KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahPeringatan HUT Kemerdekaan Indonesia Ke-73 dari Kota Banda Aceh oleh : Bang Rachmad
17-Aug-2018, 22:46 WIB


 
 
KabarIndonesia - Banda Aceh, Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 diperingati di seluruh Indonesia begitu pula di kota Banda Aceh.
 
Ratusan bendera merah putih berkibar di sepanjang jalan kota Banda Aceh, kantor-kantor pemerintahaan dan swasta serta
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Mengenang Hari Juang Kartika
Oleh : Iin Suwandi | 13-Des-2017, 11:39:09 WIB

KabarIndonesia - Peringatan Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat pada setiap tanggal 15 Desember merupakan tanggal khusus untuk Korps InfanteriTNIAD karena pada tanggal itu selain untuk memperingati Hari Juang Kartika TNI AD juga untuk mengenang Pertempuran Ambarawa. Sebelum berganti menjadi Hari Juang Kartika TNI AD sebelumnya bernama Hari Infanteri. 

Sejarah mencatat, perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman pada pertengahan Desember 1945 membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang. Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak pernah gentar sedikit pun. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa.

Dengan gerakan pengepungan rangkap ini sekutu benar-benar terkurung. Jenderal Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dari Ambarawa secepat mungkin. Sebab sekutu akan menjadikan Ambarawa sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah. Dengan semboyan "Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti", pasukan TKR memiliki tekad bulat membebaskan Ambarawa atau dengan pilihan lain gugur di pangkuan ibu pertiwi.   
Akhirnya pertempuran berakhir dengan kemenangan gemilang dari TKR. Benteng pertahanan sekutu yang tangguh berhasil direbut pasukan TKR. 

Kemenangan pertempuran Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 dan keberhasilan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini kemudian diabadikan dalam bentuk monumen Palagan Ambarawa. TNI AD memperingati tanggal tersebut setiap tahun sebagai Hari Infanteri. Berdasar Keputusan Presiden RI No. 163/1999, Hari Infanteri kemudian diganti dengan nama Hari Juang Kartika.
   
Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika tahun 2017 berbagai kegiatan telah dilaksanakan  secara serentak. Karya Bakti dan Bakti sosial merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Juang Kartika  2017 yang telah diselenggarakan oleh  TNI AD.  Seperti kita ketahui bersama bahwa TNI AD merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan bangsa ini dalam memerdekakan diri dari cengkeraman penjajah.   
Momentum berupa mengenang sejarah perjuangan bangsa sebagai bentuk penghargaan kepada para pendahulu yang sudah menorehkan tinta emas dalam memperjuangkan bangsa. Tradisi berupa  gerak jalan  Peleton Beranting Yudha Wastu Pramukha Jaya, adalah suatu tradisi yang dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Infanteri sebagai upaya untuk menggambarkan dan menghadirkan kembali perjalanan gerilya Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, yang juga merupakan Bapak TNI.   
Dalam perjuangannya peristiwa yang kita kenal dengan Palagan Ambarawa ini, memberikan pesan penting, bahwa dengan berbekal tekad, semangat, senjata serta perlengkapan yang sangat sederhana, TNI bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang dalam menghadapi tentara Belanda. Dalam rangkaian peringatan inilah peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dengan mengawal panji-panji atau simbol Korps Infanteri dilaksanakan guna menggelorakan semangat dan meresapi nilai-nilai patriotisme para pahlawan.   
Oleh karenanya kita jangan melupakan jasa para pahlawan kita, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kita patut berbangga karena TNI AD konsisten melakukan tradisi ini sebagai bagian dari kegiatan dalam mengenang sejarah perjuangan bangsa. Bersyukurlah karena kita bisa menghirup udara bebas tanpa dentuman bom yang menakutkan. Leluasa bergerak meraih ilmu dan bekerja sesuai kemampuan dengan tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa ada orang-orang tangguh yang dulu mengupayakan agar kehidupan kita makmur seperti sekarang?   
Siapakah dia kalau bukan pahlawan yang enggan menyerah bahkan rela menukarkan nyawanya demi sebuah pencapaian luar biasa. Merdeka. Mereka sadar betul bahwa hidup dibawah kekangan orang asing adalah malapetaka besar. Terlebih jika mengingat kekayaan bangsa Indonesia yang luar biasa. Baik dari sumber daya alam maupun manusianya.  Kematian bukan lagi hal yang ditakutkan, mereka justru tidak bisa membayangkan bagaimana mental anak cucunya jika kehidupan dan segala sesuatu yang menjadi haknya dirampas oleh tangan-tangan serakah.  Jayalah selalu TNI AD dan selamat memperingati Hari Juang Kartika 2017.(*)    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjanaoleh : Rohmah S
17-Aug-2018, 22:49 WIB


 
  Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjana Amilia Agustin menjadi salah satu narasumber Adiwiyata Learning Center (ALC) Goes to School 2017 yang digelar oleh PT Astra International Tbk dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Oktober 2017. Ami sering kali dipercaya menjadi narasumber suatu acara, baik oleh perusahaan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia