KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Menjadi Guru Yang Baik
Oleh : Auly Muftikha Nurfauziah | 15-Nov-2017, 07:00:32 WIB

KabarIndonesia - Guru merupakan elemen yang sangat penting dalam pembelajaran. Tak bisa dipungkiri bahwa guru memainkan peran penting dalam proses pembelajaran. Keberhasilan suatu pembelajaran juga ditentukan oleh guru, karena salah satu kunci sukses proses belajar mengajar adalah adanya seorang pengajar yang baik . Seorang guru yang baik dapat mempengaruhi murid dalam suatu mata pelajaran. Jika seorang murid mencintai seorang guru mata pelajaran, maka dia juga akan mencintai pelajaran yang diajarkan guru tersebut.

Pengajar yang baik adalah seorang pengajar yang bisa menyampaikan materi dengan baik dan bisa dipahami oleh muridnya. Namun tidak hanya itu saja, seorang pengajar yang baik adalah dia yang bisa membuat muridnya mencintai gurunya dengan sepenuh hati, sehingga akan terjadi komunikasi yang baik antara guru dan murid dalam proses pembelajaran. "Not only teach, but also touch", jadi seorang guru yang baik adalah dia yang mampu memahamkan murid dan mampu menyentuh hati murid.

Namun kenyataannya, banyak guru yang belum bisa menjadi pengajar yang baik bagi muridnya. Hal ini terlihat dari pernyataan para murid yang mengaku bahwa tidak menyukai beberapa mata pelajaran karena murid tidak menyukai gurunya. Ada sebagian guru yang terkesan galak di mata murid-muridnya sehingga terkesan ditakuti. Ada juga guru yang terlalu banyak bicara diluar topik pembahasan sehingga membuat para murid tidak faham dengan materi, dan masih banyak kasus lainnya yang berkenaan dengan hal tersebut.            
Menurut Andi Yudha dalam bukunya "Kenapa Guru Harus Kreatif?" menyatakan bahwa guru yang baik adalah guru yang kreatif dan professional. Nah, apa saja sih ciri- ciri guru yang kreatif dan professional itu?

Fleksibel, murid membutuhkan guru yang tidak kaku, luwes dan dapat memahami kondisi anak didik, memahami cara belajar mereka, serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai potensi masing-masing anak.
Optimistis, keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan keyakinan perubahan anak didik menjadi lebih baik akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut. 
Respek, rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memicu dan memicu mereka untuk lebih cepat tidak sekedar memahami pelajaran, namun juga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya.  Cekatan, anak-anak mempunyai karakter yang dinamis, aktif, eksploratif, kreatif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu diimbangi guru yang cekatan sehingga mampu bertindak sesuai kondisi yang ada.
Humoris
, menjadi guru killer? Anak didik pasti banyak yang takut dan tidak mau belajar. Meskipun tidak setiap orang memiliki sifat humoris, namun sifat ini dituntut untuk dimiliki oleh seorang pengajar. Karena pada umumnya, anak- anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor. Sehingga dalam prosesnya, mereka tidak mudah bosan dalam belajar bersama guru.
Inspiratif, guru harus menemukan banyak ide dari hal- hal baru yang positif dalam kehidupan sehari- hari, sehingga ia dapat membuat anak didik terinspirasi untuk menemukan hal- hal baru dan lebih memahami informasi - informasi pengetahuan yang disampaikan gurunya.
Lembut,
dimanapun guru yang bersikap kasar, kaku, atau emosional biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi anak didiknya dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak didk. Pengaruh kesabaran, kelembutuan, dan rasa kasih sayang akan lebih efektif dalam proses pembelajaran dan lebh memudahkan memunculkan solusi atas berbagai masalah yang muncul.
Disiplin
, disiplin tidak hanya soal ketepatan waktu, namun mencakup berbagai hal. Sehingga guru mampu menjadi teladan kedisiplinan tanpa harus sering mengatakan pentingnya disiplin. 
Responsif, guru yang professional akan cepat tanggap terhadap perubahan- perubahan yang terjadi, baik pada anak didik, budaya, social, ilmu pengetahuan, teknologi, dan lain- lain.
Empatik¸setiap anak memiliki karakter, cara belajar, proses penerimaan, dan pemahaman yang berbeda- beda. Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk mempunyai perhatian untuk memahami keberagaman tersebut, sehingga dapat memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.
Friendship
, jangan membuat jarak yang jauh antara anak didik dan guru. Jika kita dapat menjadi teman mereka, maka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekedar hubungan guru dan murid. Anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya.
Suka dengan Anak, menyukai anak dan dunianya adalah syarat mutlak yang harus dimiliki guru yang baik karena bagaimanapun, saat kita berada diantara mereka, bermain dan belajar bersama, kita pun harus ikut menikmati aktivitas mereka sehingga anak akan merasa nyaman ketika belajar bersama gurunya.

Dari pemaparan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa menjadi guru yang baik merupakan suatu keharusan yang wajib dimiliki oleh para pengajar untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Not only teach, but also touch. Seorang guru yang baik, bukan sekedar mampu memahamkan anak didik terhadap mata pelajaran, namun juga bisa menyentuh hati mereka agar merasa nyaman ketika belajar bersama gurunya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia