan (Hoki)
Oleh : Nurulita Rachma Budi Utami | 26-Des-2012, 18:37:33 WIB

KabarIndonesia - Setiap kali tahun akan berganti, orang selalu ramai membicarakan tentang berbagai macam acara yang akan mereka lalui ketika pergantian tahun tiba. Namun pada sebagian orang, pergantian tahun bukanlah sesuatu hal yang istimewa. Bahkan ada yang tidak peduli dengan bergantinya tahun.

Di saat tahun telah berganti atau pada awal tahun baru mulai, biasanya muncul berbagai macam pendapat di tengah-tengah masyarakat seputar tahun baru. Apalagi jika seseorang itu memiliki sebuah mitos atau sebuah kepercayaan yang berkaitan dengan bergantinya tahun baru. Biasanya mereka pun melakukan berbagai macam adat/kebiasaan yang selalu mereka percayai.

Banyak sekali anggapan atau kepercayaan dalam masyarakat kita seputar tahun baru tersebut. Semisal ketika tahun baru hampir tiba, ada yang percaya bahwa kita tidak boleh tidur sebelum jam dua belas malam (agar banyak rejeki dan mendapatkan berkah ditahun yang baru). Ada juga yang memiliki kepercayaan, setiap pergantian tahun kita harus memiliki pakaian dalam yang baru (agar tidak sial). Bahkan ada yang mengatakan membuang pakaian dalam yang usang di laut, lalu mandi berendam di laut dapat menghilangkan sial selama satu tahun. Bukan itu saja masih banyak hal lain yang menjadi mitos dan kepercayaan di tengah masyarakat yang berkaitan dengan datangnya tahun baru.

Semua orang, pada umumnya berharap agar ditahun yang baru mereka akan beruntung. Bagi yang mempercayai berbagai macam hal/mitos yang berlaku, mereka akan melakukan berbagai macam anjuran dan berbagai macam cara bahkan ritual (misal membuat bubur merah putih, sesajen, tumpengan, selamatan dan sebagainya) dengan harapan agar beruntung/memperoleh peruntungan yang bagus ditahun yang baru tersebut (biar Hoki).

Semuanya wajar-wajar saja dan tak ada salahnya apabila seseorang itu mempercayai dengan hal-hal di atas. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana jika kita telah melakukan berbagai macam anjuran/ritual/mitos yang berlaku, namun ternyata tak ada Hoki/keberuntungan ditahun tersebut?

Pada sebagian orang mereka hanya coba-coba saja siapa tahu beruntung jika melakukan sebuah mitos/kepercayaan/ritual yang dianjurkan itu. Tetapi pada sebagian orang yang lainnya, mereka benar-benar berharap dan mempercayainya seratus persen. Bagi mereka yang coba-coba tentu saja tak ada masalah. Namun bagaimana dengan yang mengharap dan mempercayai hal tersebut?. Tentu saja rasa kecewa dan putus asa menghantui mereka. Tak jarang pula mereka menjadi marah/geram/gusar (ada yang menganggapnya sebagai satu kegagalan besar).

Setiap tahun sebenarnya adalah sama. Yang berbeda adalah cara pandang/pola pikir dan perubahan yang dilakukan seseorang dalam kehidupannya. Bukan karena mempercayai sebuah mitos/kepercayaan tertentu dengan berbagai macam ritual lantas seseorang hidupnya seketika menjadi beruntung atau Hoki (tergantung dari usaha seseorang untuk mengubah hidupnya/nasibnya).

Jangan hanya berharap keberuntungan itu akan datang dengan sendirinya (sekedar mempercayai mitos). Sebab keberuntungan pun pada dasarnya harus diusahakan. Jika anda seorang pedagang besar misalnya, apabila ingin memiliki keberuntungan/memiliki laba yang banyak tentunya anda harus menguasai strategi di pasar, meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen (bersikap ramah, dapat memberikan jaminan pada suatu produk, mengubah strategi pemasaran, dan sebagainya). Tidak hanya terpaku pada pola/strategi yang lama, sehingga anda pun akan mendapatkan kemajuan dalam usaha yang mendorong datangnya suatu keberuntungan/Hoki.

Yang tidak kalah utama dari semuanya itu adalah selalu berusaha, tidak mudah putus asa dalam menjalani kehidupan, tekun, dan mengubah segala sesuatu ke arah yang lebih baik. Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing dari setiap orang. Percaya tidak percaya, orang selalu berusaha mati-matian dalam mengejar keberuntungan alias Hoki. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Rayakan HUT ke-60 di Surabaya, Astra Dorong Wirausahaoleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Jul-2017, 07:08 WIB


 
  Rayakan HUT ke-60 di Surabaya, Astra Dorong Wirausaha Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memukul gong Perayaan HUT 60 Tahun Astra di Surabaya didampingi Direktur PT Astra International Tbk Johannes Loman (ketiga kanan), Kolonel ARM Supriyoso (kedua kanan), Chief of Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia