KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 

Menilik Kenaikan Tarif Ojol di Tengah Ancaman Resesi

 
OPINI

Menilik Kenaikan Tarif Ojol di Tengah Ancaman Resesi
Oleh : Adolf Roben Lanapu | 01-Feb-2020, 15:54:12 WIB

KabarIndonesia - Pemerintah berencana menaikkan tarif ojek online (ojol) menjadi Rp 2500/kilometer. Rencana kenaikan tarif tersebut sebagai hasil dari evaluasi tarif per tiga bulan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 12 tahun 2019. Penetapan tarif tengah digodog antara Kementerian Perhubungan, driver, dan Yayasan Layanan Konsumen Indonesia dengan opsi tetap atau naik. Namun apakah kenaikan tarif tersebut adalah kebijakan yang sesuai dengan kondisi perekonomian saat ini? 

Menjaga Ancaman Resesi
Nilai tukar rupiah mengalami penguatan sejak akhir tahun 2019 sampai akhir Januari 2020. Dengan nilai tukar Rupiah terhadap USD pada kisaran 13.600, penguatan rupiah mendorong neraca perdagangan menuju kondisi surplus. “Pergerakan neraca dagang kita itu bukan didorong peningkatan ekspor, tapi lebih karena impor yang turun,” ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal (dilansir dari jawapos.com, (28/01). 

Penguatan mata uang rupiah terhadap USD bukan semata karena peningkatan indikator ekonomi Indonesia tetapi juga didorong oleh melemahnya kondisi perekonomian Amerika Serikat. Sinyal resesi Amerika Serikat ditandai kurva treasury Amerika Serikat yang bergerak terbalik sehingga yield imbal balik jangka pendek US treasury lebih tinggi daripada yield jangka panjangnya.

Gejala resesi yang dialami Amerika Serikat juga dialami Italia, Tiongkok, dan Singapura, serta menimbulkan ancaman perlambatan ekonomi global. Indonesia beruntung karena peran perdagangan internasonal tidak terlalu besar terhadap PDB.< br />Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% dengan dominasi konsumsi rumah tangga sebesar 56% dari PDB (data BPS kuartal III 2019). Dengan demikian konsumsi rumah tangga merupakan indikator penting yang harus dijaga untuk menghindari perlambatan ekonomi global. Konsumsi rumah tangga dalam PDB terdiri dari beberapa komponen, antara lain makanan dan minuman selain restoran; pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya; perumahan dan perlengkapan rumah tangga, kesehatan dan pendidikan; transportasi dan komunikasi; restoran dan hotel, dan komponen lainnya. Sebagian besar komponen tersebut saat ini berkaitan erat dengan keberadaan layanan jasa angkutan online.
Peranan Besar Angkutan Online pada Konsumsi Rumah Tangga 
Menurut riset Alvara dengan responden sebanyak 600 orang di beberapa kota besar di Indonesia, 75,7% responden pernah menggunakan layanan transportasi online. Hasil survey tersebut menggambarkan bahwa telah terjadi pergeseran pilihan moda transportasi masyarakat dari transportasi konvensional menjadi transportasi online.

Aplikasi untuk angkutan online pun telah diunduh secara masif di googleplay android. Aplikasi gojek yang mencapai 50 juta unduhan, serta aplikasi grab yang mencapai 100 juta unduhan, dapat menggambarkan besarnya jumlah pengguna layanan transportasi online. Dua penyedia layanan angkutan online terbesar tersebut tidak hanya menyediakan layanan trannsportasi, tetapi juga banyak layanan lainnya. Pembelian barang dan pengiriman paket, serta layanan pesan antar makanan, merupakan layanan yang sudah biasa dimanfaatkan masyarakat terutama di kota besar.
Riset Nielsen Singapura pada tahun 2019 terhadap 1000 responden di Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Medan, dan Makassar menunjukkan bahwa 95% responden menyatakan membeli makanan siap santap dalam tiga bulan terakhir. Sebanyak 58% responden dari jumlah tersebut menggunakan aplikasi seperti go-food dan grab-food. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa layanan pesan antar makanan memiliki peranan yang sangat besar dalam gaya hidup masyarakat saat ini.
Menurut riset yang dilakukan Lembaga Demografi Universitas Indonesia, pada tahun 2018 gojek berkontribusi sebesar 8,2 Triliyun rupiah terhadap penghasilan pengemudi, dan sebesar 1,7 triliyun rupiah terhadap penghasilan mitra UMKM. Sedangkan menurut riset yang dilakukan oleh CSIS and Tenggara Strategics, pada tahun 2018 kontribusi Grab terhadap perekonomian Indonesia adalah sebesar 48,9 Triliyun rupiah. Kontribusi yang cukup besar tersebut menunjukkan bahwa layanan angkutan online memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto dan konsumsi rumah tangga di Indonesia.

Dampak Kenaikan Tarif Ojek Online Kenaikan tarif dapat berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Penurunan daya beli masyarakat dapat memicu tindakan pengurangan konsumsi. Penurunan jumlah konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen terbesar PDB tentu merupakan kondisi yang sangat tidak diinginkan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Pihak lain yang dapat terkena dampak adalah pengusaha UMKM sebagai mitra ojek online, terutama dalam layanan pesan antar makanan dan barang.


Kenaikan tarif ojek online dapat menurunkan pendapatan mitra sebagai imbas adanya pengurangan jumlah pesanan. Dengan berbagai dampak yang mungkin muncul, rencana kenaikan tarif ojek online sebesar 20% perlu dipertimbangkan dengan matang mengingat kontribusi angkutan online yang besar terhadap konsumsi rumah tangga di masyarakat. Jangan sampai kebijakan menaikkan tarif justru bertentangan dengan kebutuhan pemerintah untuk menaikkan konsumsi rumah tangga.

Pemerintah perlu untuk sangat berhati-hati dalam memutuskan kenaikan tarif ojek online dan angkutan online lainnya. Banyak pertimbangan yang harus dilibatkan agar kenaikan tarif tidak menjadi stimulus negatif terhadap perekonomian. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia