KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalMendagri Tjahjo Kumolo Himbau Masyarakat Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa oleh : Danny Melani Butarbutar
16-Okt-2019, 10:13 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Mengutip Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor111/11285/SJ tanggal15 Oktober 2019, dikabarkan bahwa Komunitas Lintas Agama dan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan menggelar Doa Bersama. Doa bersama tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

Menghargai Sistem, Tunggu Hasil KPU, dan Jaga Persatuan

 
OPINI

Menghargai Sistem, Tunggu Hasil KPU, dan Jaga Persatuan
Oleh : Arwan Syahputra | 21-Apr-2019, 04:43:24 WIB

KabarIndonesia - Lhokseumawe, Pasca Pemilu yang lalu, segala macam bentuk dan upaya dalam mengklaim pemenangan masing-masing pasangan calon dilakukan, baik melalui lembaga survey, maupun survey internal Paslon Presiden dan wakil presiden. Kendati demikian, lembaga negara yang memiliki fungsi dan wewenang dalam mengumumkan hasil Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sesuai amanah Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Namun pada dasarnya, Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 belum diumumkan, tapi masih ada di antara Kandidat maupun tim sukses berserta relawan mengklaim dengan segala macam bahasa, bahwa yang terpilih telah menjadi presiden/wakil presiden 2019-2024.

Pengakuan, pernyataan, bahkan konferensi pers, yang menyatakan salah satu Paslon menang, berdasarkan survey internal/lembaga survey dipersilahkan saja, karena itu adalah hak individu yang tak bisa didikte dan dicampuri. Namun demikian, ada beberapa poin penting yang perlu ditekankan adalah "Persatuan Indonesia" sesuai termaktub dalam sila ke-3 Pancasila.

Klaim pemenangan itu, justru menggugat perdamaian dan persatuan Indonesia, pasalnya suhu politik yang kian memanas, masing-masing Paslon pun akan bertambah panas jika upaya "klaim" sedemikian terus berlanjut dan berlangsung. Bahkan ironinya lagi masih ada pendukung yang membuat poster "selamat atas kemenangan si A/B menjadi presiden dan wakil presiden 2019-2024" sungguh miris.

Rekapitulasi KPU terkait dengan hasil Pemilu 17 April 2019 akan diumumkan pada Mei mendatang, dan perlunya bersabar dalam menunggu Real Count KPU RI, bukan berpedoman dari "quick count" yang kebenarannya belum teruji secara empirik.

Seharusnya, sikap yang paling negarawan dari kedua Paslon, jika mereka bisa legowo dan menunggu hasil yang terpercaya secara fakta dan teruji, bukannya malah berpedoman pada "quick count" dan menyimpulkannya di waktu dini.

Imbasnya adalah "Buramnya keutuhan NKRI", dengan klaim sekian persen di A atau B, berdasarkan Survey Nasional bahkan internasional. Nantinya jika hasil dari KPU berbanding terbalik dengan klaim yang dilakukan, yang ada bukanlah menghargai hasil, tapi bisa saja berlaku makar, dengan merek "people power".

Untuk itu, menurut hemat saya jiwa patriot dan negarawan itu dibuktikan dengan bersabar dan tunggu hasil "Real Count" KPU RI.(*)




Penulis: Pemerhati Muda Demokrasi Indonesia

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia